Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
175


__ADS_3

Kebahagiaan Pramudya dan Arlita kini sudah lengkap karena kelahiran anak keempat mereka yang berjenis kelamin perempuan.


Kini pasangan muda itupun sedang dalam perjalanan pulang ke rumah setelah mendapatkan izin dari Dokter di karenakan kondisi ibu dan bayinya dalam keadaan sehat.


Mobil yang mereka naiki pun kini sudah bergerak meninggalkan area rumah sakit.


Keduanya kini duduk di kursi penumpang karena ada sopir yang membawa mobil nya.


Papah muda itupun melihat ke arah putrinya tertidur dalam gendongan istrinya.


"Cantik ya yang".ucapnya membuka percakapan dan istrinya pun langsung tersenyum


" Iya Mas sama seperti ke dua kakak perempuan nya".katanya sambil mengusap-usap pipi putri kecilnya itu dengan lembut.


"Iya cantik seperti Mamahnya".katanya sambil mencolek pipi merah putrinya sedangkan wajah istrinya kini sedang bersemu merah saat mendengar pujian dari suaminya.Padahal laki-laki yang menjadi suaminya itu sudah sering memujinya tapi tetap saja ibu muda itu begitu senang pada saat suaminya itu memujinya.


Tak ada pembicaraan lagi di antara keduanya karena mereka berdua sedang sibuk memperhatikan wajah putri kecilnya yang kini masih tertidur.


Hingga tak lama mobil yang mereka naiki itu sudah memasuki halaman kediaman mereka.Arlita melihat kedua mertuanya dan ketiga anak-anaknya di temani para pengasuh mereka masing-masing kini sedang berdiri menunggu kepulangan mereka.


Mobil itupun berhenti tepat di depan rumah. Pramudya membuka pintu mobil dan dengan cepat dia pun langsung menuju ke arah samping untuk membukakan pintu mobil untuk istrinya.


Pintu itupun terbuka dengan hati-hati dia pun langsung keluar dari mobil dan sang Bunda pun menghampiri menantunya


"Biar Bunda yang gendong".katanya sambil mengambil bayi dari gendongan sang menantu dan Arlita pun mengangguk.

__ADS_1


Saat keduanya berjalan untuk masuk tiba-tiba ketiga anak nya langsung berlari mendekati keduanya


" Mamah, Papah".panggilnya sambil berlarian mendekati keduanya.


Dengan cepat keduanya langsung menyambut kedatangan ketiga anaknya yang kini sudah terlihat begitu besar.


Pramudya menggandeng tangan si kembar sedangkan Arlita menggandeng tangan putri keduanya yang kini sama tingginya dengan kedua kakak kembarnya.


"Mamah".panggil fida anak ketiganya.


" Ada apa sayang?


"Apakah Fida sekarang sudah menjadi seorang kakak?tanyanya sambil terus berjalan mengikuti langkah mamah nya.


"Iya sekarang kakak Fida sudah menjadi seorang kakak seperti kak Hemy dan kak Hema".ucapnya dan membuat gadis kecil itupun tersenyum senang.


Tanpa terasa kini Arlita sudah berada di atas tempat tidurnya untuk istirahat.Ibu muda itupun tersenyum senang saat melihat di kamar nya kini sudah tersedia box bayi karena sesuai permintaan nya yang ingin satu kamar dengan putri bungsunya.


Pramudya pun kembali ke kamar setelah menemani ketiga anaknya bermain.Sesaat dia pun melihat ke arah istrinya yang kini sedang berbaring di atas tempat tidur dengan posisi kepala sedikit tinggi agar terlihat lebih nyaman.


Karena tidak ingin mengganggu istrinya yang sedang istirahat dia pun langsung memutuskan untuk keluar untuk mengambilkan makan dan juga buah untuk istrinya makan saat bangun nanti.


Laki-laki menutup pintu itu dengan pelan dan dia pun berjalan ke arah pantry tapi langkahnya pun berhenti saat Bunda menegurnya


"Kamu mau kemana Pram?

__ADS_1


" Pram mau ke dapur Bun mau mengambil makan buat Lita".katanya dan sang Bunda pun mengangguk dalam hatinya pun berkata


"Ternyata putra ku sekarang sudah benar-benar menjadi suami siaga".


Papah muda itupun kini sudah kembali masuk ke dalam kamarnya dan dia pun melihat istrinya kini sedang duduk di tempat tidurnya sambil menyusui si bungsu.Dengan pelan dia pun langsung menaruh nampan.Dan dia pun langsung duduk didekat istrinya.


"Aku makan buat kamu".katanya sambil melihat kearah bayinya yang kini sedang sibuk menghisap sumber nutrisinya.


" Makasih Mas,kebetulan aku perut aku lapar ".


" Mau aku suapi".


"Boleh kalau tidak merepotkan".


" Untukmu tidak ada kata merepotkan sayang".ucapnya sambil mengambil piring yang berisi nasi dan lauk pauknya.


"Hu.. aku terharu suami ku sweet banget".ucapnya dan membuat wajah laki-laki yang menjadi suaminya itu bersemu merah dan membuat Ibu muda itupun tertawa pelan.


" Mas, Mas kamu seperti anak ABG saja.Ingat Mas kita itu sudah tua loh".ucapnya dan membuat suaminya itu langsung mencubit hidung mancung istrinya.


"Ayo makan jangan terus menggodaku".katanya sambil menyuapi istrinya sedangkan istrinya kini tersenyum penuh kemenangan karena sudah berhasil membuat suaminya itu tersipu malu dengan perkataan nya barusan.


" Jangan meledek ku lagi yang, kamu tau kan itu bahaya loh".katanya sambil tersenyum smirk dan membuat wanita nya akhirnya terdiam.


bersambung

__ADS_1


"


__ADS_2