
Sudah dua hari Arlita dirawat di rumah sakit kini dirinya benar-benar mulai merasakan sedikit bosan, terlebih rasa rindu kepada kedua anak kembarnya semakin membuat nya tidak nyaman.
"Kapan aku bisa pulang?
Aku benar-benar rindu sama Hemy dan Hema".batinnya berkata.
Ibu hamil itu kini hanya bisa terdiam sambil membuka handphonenya dan membuka galeri di mana banyak foto kedua anak kembarnya di sana.
Usapnya layar handphone di mana foto kedua anaknya berada dan tanpa terasa diapun menangis.
"Mamah kangen kalian".gumamnya hanya dalam. hati.
Di saat Ibu muda itu sibuk dengan pikiran nya sendiri, seseorang kini sedang berdiri di dekat ranjang tempatnya kini sedang terduduk sambil memegangi handphonenya.
" Sayang ".panggilnya.
Wanita itupun melihat ke arah seseorang yang memanggilnya dan dia pun melihat sosok suaminya yang sedang menatapnya.
" Mas".panggilnya sambil menghapus air mata yang menetes di kedua pipinya.
"Kenapa menangis?tanyanya dan wanita itupun menundukkan kepalanya sambil kembali terisak.
" Sayang ada apa? tanyanya lagi sambil memeluk tubuh istrinya yang kembali menangis.
"Maaf jika sikap aku telah menyakiti mu?
Wanita itupun menggelengkan kepalanya tanda tidak lalu mendongakkan kepalanya dan menatap mata suaminya dengan perasaan yang tidak dia mengerti.
" Ada apa?
"Aku kangen".rengeknya dan langsung kembali memeluk tubuh suaminya itu dengan erat.
Laki-laki itu hanya bisa terdiam saat mendengar ucapan istrinya barusan. Padahal dalam hatinya laki-laki itu begitu bahagia mendengar ungkapan hati istrinya.
__ADS_1
" Mungkin ini adalah salah satu akibat dari hormon kehamilan yang membuat sikap istrinya bisa berubah-ubah."pikir nya dalam hati.
Laki-laki itu kini sudah mulai belajar dari pengalaman di mana di kehamilan yang pertama istrinya terlihat begitu lebih santai tapi kali ini tubuh istrinya sedikit terlihat lebih lemah dari kehamilan pertama nya itu membuat laki-laki itu semakin belajar dan menekankan dirinya bahwa akan menjadi suami sekaligus Ayah yang siap siaga.
Laki-laki itu kini sudah bisa belajar menahan emosi dan dirinya mencoba untuk lebih bersabar menghadapi sikap istrinya yang berubah-ubah sesuai dengan moodnya.
"
"Mas ngga kangen sama aku? tanyanya dan membuat laki-laki itupun tersadar dari lamunannya.
" Ah.. apa?
"Mas melamun ya? tanyanya sedikit kesal.
" Maafin Mas ya, tadi Mas sedikit melamun".katanya jujur.
Wanita itu terdiam dan membuat laki-laki yang memeluk nya itupun sedikit merasa bersalah.
Ya, laki-laki itu kembali melihat wanita yang di cintainya itu kembali menangis di pelukan nya dan laki-laki itupun merasakan kaosnya sedikit basah.
" Sayang!Maaf jika aku ada salah sama kamu!Katakan apa yang harus aku lakukan untuk bisa membuatmu kamu berhenti menangis? tanya nya sedikit frustasi menghadapi mood wanita hamil yang sering berubah-ubah.
Karena tidak ada sahutan dari wanita yang berada di pelukan nya itu Pramudya pun terdiam tapi tangannya dengan lembut masih mengusap-usap punggung istrinya.
Sejenak keduanya pun terdiam dengan pikiran masing-masing hingga tiba-tiba wanita istrinya melepaskan pelukan nya dan dia pun membaringkan tubuhnya di tempat tidur dengan posisi miring membelakangi suaminya.
Pramudya pun hanya bisa bersabar melihat tingkah mengemaskan istrinya seandainya saja wanita yang ada di atas ranjang itu tidak sedang sakit mungkin dirinya sudah memakannya.Tapi itu hanya ada di pikiran saja.
Di saat dirinya sibuk dengan pikirannya tiba-tiba dia mendengar suara istrinya
"Mas!panggilnya tanpa berbalik.
"Iya sayang".
__ADS_1
"Peluk".
Laki-laki itupun terkejut mendengar ucapan istrinya barusan.
" Mas".panggilnya lagi.
"Iya sayang".jawabnya masih dalam posisi berdiri di samping ranjang.
"Naik ke sini, tidur di samping aku!Aku mau tidur di peluk kamu".pintanya dengan sedikit manja.
" Tapi ranjangnya sempit sayang nanti kamu kesempitan ".
" Bisa kok".katanya lalu dia oun bergeser sedikit agar ada tempat untuk laki-laki tidur di samping nya.
Laki-laki itupun akhirnya tanpa kata lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping istrinya.Wanita itupun tersenyum lalu berbalik dan langsung memeluk tubuh suaminya sambil menenggelamkan kepalanya di dada bidang suaminya dengan tangannya yang tidak ada jarum infusnya itu bergerak mengusap-usapnya dan membuat laki-laki sedikit merasakan sesuatu yang berada di bawah sana menjadi tegang.
"Sayang jangan mancing-mancing deh".
"Memangnya aku melakukan apa? tanyanya tampak acuh.
" Kamu telah membuat adik aku bangun sayang ".ucapnya sambil menahan gairah.
" Maaf aku lupa, Mas kan lagi berpuasa ya!
Laki-laki itupun hanya bisa terdiam dan mencoba menahan gairahnya.
"Itu kamu tau".
Istrinya pun hanya tertawa kecil dan dia pun kembali memeluk tubuh suaminya yang sudah membuat nya candu.
bersambung
"
__ADS_1