Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
43.Trauma


__ADS_3

Hari menjelang sore pada saat pasangan pasutri itu pulang dari sekolah.Mobil yang mereka naiki sudah sampai di halaman rumah.


Pramudya menghentikan mobilnya tepat di depan pintu dan menyuruh istrinya untuk turun terlebih dahulu karena dia ingin memasukkan mobilnya di dalam garasi.


Arlita pun menurutinya lalu masuk ke dalam rumah terlebih dahulu sedangkan Pramudya setelah selesai memarkirkan mobilnya baru setelahnya dia berjalan masuk ke dalam rumahnya.


Pramudya langsung naik ke lantai dua di mana kamarnya berada.Dia membuka pintu kamar dan dia tidak melihat keberadaan istrinya.


Ditaruh tasnya di atas meja belajar lalu dia mendengar suara gemercik air sesaat dirinya tersenyum karena sepertinya orang yang tadi dicari-carinya sedang berada di dalam kamar mandi.


Pramudya langsung menjatuhkan tubuhnya di lantai yang beralaskan karpet bulu dan merebahkan tubuhnya untuk tiduran sebentar sambil memainkan handphonenya.


Dia mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, tampaklah sosok si cantik yang keluar dari kamar mandi yang sudah berganti seragamnya dengan memakai pakaian santai.


"Kok kamu lihatin aku, apa ada yang salah sama pakaian aku?katanya sambil melihat-lihat pakaian yang dipakainya di depan cermin.


Suaminya tersenyum lalu bangun dari tidurnya dan berjalan menghampiri istrinya.


" Ngga ada yang salah sayang".


"Trus kenapa mata kamu lihatin aku?


" Karena istriku cantik banget ".ucapnya.


Bluss.


Seperti ada angin yang berhembus membuat wajah istrinya berubah menjadi merah karena gombalan suaminya.


" Sudah sana mandi ".katanya untuk mengalihkan rasa malunya.


Suaminya pun melihatnya hanya tertawa kecil.Lalu tiba-tiba dia memeluk istrinya dari belakang melingkarkan tangannya di perut dan menjatuhkan kepalanya di bahu sang istri.


Arlita merasakan ada yang lain pada tubuhnya seperti nya kini didalam hatinya berdebar-debar seakan-akan mau meledak saja.

__ADS_1


Pramudya menyadarinya karena hatinya juga merasakan hal yang sama tapi dia dengan sengaja melakukannya terus dan terus mengendus lehernya lalu menciumnya.


"Pram!


" Apa sayang".ucapnya dengan suara yang sedikit berat


"Pram! Aku geli".


Pramudya tahu kalau istrinya sedikit risih dengan apa yang di lakukan nya tapi entah kenapa kali ini dia tidak bisa menahan hasratnya.


" Sayang boleh ya?


Jantung Arlita semakin berdebar-debar saat suaminya mengatakannya.Sebenarnya bukan dia tidak tahu apa yang diinginkan oleh suaminya tapi sekarang ini dia belum siap memberikan haknya kepada suaminya.


Pramudya menyadari kalau istrinya hanya diam lalu melepaskan pelukannya.


"Maaf".


Istrinya hanya terdiam dan itu membuatnya menjadi semakin bingung.


"Kamu tidak salah Pram tapi yang salah itu aku. Seharusnya aku memberikan hak kamu tapi aku belum memberikannya, maafkan aku".ucapnya sedih.


Pramudya langsung memeluk istrinya.


" Kamu tidak salah sayang aku saja yang tidak bersabar. Maafkan aku!Aku tidak akan memaksa kamu lagi, aku akan menunggu sampai kamu siap".


Istrinya mengangguk.


Laki-laki itu kembali memeluk istrinya sampai keadaan istrinya terlihat lebih tenang barulah dia melepaskan pelukannya.


Ternyata rasa takut kini dirasakan oleh Pramudya,trauma yang dialami istrinya belum benar-benar sepenuhnya pulih.


"Maaf Pram tadi aku sangat takut, takut kamu ninggalin aku jika aku memberikan hak kamu".

__ADS_1


" Aku mengerti sayang tapi hal yang kamu takutkan itu tidak akan pernah terjadi!Aku bukan laki-laki seperti itu.Mulai sekarang kamu harus percaya sama aku."


Arlita melihat kearah suaminya lalu memeluknya.


"Jangan pernah tinggalkan aku! ucapnya dengan tubuh sedikit gemetar dengan mata yang basah dengan air mata.


" Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sayang".ucap suaminya tanpa terasa dia pun ikut menangis melihat istrinya seperti ini.


Ternyata trauma yang dialami istrinya sudah sangat dalam, pantas saja selama ini dia mengkonsumsi obat penenang.


Setelah tenang dia mengajak istrinya untuk duduk di sofa


"Minum obat dulu ya".ucap suaminya sambil menyerahkan obat dan segelas air putih.


Istrinya menerimanya lalu meminumnya.


" Makasih ".


Suaminya mengangguk dan ikut duduk di samping istrinya lalu di genggam tangan istrinya.


" Maafkan aku sayang, karena tadi aku memaksa kamu, aku janji tidak akan meminta hak ku sebelum kamu benar-benar siap. Maafin aku, karena aku datang terlambat! Seandainya saja aku datang lebih cepat pasti keadaan kamu tidak akan seperti ini".


"Kamu ngga salah Pram mungkin Allah sedang menguji aku supaya aku siap menghadapi semuanya.Tapi ternyata aku tidak sekuat itu hati ku rapuh apalagi setelah melihat Ayahku berselingkuh dan disaat itulah awal kehancuran hidup indah ku,semuanya berubah tak lagi sama."


"Hatiku hancur, kepercayaan yang aku bangun untuk laki-laki itu mendadak sirna.Hanya rasa takut yang aku punya, takut jika aku menikah nanti suamiku akan seperti dia. Aku benar-benar benci diriku yang sekarang,benci! Mengapa aku tidak bisa hidup dengan normal seperti orang lain. "


Pramudya memeluk istrinya dan mengusap-usap punggungnya dengan sayang.


"Tenanglah sayang aku akan selalu ada disini hanya untukmu."


Istrinya mengangguk dan beberapa saat kemudian dia mulai merasakan kantuk efek obat yang baru saja di minumnya lalu tiba-tiba dia pun tertidur di pelukan suaminya.


Pramudya menggendong istrinya ke tempat tidur dan membaringkannya lalu menyelimuti nya.

__ADS_1


"I love my wife".bisiknya.


bersambung


__ADS_2