
Pramudya duduk di kursi samping ranjang tempat di mana istrinya kini masih tertidur.Wajah pucat sang istri kini sudah tidak begitu terlihat.
Pelan-pelan laki-laki itu bangun dari duduknya dan dia pun mendekati wajah istrinya lalu dia pun mengulurkan tangannya dan di rapihkan anak rambutnya yang sedikit berantakan.
"I love you sayang".ucapnya sambil mencium kening sang istri dengan lembut tanpa terasa dia pun menangis .
Bersamaan dengan itu Arlita pun membuka kedua mata dan dia pun merasakan seseorang sedang nangis terisak.Dan dia pun melihat kearah sumber suara.
Dan terlihat sosok suaminya.
"Mas.. ".panggilnya dengan nada sedikit lemah.
Laki-laki itupun melihatnya lalu dia pun langsung memeluk tubuh istrinya.
" Sayang kamu sudah bangun?tanyanya senang.
"Iya".sambil memegangi kedua pipi suaminya dan diapun menghapus jejak air mata yang masih basah di kedua pipinya dan membuat suaminya menatap istrinya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Mas menangis? tanyanya sambil mengusap sisa air mata di sudut matanya.
" Aku.. "
"Kenapa Mas menangis?
Tanpa berkata-kata laki-laki itu kembali memeluk tubuh istrinya.
Istrinya hanya bisa mengusap-usap punggung suaminya itu dengan pelan.
" Jangan sakit lagi sayang! Mas benar-benar sangat takut kehilangan mu!ucapnya dengan nada sedikit sedih.
"Iya.Maaf sudah buat Mas khawatir".
Keduanya pun sama-sama menangis meluapkan rasa rindu.
__ADS_1
" Mas janji setelah anak ini lahir Mas ngga akan buat kamu hamil lagi! Mas benar-benar takut terjadi sesuatu sama kamu. "katanya setelah melepaskan pelukan nya.
Istrinya hanya terdiam mencoba mendengarkan semua keluh kesah laki-laki yang kini sedang duduk di dekatnya.
" Mas kira kehamilan kamu sekarang ini sama seperti pada saat kamu hamil si kembar ternyata anak kita kali ini ingin membuat Mas benar-benar harus ekstra hati-hati dalam menjaga kamu".
Pernah terbesit dalam hati Mas, apakah morning sickness yang kamu alami adalah suatu ungkapan perasaan dari calon baby kita".ucapnya dan membuat istrinya mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti.
"Maksud Mas baby kita mau ngerjain orang tuanya.".ucapnya lagi.
Wanita itu pun tersenyum.
"Mungkin saja Mas tapi aku sempat berpikir mungkin saja baby kita ini mau menguji Mamahnya agar lebih sedikit menerimanya kehadirannya yang sedari awal tidak aku harapkan. " ucapnya sambil mengelus perut buncitnya itu dengan lembut.
Laki-laki itu pun ikut mengelus-elus nya lalu dengan pelan dia pun mendekatkan telinganya di perutnya.
"Jangan buat Mamah sakit sayang".katanya.
Arlita tersenyum dan dia pun mengusap-usap rambut lebat suaminya.Sungguh dirinya begitu sangat mencintai laki-laki itu, laki-laki yang kini telah menjadi suami dan ayah anak-anaknya.
Laki-laki itu melihat ke arah jam dan waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam.
" Belum".
"Sudah sholat dulu".
" Baiklah ".ucapnya.
Laki-laki itu berjalan memasuki kamar mandi dengan wajah sedikit lebih tenang tidak seperti sebelumnya wajahnya sangat terlihat begitu terlihat panik.
Arlita kini bangun dari tidurnya lalu posisinya kini sedang duduk sisi ranjangnya.Dia menatap ke arah kamar mandi dan tak lama kemudian seseorang keluar dari dalam sana.
"Sayang kamu ".ucapnya terhenti .
__ADS_1
" Aku sudah tidak apa-apa,kamu sholat saja".ucapnya sambil tersenyum.
"Baiklah".
Laki-laki itupun melaksanakan sholat kali ini dengan perasaan lebih tenang.Setelah selesai dia pun mendekati ranjang sang istri.
Wanita itu langsung mengulurkan tangannya untuk bersalaman
" Mas aku mau salim".ucapnya lalu suaminya pun langsung mengulurkan tangan kanannya dan istrinya mencium tangannya suaminya itu dengan takzim. Suaminya pun tersenyum.
"Kamu lapar ngga? ucapnya sambil mengusap rambut panjang istrinya.
" Iya".
"Mau makan apa?
"Mas mau makan apa?
Laki-laki itu terdiam sebentar untuk berpikir.
" Mas".panggilnya.
Laki-laki itu pun langsung mendekati istrinya dan membisikkan sesuatu di telinga sehingga membuat wajah istrinya berubah menjadi merah seperti kepiting rebus lalu dia pun memukuli dada laki-laki itu dengan tangannya.
"Aduh sakit sayang".keluhnya.
" Biarin.Sudah tau istrinya lagi sakit masih sempat-sempatnya berpikiran mesum".
Laki-laki itu pun tertawa dan detik kemudian laki-laki itu mendekat ke arah istrinya lalu
Cup
Laki-laki itu langsung mencium lembut bibir istrinya itu dengan lembut.
__ADS_1
"Terima kasih telah istriku".ucapnya setelah ciuman itu terlepas.
Istrinya pun mengangguk.