
Hari minggu pun tiba tiba di mana akan di adakan acara aqiqah untuk si kembar yang di adakan di rumah mereka sendiri.
Semuanya ikut membantu mulai dari keluarga dan para sahabatnya.
Acara aqiqah akan di mulaii dengan acara pengajian terlebih dahulu dan setelahnya akan di lanjutkan dengan acara santunan untuk anak-anak yatim piatu dan juga para dhuafa.
Suasana di dalam rumah sudah terlihat ramai dengan kedatangan para tamu dan di sambut dengan senyum dan rasa bahagia karena kehadiran mereka dan mendoakan si kembar agar menjadi anak yang soleh dan soleha.
Di dalam kamar.
Arlita sedang memoles wajahnya dengan bedak.Dia menghias wajahnya dengan riasan yang sangat tipis tapi memang dasarnya wajahnya Arlita sudah cantik secara alami walaupun tanpa polesan apapun.
Pramudya semakin di buat frustasi saat melihat wajah istrinya yang sangat begitu cantik dan itu semakin membuatnya tidak ingin mengajaknya keluar kamar karena takut istrinya itu akan di goda oleh laki-laki lain.
"Kenapa sih musti dandan sih yank? tanyanya dengan wajah sedikit frustasi.
Wanita yang sedang memakai lip balm itupun berhenti dan melihat wajah suaminya dari balik cermin.
"Memangnya kenapa sih sayang?
" Aku takut ada yang akan mengambil milikku ".
" Maksudnya?
Pramudya mendekati kursi di mana istrinya kini sedang terduduk lalu tanpa aba-aba laki-laki itu membungkuk dan mendekati bibir wanitanya dan
__ADS_1
Cup
Sebuah ciuman mendarat di bibir ranum istrinya.Laki-laki itu menekan tengkuk istrinya dan membuat istrinya tidak bisa menolaknya.
Setelah puas menciumnya laki-laki tersenyum
"Nah ini baru cantik" pujinya sambil mengusap sisa saliva di bibir istrinya dengan jari jempolnya.
Istrinya hanya cemberut dengan wajah sedikit kesal kepada suaminya yang telah merusak riasannya.
"Uh kesel,lip balm aku jadi hilangkan".ucapnya sambil mengusap bibirnya.
"Tapi cantikan begini sayang".
" Kamu tuh kenapa sih sering banget buat aku kesal?
"Aku takut kehilangan kamu sayang,apalagi jika ada laki-laki lain yang mengagumi kecantikan kamu. Terus terang aku bisa gila".
Arlita mengusap-usap punggung suaminya.
" Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Kamu sekarang ini adalah suamiku sekaligus cinta pertama bagiku.
Aku bukan tipe wanita yang cepat jatuh cinta setelah melihat hubungan kedua orang tuaku yang tidak harmonis membuatku trauma dan aku mengalami Depresi.
Jadi percayalah hidupku hanya untuk mu dan anak-anak kita".ucapnya menjelaskan dan membuat wajah suaminya yang putih bersih itu berubah menjadi bersemu merah itu terlihat saat pelukan mereka terlepas. D
__ADS_1
"Terima kasih telah menjadi suami ku, kamu adalah laki-laki yang begitu sabar menghadapi sifat ku yang sangat keras kepala ini".
Pramudya mengambil kedua tangan istrinya lalu diapun langsung mendarat kan sebuah ciuman dipunggung tangan istrinya secara bergantian.
" I love you suami ku ".
" I love you to istri ku".
Mereka berdua pun langsung tersenyum lalu setelahnya keduanya pun tertawa kecil.Keduanya hanya menggelengkan kepalanya saat keduanya mengingat kejadian yang sangat memalukan tadi.
"Kita berdua seperti ABG saja padahal kita berdua sudah mempunyai buntut mana buntutnya dua.
Istrinya pun tersenyum.
" Iya kamu benar yank".ucapnya dengan tertawa kecil.
Tiba-tiba ibu muda itu teringat kalau tidak belum memakai kerudung dan bergegas mengambil kerudung lalu dia pun memakainya.
Arlita memakai kerudung instant
agar lebih mudah untuk nya, apalagi ini adalah pertama kalinya dia berhijab setelah menikah.
Pramudya melihat istrinya kini sudah rapi dengan kerudung nya. Kini istrinya sudah belajar memakai kerudung dengan baju gamis dan semakin membuatnya terlihat sangat cantik.
"Cantiknya istri nya Pramudya".puji suaminya dengan tatapan penuh cinta dan istrinya hanya tersipu mendengar pujian suaminya.
__ADS_1
bersambung