
Sok itulah kata-kata yang harus di alami seorang laki-laki bernama Joko Hendarto, bagaimana tidak di saat dia mulai mengagumi sosok seorang wanita eh ternyata malah sosok istri dari sahabatnya.
Pramudya mendekati sang istri yang sedang asyik memakan rujaknya.
"Sayang kenalin ini sahabat aku dari Yogyakarta, sahabat aku waktu SMP namanya Joko".ucapnya sambil mengenalkan laki-laki yang duduk di hadapan nya.
Gadis itu melihat ke arah suaminya lalu melihat sosok laki-laki yang sedang duduk di dekat suaminya.
" Hai,salam kenal aku Joko ".ucapnya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan kanannya.
"Arlita panggil aja Lita".balasnya sambil tersenyum dan menyambutnya intuk bersalaman.
Rasa gugup mulai menguasai pikiran Joko mulai dari suara jantung yang berdetak sangat kencang saat berbicara langsung dengan gadis yang duduk di hadapan nya.
"Sayang aku sudah selesai ngerujak nya, aku masuk mau ke kamar dulu mau istirahat pinggang aku pegal dari tadi duduk terus".
" Ya udah bareng sama bunda yuk, bunda juga mau istirahat di kamar ".
Pramudya pun mengangguk mengiyakan.
"Oke tapi ingat jangan lari-lari jalannya nanti kamu jatuh".
" Baiklah suami ku, aku mau masuk dulu, dah".ucapnya gadis itu pun berjalan masuk ke dalam rumah.
Sang bunda pun hanya tersenyum melihat interaksi anak dan menantu nya yang super-super bucin.
__ADS_1
Joko dan beberapa asisten rumah tangga pun ikut tersenyum.
Sang bunda dan asisten rumah tangga pun ikut masuk mengikuti langkah gadis itu dari belakang.
Setelah semuanya masuk kini tinggallah dua orang laki-laki tampan yang masih duduk anteng di dalam gajebo dengan berbagai macam cemilan dan minuman.
"Suer,gue benar-benar sok tau".
Pramudya hanya tersenyum sambil memakan cemilannya.
" Gue kira cewek tadi saudara loh, eh ternyata cewek itu istri lo".
"Bagaimana surprise kan gue".ucapnya senang.
" Sumpah gue benar-benar terkejut, ngga nyangka aja istri elo cantik banget.Pantas elo dari dulu sangat memperjuangkan nya banget,sosoknya seperti bidadari yang turun dari kayangan ".
Joko manggut-manggut tanda mengerti saat melihat sahabatnya mulai merasakan cemburu.
"Sorry Pram,gue kan hanya mengemukakan isi pikiran gue, gue tidak bermaksud untuk merebutnya kok".
" Iya gue tau, sorry gue ngga bisa menahan cemburu kalau menyangkut istri gue. Elo kan tau perjuangan gue untuk mendapatkan nya butuh waktu yang sangat lama".
"Iya gue tau.Pram seandainya gue jadi lo gue juga akan melakukan hal yang sama yang seperti elo lakukan jadi gue ngerti."
Pramudya pun mengangguk.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong kalau gue jadi elo gue ngga izinkan wanita cantik itu keluar rumah, gue akan kurung dalam kamar aja biar tidak ada laki-laki yang terpesona dengan wajah cantiknya."
"Itu udah gue lakukan, sekarang ini istri gue lagi hamil gara-gara gue kurung di dalam kamar. "
Joko hampir tersedak makanannya.
"Hamil?Jadi yang hamil itu Arlita?
" Iya kan hasil dari kerja keras gue jadinya tercipta lah calon baby di dalam rahim istri gue"ucapnya bangga.
Joko melemparkan kacang kulit ke arah Pramudya, sekarang ini tidak menyangka bahwa Pramudya sosok laki-laki dingin bisa bicara sevulgar itu.
"Dasar mesum lo".
Pramudya pun tertawa.
" Biarin kali, kan mesumnya sama istri sendiri jadi ngga salahnya".
"Iya tapi elo ngga usah kasih tau gue juga kali, ngga tau apa kalau gue masih jomlo tega banget sih elo".katanya pura-pura sedih.
" Ah... ah,(Pramudya tertawa)
sorry gue lupa kalau elo masih jomblo".ujarnya sambil meledek sahabat nya.
"Sialan elo".balasnya dengan nada sedikit kesal.
__ADS_1
bersambung