
Tanpa terasa kehamilan Arlita sudah memasuki usia 4 bulan.Dan seperti kehamilan sebelumnya Arlita dan Pramudya juga akan mengadakan acara syukuran 4 bulanan.
Acaranya akan berlangsung besok karena kebetulan besok adalah hari minggu di mana semua orang sedang libur.
Untuk acara esok hari Pramudya sudah memesan catering tempat restorannya sendiri.Dirinya tidak mengambil catering di restoran tempatnya dengan gratis tapi membayar nya.
Setelah semua persiapan untuk acara esok hari sudah rampung barulah dirinya bisa bernapas lega.Dan dia pun merebahkan tubuhnya di sofa di dalam ruang belajarnya.
"Alhamdulilah, akhirnya rampung juga. " ucapnya sambil menutup kedua buah matanya untuk istirahat.
Sang istri yang pun masuk sambil membawa segelas teh dan juga sepiring kue untuk suaminya.
" Mas".panggilnya setelah sampai di dekat sofa di mana suaminya kini sedang berbaring.
Laki-laki itupun membuka kedua matanya saat mendengar suara istrinya dan dia pun langsung tersenyum melihat istri cantiknya kini sudah berdiri sambil melihat nya.Dia pun langsung bangun dari tidurnya dan duduk. Istri nya pun langsung ikut duduk di sampingnya.
"Ini tehnya Mas".katanya sambil memberikan segelas teh.
Laki-laki itupun menerima nya dan langsung menyeruputnya.
" Makasih sayang ".ucapnya sambil kembali menyeruput nya.
"Iya.Mas mau makan kuenya?tanya nya sambil mengambilkan sepiring kue.
"Boleh.Tapi suapin ya".katanya kepada istrinya dan istrinya pun mengangguk.
Wanita yang berstatus istrinya itupun langsung mengambil sendok dan menyuapi suaminya.
" Kuenya enak sayang seperti kue buatan Bunda".ucapnya sambil terus menerima suapan istrinya.
"Jelas saja orang kue ini Bunda yang buat".
" Pantas rasanya sama ternyata memang kue buatan Bunda".
__ADS_1
Pramudya menerima kue yang di suapi istrinya hingga kue dalam piring kecil itupun habis.
"Sudah habis".ucap istrinya sambil merapihkan piringnya.
Laki-laki itupun tersenyum lalu dia kembali menyeruput tehnya hingga air di dalam gelas itupun tandas.
" Alhamdulilah ".
" Sudah kenyang Mas?
"Sebenarnya sih belum karena aku masih lapar".
" Kamu masih lapar Mas?
"Iya".
" Ya sudah biar aku ambilkan lagi. Mas mau makan apa?
Sejenak laki-laki itupun terdiam sambil otaknya terus saja berpikir dan tiba-tiba dia pun tersenyum setelah menemukan sebuah ide.
" Tidak apa-apa".jawabnya sambil kedua matanya melihat kearah istrinya.
Sepertinya sang istri mengetahui apa yang sedang di pikir kan oleh suaminya.
"Jangan macam-macam deh Mas".
" Aku tidak macam-macam sayang karena aku hanya butuh satu macam saja".
"Udah deh Mas kamu itu semakin ke sini sikap kamu itu semakin aneh".
" Aneh?Aneh bagaimana?
"Ya kamu pikir aja sendiri".
__ADS_1
" Bagaimana aku bisa berpikir istri ku sayang kalau kamu saja tidak memberitahu ".
" Sudah lebih baik lupakan saja Mas karena aku tidak mau membahasnya".
"Tidak bisa begitu sayang karena sekarang aku harus mengetahuinya".
"Aku ngga mau membahas nya Mas karena ujung-ujungnya aku yang di rugikan".
" Ah.. kok bisa?
"Ya bisa saja".
" Sayang kita lupakan saja masalah ini untuk sementara waktu karena ada satu hal yang harus aku lakukan sekarang ".ucapnya sambil melirik istrinya.
" Aku setuju ".
Laki-laki itupun langsung tersenyum penuh dengan kemenangan.
" Sebentar lagi kamu masuk jebakan aku sayang ".katanya dalam hati sambil tersenyum smirk.
" Sekarang aku mau makan menu penutup ku".ucapnya tak sabar.
"Tapi aku kan belum mengambil makanannya Mas,bagaimana bisa Mas mau makan sekarang.Biar aku ambil dulu"kayanya polos sambil berdiri dari duduk nya.
"Tidak usah mengambilnya".
"Mas ini gimana sih tadi katanya lapar tapi aku tidak boleh mengambilnya".gerutunya.
" Ya karena aku maunya makan kamu itu jauh lebih nikmat".
"Dasar suami mesum".ucap Istrinya langsung melotot kan kedua buah matanya lalu buru-buru dirinya bangun dari duduk nya dan berjalan keluar dari ruang belajar nya.
Laki-laki itupun tertawa karena melihat tingkah malu istrinya.
__ADS_1
" Padahal sudah sering melakukan nya tapi mengapa dirinya masih malu!katanya sambil melihat tubuh istrinya itu hilang dari balik pintu.
bersambung