
Suasana di rumah sakit begitu ramai itu sangat terlihat sekali karena kesibukan para tenaga-tenaga medis.
Mobil berhenti di lobby rumah sakit. Seseorang keluar dari mobil dengan langkah tergesa-gesa seakan-akan dirinya sedang di kejar-kejar waktu.
Sambil berjalan dia pun mengeluarkan handphonenya yang berada di saku celananya.
Dengan cepat dia pun menghubungi seseorang dan tersambung.
Dirinya berjalan lebih cepat menuju ruangan bersalin di mana istrinya kini berada.
Saat ini hatinya sedang begitu cemas.
"Ya Allah selamatkan lah Istri dan kedua anak hamba".Doanya dalam hati.
Sampailah kini dirinya di depan ruangan bersalin.Di lihatnya seorang wanita separuh baya sedang duduk di kursi tunggu sambil memegangi tas besar yang berada di sampingnya.
" Assalamualaikum bi".ucap Pramudya setelah sampai.
"Waalaikumsalam, Mas".jawabnya sambil melihat sang majikan dengan napas yang ngos-ngosan mungkin habis berlari lalu memberikan sebotol air minuman mineral kepada majikannya.
" Terima kasih bi".katanya sambil menerimanya dan langsung meminumnya hingga tandas.
"Sama-sama Mas".
"Bagaimana keadaan Lita bi? tanyanya setelah sedikit tenang.
"Mba Lita lagi di tangani Dokter di dalam Mas".
Pramudya pun terdiam.Dan tak lama terdengar suara pintu terbuka dan keluarlah seorang perawat.
"Suami Nyonya Arlita".
" Saya sus".ucap Pramudya dan dia pun langsung bangun dari duduknya dan menghampiri nya.
"Mari masuk Nyonya Lita memanggil Anda".katanya sambil berjalan masuk dan laki-laki itu pun mengikutinya dari belakang.
Pramudya mendekati ranjang di mana kini istrinya sedang terbaring sambil kedua matanya tertutup.Wajah pucat nya begitu terlihat jelas dan juga terlihat butiran-butiran keringat mengucur di kening istrinya.
" Sayang".panggilnya sambil mencium keningnya lama, dia juga menghapus keringat istrinya dengan tisu.
__ADS_1
Arlita membuka kedua matanya saat merasakan seseorang menciumnya.
"Sayang, kamu sudah datang".
" Iya, maaf aku telat datangnya." katanya penuh sesal.
Istrinya pun tersenyum dan menggenggam ke dua tangannya.
"Tidak apa-apa sekarangkan kamu sudah di sini".
" Iya."
Tiba-tiba Arlita meringis
"Sayang apa yang sakit?
" Perutku mulas dan sakit sekali".
Pramudya mengusap-usap perut istrinya dan mendekatkan wajahnya di dekat telinga istrinya lalu berkata
"Istighfar sayang".
Dokter pun datang memeriksanya dan ternyata pembukaannya sudah sempurna.
"Pembukaannya sudah sempurna Nyonya,ikuti instruksi saya. "ucap Dokter memberitahu dan Arlita menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Pramudya menggenggam tangan kanan istrinya juga menyeka keringat istrinya itu dengan tisu.
Rasa sakit mulai mendera lagi dan Dokter menyuruhnya untuk mengejen dan tak lama terdengar suara tangisan bayi
" Oek... oek.. oek"
"Anak pertama laki-laki ya Tuan".
" Alhamdulillah ".ucap Pramudya
sedangkan sang istri masih mengontrol napasnya.
Dua menit kemudian Arlita merasakan perutnya kembali mulas dan Dokter pun kembali memberikan instruksi dan tak lama terdengar suara tangisan bayi mereka yang kedua.
__ADS_1
" Bayi kedua Anda perempuan Tuan".
Kedua bayi nya pun diletakkan di dada istrinya secara berdampingan dan setelahnya ke dua bayi itu pun di bawa oleh dua perawat untuk di bersihkan.
"Terima kasih".ucap Pramudya.
" Sama-sama Tuan itu sudah menjadi tugas saya sebagai seorang Dokter.Sekali lagi kami mengucapkan selamat atas kelahiran bayi kembar Anda".
Pramudya mengucapkan terima kasih lalu mencium kening istrinya dengan mata basah karena menangis.
"Terima kasih sayang".ucapnya sedang sang istri hanya mengangguk lemah karena tenaganya benar-benar telah habis terkuras.
Setelah kedua bayi kembar itu di bersihkan kedua perawat menghampiri sang ayah muda itu dengan membawa ke dua anaknya untuk di azan kan.
Dengan tubuh gemetar dia pun mengazani nya.Setelah selesai dia pun keluar dari ruangan bersalin karena istri dan kedua anaknya akan di pindahkan ke kamar rawat inap.
Pramudya membuka pintu dan melihat kedua orang tuanya, ibu mertuanya, ibu dan ayah angkat istrinya juga sahabatnya Joko melihat ke arahnya.
Pramudya langsung menghampiri kedua orang tuanya dengan mata basah.
Ayahnya langsung memeluknya
"Selamat putra ayah kini sudah menjadi seorang ayah.Sayangilah istri mu yang sudah memberikan keturunan kepadamu jangan pernah kamu menyakiti nya".ucap ayahnya.
Laki-laki itu pun mengangguk.
Sang bunda mengusap-usap punggung anak laki-laki nya.
" Bunda bangga kepadamu".
Pramuka memeluk bundanya dan mengucapkan terima kasih.
Sang sahabat pun menghampiri nya dan mereka berdua berpelukan.
"Selamat bro,elo sekarang sudah menjadi hot daddy".
" Makasih ".
Suasana menjadi penuh haru dan bahagia terutama ibu kandung Arlita yang sedari tadi gelisah akhirnya kini bisa bernapas lega karena putrinya bisa melahirkan ke dua bayi kembarnya dalam keadaan selamat.
__ADS_1
bersambung.