Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
41.Bersama


__ADS_3

Arlita membuka kedua matanya saat seseorang memanggil namanya berulang-ulang siapa lagi kalau bukan suaminya sendiri yang kini sedang tersenyum kepadanya.


"Pram!Kamu sudah bangun?tanya istrinya.


" Iya.Aku bangun sebelum subuh".


"Sekarang jam berapa? tanyanya langsung bangun dan duduk di atas tempat tidur.


" Jam setengah lima".


"Sudah azan subuh ya?


"Sudah!Mandi terus ambil wudhu aku tunggu kita sholat berjamaah".


Istrinya mengangguk dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Pintu toilet terbuka,istrinya berjalan ke tempat sholat. Dan langsung memakai mukenanya yang sudah di siapkan oleh suaminya dan mereka berdua melaksanakan sholat subuh secara berjamaah.


Sholat pun selesai. Setelahnya dia berbalik ke arah istrinya lalu mengulurkan tangan kanannya. Arlita mengerti dan langsung mencium punggung tangan suaminya dengan takzim.


"Sayang kamu sudah siapkan semua keperluan untuk sekolah nanti? tanya suaminya sambil melipat alat sholat bersama istrinya.


"Sepertinya sudah semua, nanti aku cek lagi".


" Sekarang kamu lapar ngga?


"Lapar".


" Kita ke bawah yuk,kita sarapan dulu Bi Inah sudah membuatkan kita sarapan setelah sarapan baru ganti baju, ganti dengan seragam sekolah".


"Iya!Ayo cepat perutku tiba-tiba mendadak jadi lapar".Ajaknya sambil menarik tangan suaminya.


Suaminya pun langsung ikut berjalan di samping istrinya.


Sampai meja makan mereka sudah disuguhkan dengan banyak sekali masakan yang sudah di siapkan Bi Inah.


Mereka pun duduk dan Bi inah menyiapkan minum untuk kedua majikannya itu.Dia juga menyiapkan dua gelas susu hangat yang sudah tersedia di atas meja makan.


" Terima kasih Bi".ucap Arlita sambil tersenyum.


"Sama-sama Nona".


" Jangan panggil saya dengan Nona panggil aja Lita".


Pramudya hanya tersenyum saat melihat interaksi antara istrinya dan asisten rumah tangga nya lalu dia kembali melanjutkan makannya.


"Tapi anda kan majikan saya, tidak sopan kalau saya panggilnya dengan sebutan nama saja".

__ADS_1


" Ya udah senyaman nya Bibi aja deh. "


"Bagaimana kalau saya panggil Mba Lita aja".


" Nah panggil itu aja saya suka kok".


"Baik Mba Lita saya mau kebelakang dulu, permisi".


" Iya".


"Ayo sayang lanjutkan makannya lagi".


Istrinya mengangguk lalu kembali melanjutkan makannya.


Setelah selesai sarapan pasangan suami istri itu bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.


" Kamu sudah cek semua peralatan sekolah kamu apa sudah lengkap apa belum".


"Sudah kok, aku sudah cek semuanya dan sudah lengkap".ucapnya sambil menyisir rambut panjangnya.


Pramudya melangkah mendekati sang istri yang berdiri di depan cermin dia terlihat sangat cantik lalu memeluk istrinya dari belakang dan menjatuhkan kepalanya di bahu istrinya.


" Masih ada yang belum lengkap sayang".


"Apa yang belum lengkap? Tadi aku cek sudah semuanya ada di dalam tas aku".


"Kamu mau tahukan apa yang kurang?


Istrinya mengangguk dengan hati yang berdebar-debar.


Dengan lembut Pramudya mencium kening istrinya.


Arlita memejamkan kedua matanya saat suaminya menciumnya.


" Nah ini baru lengkap".


"Ini sih maunya kamu".jawabnya sambil memegang dadanya berdebar-debar tak karuan.


" Ha.. ha.. ha,kamu tau aja".ucapnya sambil tertawa.


"Sudah ayo berangkat nanti ke buru siang, aku mau bertemu BESTie aku".


" Baiklah ".jawabnya mengalah.


Kedua pasangan muda itupun keluar dari rumah mereka berjalan menuju tempat parkir mobil.


Pramudya membukakan pintu mobil untuk sang istri lalu menutupnya dan setelah itu dia menuju pintu mobil sebelahnya lalu membukanya dan masuk di bagian kemudi.

__ADS_1


Istrinya melihat suaminya yang kini duduk di bagian supir dan bersiap-siap menyalahkan mobilnya.


"Pram temen sekolah kita belum ada yang tahu kalau kita sudah menikah?


Suaminya melihat ke arahnya.


"Belum, memangnya kenapa?


" Tidak apa-apa sih cuma takut aja kalau sampai mereka tahu dan beritanya tersebar kita pasti di keluarkan dari sekolah, kan sayang tiga bulan lagi kita lulus".


Pramudya melihat wajah istrinya


yang sedikit cemas sampai dia lupa memakai sabuk pengaman.


Dirinya pun mendekat ke arah istrinya yang sedang duduk dan itu membuatnya terkejut karena sedari tadi terus saja bicara.


"Pram kamu mau apa?


" Ini".jawabnya sambil memasangkan sabuk pengaman pada istrinya. "


"Maaf aku lupa.Untung saja suami ku ini perhatian".


Pramudya tersenyum dan mengusap rambut istrinya dengan sayang.


Mobil pun melaju menuju ke sekolah mereka.Kedua pasangan muda itu terdiam lalu Pramudya memulai obrolan.


" Sayang tadi kamu tidak lupa minum obat sebelum berangkat kan?


Arlita melihat suaminya. "Iya sudah".


" Sekarang kamu sedang memikirkan apa?tanyanya saat melihat istrinya sedang melamun.


"Aku sedang mencari jawaban untuk pertanyaan dari seseorang yang melihat aku dan kamu dalam satu mobil".


" Oh gitu. Aku punya jawabannya kamu hanya bilang kalau kita ini sepasang kekasih bereskan ".


" Iya sih ,itu juga jawaban yang ingin aku ucapkan nanti jika ada yang bertanya seperti itu".


Suaminya tersenyum saat melihat sikap istrinya sekarang yang mulai terlihat begitu manja kepada dirinya. Sedikit demi sedikit sikapnya mulai berubah tidak seperti sebelumnya yang terlihat dingin.


Di genggamnya tangan kanan istrinya."Jangan pernah berubah tetaplah seperti ini aku suka karena keberadaan ku berarti buat kamu!Tapi manjanya sama aku aja yah".


"Baiklah suamiku".


bersambung


"

__ADS_1


.


__ADS_2