Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
148


__ADS_3

Arlita melihat laki-laki yang berada di hadapan nya itu tanpa kata, dirinya membiarkan laki-laki itu memakan makanannya itu dengan tenang.


"Kebiasaan lamanya masih saja berlanjut padahal sekarang dirinya sudah kuliah".gumamnya dalam hati sambil terus melihat laki-laki itu makan dengan lahapnya.


Sambil menunggu laki-laki itu selesai makan dia pun mengirim wa kepada suaminya.


"Aku sudah selesai".ucapnya sambil menyeruput minumannya.


Ibu muda itupun melihatnya lalu membuka tasnya dan mengambil dompetnya lalu mengeluarkan uang pecahan seratus ribuan 3 lembar dan memberikannya kepada laki-laki itu.


Laki-laki pun mengambilnya lalu bangun dari duduk nya dan berjalan ke arah kasir untuk membayarnya.


Setelah selesai laki-laki itupun kembali kemejanya.


"Sudah? tanyanya sambil melihat laki-laki itu mengambil tas dan memakainya.


" Sudah. Ini kembaliannya".ucapnya sambil menaruh uang di atas meja.


"Ngga ambil saja buat kamu beli es".


Laki-laki itupun langsung mengambil uang yang berada di atas meja dan memasukkan nya di kantong celananya.


"Ayo kita pulang".kata Arlita.


Laki-laki itupun mengangguk lalu berjalan mengikuti sang kakak yang berjalan di depannya.


" Kamu bawa mobil?


"Bawa".


Lalu keduanya pun terdiam dan melanjutkan langkahnya menuju tempat parkir. Dalam perjalanan menuju tempat parkir keduanya pun menjadi pusat perhatian.


Keduanya seperti pasangan kekasih. Walaupun Arlita sudah menikah bahkan sudah melahirkan tiga orang anak tapi tubuhnya tetap langsing seperti masih gadis.Wajahnya yang sangat cantik semakin membuat penampilannya begitu sempurna.


Dan begitu juga laki-laki yang berada di sampingnya. Tubuh laki-laki itu begitu sempurna dengan tinggi badannya 180 cm dan wajahnya yang tampan juga berkulit putih semakin membuat laki-laki itu begitu perfect di mata kaum hawa.

__ADS_1


"Lita".panggil seseorang dan Arlita pun menghentikan langkahnya.


" Risma, ada apa?


"Ini berkas kamu ketinggalan ".ucapnya sambil menyerahkan sebuah map coklat.


" Ah iya aku lupa.Makasih ya"katanya sambil menerima map coklat.


"Sama-sama." ucapnya sambil melirik laki-laki yang berdiri di sebelah Arlita.


"Kenapa?


" Gandengan baru ya? tanyanya sambil berbisik.


Arlita pun mengangguk mengiyakannya.


"Ganteng".pujinya.


" Masa sih?


"Iya".


" Kakak aku tunggu di mobil".katanya sambil berjalan cepat menuju tempat parkir dan Arlita pun mengangguk kan kepalanya tanda iya.


Wanita yang berada di samping nya pun terlihat terkejut


"Kakak,dia panggil kamu kakak? Jadi dia itu siapa elo?


Arlita pun tersenyum.


" Dia itu adek gue".


"Ah elo serius?


" Dua rius".

__ADS_1


"Gue kira dia gandengan baru elo".


" Jangan ngaco deh.Gue itu sudah nikah, sudah punya buntut tiga dan laki-laki gue itu udah mempunyai segalanya jadi mana mungkin gue selingkuh ".


" Serius loh udah nikah?


"Iya".


" Sorry gue ngga tau".


"Tidak apa-apa kan elo ngga tau jadi gue memakluminya".


ucapnya dengan santai dan wanita itupun mengangguk.


" Ya udah gue cabut duluan ya".


"Iya".


Arlita pun mempercepat langkahnya menuju tempat parkir. Sampai di sana dia pun mencari-cari keberadaan mobil adiknya.


Setelah menelponnya barulah dia pun menuju tempat di mana mobil adiknya itu berada.


Sampai di sana dia melihat adiknya itu sedang duduk manis di kursi kemudi.


" Jauh banget sih parkirnya? tanyanya sesudah masuk di dalam mobil.


"Cuma di sini tempat parkir yang masih tersisa kak,selebihnya sudah penuh".ucapnya lalu menyalahkan mobilnya dan mobil itupun bergerak meninggalkan area kampus.


"Kak, aku nginap ya di rumah kakak".


" Iya".


Hingga beberapa saat kemudian keduanya pun langsung terdiam. Keduanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


"Sebenarnya kamu kenap sih Iz?tanyanya dalam hati.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2