
Sebulan kemudian
Arlita sedang duduk di meja riasnya, ibu muda itu sedang memakai make up nya.Tak jauh dari tempatnya kini duduk berdirilah sosok suami posesif nya yang kini sedang melihat ke arah nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Keduanya kini sedang berada di dalam kamar nya sedangkan si kembar kini sedang bersama kedua orang tuanya.
Mereka kini sedang bersiap-siap untuk menghadiri pernikahan orang tua Arlita.Setelah Arlita memberikan restu akhirnya kedua orang tuanya pun kembali rujuk.Ayah dan ibunya memutuskan untuk kembali rujuk untuk memberikan keluarga yang utuh untuk Faiz dan Mutia.
Arlita pun kini sudah memutuskan untuk berhijab dan suaminya pun langsung menyetujuinya karena itu adalah salah satu keputusan terbaik.
Kini Ibu muda itu sedang merapihkan hijabnya, setelah rapi dia pun bangun dari duduk lalu bertepatan dengan sebuah tangan melingkar di pinggang rampingnya siapa lagi pelakunya kalau bukan sang suami yang memeluknya dari belakang lalu menaruh kepala nya di bahu istrinya yang tertutup hijab.
"Cantik.Istriku sangat cantik".pujinya.
Istrinya pun tersenyum lalu mengusap kepala sang suami dengan lembut.
" Makasih suami ku atas pujiannya ".
"Yank".panggilnya.
"Iya".
" Sepertinya kamu harus mengganti panggilan kamu ke aku".
Istrinya masih terdiam tapi tangan kanannya masih mengusap kepala suaminya
"Yank kamu dengar aku ngomong kan? tanyanya lagi karena istrinya masih terdiam dan tak lama kemudian diapun bertanya
"Kamu mau aku panggil dengan panggilan apa?
Suaminya semakin mengeratkan pelukan nya karena dirinya merasakan begitu nyaman sat memeluk tubuh istri cantiknya itu.
" Panggil aku Mas atau Abang".
Istri nya mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau Mas aja kalau Abang nanti seperti abang-abang tukang bakso.Aku ngga mau memanggil dengan sebutan itu".
" Boleh juga sepertinya panggilan Mas itu bagus jadi aku suka".ucapnya di dekat telinga istrinya dan membuat tubuh Arlita menjadi sedikit geli.
Lalu dengan cepat Arlita mencoba melepaskan pelukan suaminya karena pasti suaminya itu akan melakukan sesuatu jadi untuk mengantisipasinya dengan cara melepaskan pelukan suaminya.Dan akhirnya Arlita pun berhasil melepaskan pelukan suaminya dan membuat wajah suaminya mendadak jadi lesu karena tidak mendapatkan apa yang dia mau.Arlita melihat wajah suaminya diapun hanya tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
"Sudah yuk nanti keburu acara nya selesai".ucap istrinya lalu menggenggam tangan suaminya dan mengajaknya keluar dari kamar.Dengan terpaksa akhirnya laki-laki itupun mengikuti istrinya.
Sampai di ruang keluarga kedua pasangan suami istri itu mendekati kedua orang tuanya yang kini sedang sibuk bercanda dengan kedua cucunya yang berada di dalam stroller.
" Sudah siap? tanya Ayah Pramudya saat melihat anak dan menantunya sudah berada di dekatnya.
"Sudah Yah".jawab keduanya berbarengan membuat wanita yang dari tadi tersenyum melihat kekompakan keduanya.
"Ayo kita berangkat nanti keburu selesai acaranya".ucap laki-laki paruh baya itu.
Mereka pun naik ke dalam mobil. Kedua wanita cantik berbeda generasi itu duduk di kursi penumpangnya bersama si kembar sedangkan Pramudya bertugas menjadi sopir dan Ayahnya pun duduk di sampingnya.
Kini mobil itu bergerak menuju keluar gerbang menuju jalan raya.
Tak lama mobil Alphard warna putih itu berhenti di sebuah rumah.Rumah itu di hias sangat indah dan itu membuat Arlita tersenyum melihatnya.Sang suami pun melihat istri nya di kaca spion.
" Kenapa sayang?
"Tidak apa-apa, aku hanya sedang mengingat sesuatu".
Wanita yang duduk di samping nya pun mengelus punggung menantunya itu dengan lembut lalu dia pun menoleh ke arah wanita itu lalu tersenyum.
" Tidak usah di ingat-ingat lagi karena kamu sudah saatnya untuk bahagia dan melupakan semuanya, oke".ucap Ibu mertua nya dan Arlita pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda iya.
"Terima kasih Bunda".
" Sama-sama sayang. Ayo kita turun ".
" Iya".
__ADS_1
Setelah menaruh si kembar di stroller ke empat orang itu masuk ke dalam rumah karena acara pernikahan nya akan segera di mulaii.
Acara pernikahan pun di mulai. Arlita dan Pramudya duduk saling berdampingan sedangkan kedua orang tua suaminya duduk terpisah,keduanya memutuskan duduk di luar ruangan saja karena untuk memberikan ruang cukup untuk si kembar .Kini keduanya sedang menjaga si kembar yang masih tertidur lelap di dalam stroller nya.
Kembali ke dalam ruangan.Arlita meneteskan air matanya saat terdengar suara sah.
Hatinya begitu bahagia akhirnya keluarganya yang dulu hancur kini sudah kembali utuh.
Rasa syukur terus di panjatkan dalam hati.
"Alhamdulilah".ucapnya sambil mengusap matanya yang basah.
Pramudya melihat ke arah istrinya dan dia melihat istrinya tiba-tiba menangis.
" Kenapa sayang?tanyanya sambil menghapus air mata istrinya.
"Aku tidak apa-apa".
" Kalau kamu tidak kenapa- kanapa terus mengapa menangis ".
Arlita menggenggam tangan suaminya lalu berkata
"Hari ini aku sangat bahagia Mas, aku bahagia".
" Aku senang mendengarnya,aku pun bahagia karena memiliki mu. I love you ".
" I love you to".
Kedua pasutri itupun tersenyum lalu mereka berdua berpelukan dan membuat seseorang pun berdehem.
"Kalian itu seperti pengantin baru saja".celetuknya dan membuat pasutri itupun melihat kearah seseorang yang berduduk tidak jauh dari mereka.
" Siapa".
bersambung
__ADS_1