Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
57


__ADS_3

Kegelisahan mereka pun seketika hilang saat di depan rumah terdengar suara deru mobil. Wajah keduanya menjadi lebih sedikit lebih tenang.


"Alhamdulillah".ucap ibunya sambil tersenyum.


" Itu pasti mobil kakak, biar Faiz yang bukain pintunya".ucapnya langsung berjalan menuju pintu lalu membukanya tampaklah sebuah mobil sport merah milik sang kakak iparnya sudah terparkir di halaman rumah.


"Akhirnya sampai juga".ucap Arlita sambil tersenyum.


Pramudya sangat senang saat melihat istrinya tersenyum dan membuat istrinya semakin cantik.


"Kamu jangan keluar dulu biar aku bukain pintunya dulu".


" Iya".ucap istrinya menurut.


Pramudya keluar dari mobilnya dan berjalan memutar untuk membuka pintu mobil untuk istrinya.Pintu pun di buka tampaklah sosok cantik yang keluar dari dalam mobil.


"Jalan hati-hati ingat loh kamu sedang hamil".ucap suaminya memperingatkan.


"Iya suami ku sayang".ucap istrinya dan itu membuat suaminya salah tingkah sampai terbang rasanya.


" Aku senang dengarnya sayang, sering-sering panggil aku dengan sebutan seperti itu".


Istrinya hanya tersenyum dan berjalan mendekati ibu dan adik laki-lakinya.


"Assalamualaikum bu".salamnya sambil mencium tangan ibunya dengan takzim.


Laki-laki itu pun melakukan hal yang sama yaitu mencium tangan ibu mertuanya dengan takzim.


" Waalaikumsalam. Alhamdulillah akhirnya kalian sampai juga".


"Maaf bu tadi kami mampir dulu ke supermarket jadi agak lama datangnya".Arlita menjelaskan sambil merangkul tangan ibunya.


Faiz mendekati kakak iparnya dan mereka bersalaman.


"Gimana kabarnya kak?


" Alhamdulillah kami baik Iz.Kamu sehat?


"Alhamdulillah kak Faiz sehat".


" Alhamdulillah ".

__ADS_1


Di saat mereka berdua sedang asyik mengobrol istri cantiknya memanggilnya.


" Pram kamu sudah turunin belanjaannya?tanya sang istri yang kembali mendekatinya karena suaminya belum masuk ke dalam rumah.


"Oh iya aku sampai lupa, sebentar aku turunin dari mobil kamu masuk aja duluan.Ingat jangan lari-lari nanti jatuh".


" Iya. Aku masuk duluan ".ucap istrinya lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


Pramudya melangkah ke arah mobilnya dan membuka bagasi mobilnya.


Faiz mendekati kakak iparnya dan membantunya membawa semua belanjaannya.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah dan menaruh semua belanjaannya di atas meja pantry lalu melangkah menuju ruang nonton tv di mana istri, ibu dan Mutia sedang menonton tv bersama.


Ke dua laki-laki itu mengambil tempat untuk mereka duduk.Pramudya memilih duduk di samping sang istri dan Faiz memilih duduk dekat adik nya yang sibuk mengunyah cemilan ringan.


"Kalian sudah makan belum? tanya sang ibu.


"Makan sih belum tapi kalau jajan cemilan udah".


"Kalau begitu ibu angetin lauk dulu tadi sudah dingin".kata sang ibu sambil melangkah ke arah dapur.


"Oke".


Ke empat orang itu kembali fokus menonton tv hingga akhirnya suara sang ibu memanggil mereka untuk makan.


Setelah makan mereka kembali duduk di ruang santai untuk mengobrol.Melihat keadaan putrinya sekarang membuat sang ibu pun bahagia, senyuman itu sudah terlihat dari sudut bibirnya.


"Nak Pram terima kasih karena sudah menjaga anak ibu".


" Tidak usah terima kasih bu,ini sudah kewajiban saya sebagai suaminya untuk membuat putri ibu bahagia dan merasa nyaman saat berada di dekat saya".


"Iya ibu tau itu kamu adalah suami yang bertanggung jawab dan sayang sama putri ibu".


Arlita yang mendengarkannya menjadi terharu.


Ibunya melihat ke arah putri sulungnya yang tersenyum kepadanya.


"Setelah lulus mau kuliah di mana kak? tanya sang ibu.


" Sepertinya kakak ngga kuliah dulu".

__ADS_1


Ibunya terkejut"Kenapa kok ngga kuliah?


Gadis itu terdiam.


"Karena Arlita sedang hamil bu".ucap Pramudya .


Ibu dan kedua adiknya terkejut setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Pramudya.


Ibunya langsung memeluk putri sulungnya dengan sayang.


" Selamat ya kak, ibu senang mendengarnya".ucap ibunya dengan mata basah karena menangis.


"Makasih bu".


" Alhamdulillah akhirnya Mutia bakalan punya adik bayi, hore".ucapnya senang.


"Iya kamu benar Tia nanti kita ajak main bareng".


" Benar kak Faiz nanti kita ajakin main sama kita".


Faiz pun mengangguk.


"Boleh ya kak".


" Iya boleh".


"Asyik".sorak kedua adiknya membuat Arlita, Pramudya dan Ibunya tersenyum.


" Kamu sudah periksa ke Dokter kak?tanya sang ibu.


"Sudah bu usia kehamilan Lita sudah empat minggu".Pramudya menjawabnya.


" Jaga kesehatan kakak ingat sekarang ada nyawa di dalam sini".ucapnya sambil mengelus perut putri sulungnya.


"Iya bu,makasih sudah ingatkan kakak".jawab Arlita sambil memeluk ibunya.


" Iya sama-sama kakak sayang".


Pramudya,Faiz dan Mutia yang melihatnya menjadi terharu dan sekaligus bahagia ternyata kehadiran calon anggota baru telah membuat suasana menjadi lebih hangat dan harmonis.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2