Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
45.


__ADS_3

Sore telah berganti malam saat itu juga hujan datang dengan terdengarnya suara rintik-rintik hujan yang membasahi bumi.


Walaupun di luar hujan turun dengan lebatnya tapi keadaan di dalam sebuah kamar terasa sepi karena sepasang pengantin baru itu masih tidur terlelap.


Bahkan mereka tidak terganggu dengan suara derasnya air hujan. Pasangan itu masih berada di dalam mimpinya.


Jam menunjukkan pukul setengah tujuh Pramudya terbangun.Dia pun langsung bangun dan berjalan menuju kamar mandi untuk mandi karena waktu sholat magrib sedikit lagi habis.


Selesai mandi dan berpakaian dia pun melaksanakan sholat maghrib sendiri karena sang istri masih terlelap tidur sehabis meminum obat sore tadi.


Selesai sholat dan merapihkan alat sholat dia berjalan mendekati ranjang di mana istri cantiknya masih tertidur lelap.


Lalu dia pun duduk di samping istrinya,di rapihkan anak rambut yang menutupi wajah cantiknya,lalu dia mencium kening istrinya dengan lembut.


Di pandangi wajah istrinya dengan rasa bersalah tadi dia ingin meminta haknya padahal kondisi mental istrinya belumlah stabil, itu yang membuat istrinya menjadi ketakutan.


Kini dia sangat menyesal dengan sikapnya yang tidak sabaran.Hampir saja dia membuat istrinya down lagi.


Mengapa penyesalan itu datangnya terlambat.Laki-laki itu sangat menyesali semuanya.


Dalam hatinya berkata


"Mengapa aku begitu lama menemukannya?


" Seandainya aku lebih cepat mungkin traumanya tidak akan separah ini!.


Tanpa terasa dia pun menangis.


"Maaf!Maafkan aku!Maaf karena kita tidak cepat bertemu!


Perlahan-lahan Arlita membuka kedua matanya saat mendengar seseorang sedang menangis di dekatnya.


Dia melihat Pramudya yang sedang menundukkan kepalanya, laki-laki yang kini sudah menjadi suaminya itu sedang menangis.


Arlita bangun dan duduk berhadapan dengan suaminya. Di genggamnya kedua tangan suaminya itu.

__ADS_1


"Pram kamu kenapa?


Laki-laki itu hanya diam masih dalam keadaan menunduk.


Arlita langsung meraih wajah suaminya. " Lihat aku!


Pramudya melihat ke arah istrinya.


"Katakan padaku kamu kenapa?


" Aku.. aku minta maaf Ar, karena aku telah membuat trauma kamu kembali lagi".


"Kamu ngga salah Pram! Ini adalah kesalahan aku, semuanya ada di aku.Aku.. aku bahkan tidak tahu kalau rasa takut itu benar-benar menguasai hatiku, sampai..sampai sekarang pun aku tidak tahu apa penyebabnya."


"Aku hanya minta sama kamu satu hal jangan pernah bosan dengan keadaan aku yang sekarang, terus terang tadi itu aku benar-benar begitu takut! Aku takut kalau suatu saat nanti kamu bakalan ninggalin aku sama seperti ayahku".ucapnya sambil menangis.


Pramudya langsung memeluk tubuh istrinya, di usap-usap punggungnya dengan penuh kasih sayang.


" Aku tidak akan pernah meninggalkan mu! Aku cinta dan sayang sama kamu.Dari dulu sampai sekarang cinta ini tidak akan pernah berubah ,perasaan aku masih sama seperti dulu."bisik nya di telinga istrinya.


" Aku mau sayang".


Arlita tersenyum"Makasih ".


Laki-laki itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda "iya".


Tiba-tiba terdengar suara


Krucuk... krucuk (suara perut yang lapar)


" Aku lapar ".ucap istrinya sambil memegang perutnya.


Sebelum suaminya bicara lagi


Krucuk.... krucuk... (terdengar suara perut lagi).Kali ini suaranya dari perut suaminya.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua tertawa.


" Ternyata kamu juga lapar?Kok kita bisa kompak ya perut kita sama-sama lapar".


"Ini yang di namakan sehati sayang".


"Apa itu benar?


"Iya itu benar sayang.Sudah yuk kita makan dulu".ajak suaminya dan gadis itu mengangguk.


Mereka berjalan ke lantai bawah sambil bergandengan tangan.


Sampailah mereka dimeja makan. Di atasnya sudah tersedia nasi beserta lauk pauknya.Mungkin karena mereka terlalu lelah mengeluarkan air mata jadilah mereka makan dengan porsi yang sangat banyak.


Asisten rumah tangganya hanya tersenyum saat melihat kedua majikannya itu makan dengan sangat lahap.Hatinya sangat senang dan mendoakan kedua majikannya agar selalu bahagia.Lalu pergi meninggalkan ke dua majikannya yang sedang makan di meja makan.


"Alhamdulillah,perut aku sudah kenyang".ucap istrinya sambil mengusap-usap perutnya.


Suaminya tertawa. " Ya aku juga sudah kenyang banget."


"Aku tidak percaya kalau aku bisa makan sampai dua piring,biasanya kan tidak sebanyak ini".ucap istrinya tidak percaya.


" Mungkin karena yang menemani kamu makan laki-laki ganteng ".ujar suaminya sambil menaik turunkan alisnya.


"Ih kamu kok sekarang jadi pintar menggombal".


" Ah... ah.... ah.(tertawa).Asal kamu tahu aku cuma bisa menggombal di hadapan kamu aja, suer ".ucapnya.


" Masa!


"Itu benar sayang.Hanya kamu satu-satunya wanita yang pertama dan terakhir yang aku cintai ngga ada yang lain".


" Iya aku percaya".


Malam itu mereka mengisi waktu dengan belajar bersama sebelum mereka tidur untuk memulai hari esok yang lebih baik lagi.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2