Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
107


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 5 subuh terdengar suara ocehan bayi, suara yang semakin lama semakin terdengar jelas dan tiba-tiba sesuatu menyentuh wajahnya dan


Bruk


Pramudya langsung membuka kedua matanya saat merasakan pukulan tepat di wajahnya.Rasanya dia ingin memarahinya tapi saat melihat sosok yang barusan memukul wajahnya mendadak dia pun tersenyum.


"Anak papah sudah bangun".ucapnya saat melihat kedua bayi nya sedang bermain di dekatnya ke dua bayi nya sibuk memainkan kedua tangan dan kedua kakinya.


Arlita hanya tersenyum melihat suaminya yang terbangun karena pukulan si tampan.


" Sayang meraka sudah bangun dari tadi? tanyanya lalu ikut bermain dengan kedua buah hatinya.


"Ya sebelum subuh mereka berdua bangun.Lebih baik kamu mandi setelah itu sholat subuh dulu nanti keburu habis waktunya".


" Baiklah".


Pramudya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Arlita menyiapkan baju koko dan kain sarung juga menggelarkan sajadah untuk suaminya sholat.


Pramudya keluar dari mandi dan memakai pakaian yang telah di siapkan oleh istrinya.Setelah itu dia pun melaksanakan sholat subuh hanya sendirian.


Arlita membersihkan ke dua bayi kembarnya secara bergantian untung saja kedua bayi nya tidak rewel jadi ibu muda itu tidak terlalu repot mengurus keduanya.


Di saat ibu muda itu sedang sibuk,seseorang yang dari tadi melihatnya dengan penuh cinta.


Dirinya memperhatikan istri cantiknya sama sekali tidak kerepotan mengurus ke dua bayi kembar mereka.


"Kamu benar-benar istri dan ibu yang sangat hebat bidadari surga ku aku sungguh-sungguh sangat beruntung memiliki mu".ucapnya dalam hati.


Setelah melipat sajadah dan mengganti baju koko serta kain sarung nya dengan pakaian santai dia mendekati istri dan kedua bayi kembarnya dan ikut bergabung bermain di atas tempat tidur


" Papah datang".ucapnya setelah sampai.


Arlita hanya tersenyum saat suaminya itu langsung mengajak si sulung bercanda terdengar suara celotehan darinya.


"Mereka menggemaskan ya sayang".


" Iya".jawab istrinya sambil ikut bermain dengan bayi perempuan nya.

__ADS_1


"Sayang".


"Ya".


" Kamu tidak capek mengurus si kembar?


"Tidak.Justru sebaliknya aku sangat senang sekali".


" Boleh aku tau dari mana kamu belajar mengurus bayi?


Arlita terdiam sambil melihat kepada kedua bayinya.


"Dulu sewaktu Mutia bayi aku yang mengasuhnya karena ibu sakit parah dan tidak bisa mengurusnya,oleh sebab itu aku bisa merawat bayi."


Suaminya pun mengangguk paham dan dia pun tidak lagi membicarakan nya untuk menjaga perasaan istrinya dan itu bisa membuat trauma yang di alaminya akan kambuh lagi.


"Istri ku wanita hebat".pujinya dan membuat wajah istrinya merona merah karena mendapatkan pujian dari suaminya.


" Makasih atas pujian nya suamiku".


"Sama-sama istri ku".


" Aqiqah oh iya aku sampai lupa.Kira-kira kapan kita adakan acara aqiqah nya".


"Bagaimana kalau hari minggu kebetulan semua nya libur jadi mereka semuanya bisa datang".


" Aku setuju. "


"Aku ingin mengadakan pengajian dan pemberian nama untuk si kembar juga sambil berbagi kepada anak-anak yatim piatu bagaimana?


" Aku setuju jadi lakukan lah tapi jangan sampai kecapean nanti kamu sakit".


Istrinya pun mengangguk iya.


Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


Tok... tok... tok


Keduanya melihat ke arah pintu.

__ADS_1


"Biar aku saja yang buka pintunya".ucapnya kepada istrinya dan istrinya pun mengangguk.


Pintu pun terbuka terlihat lah kedua wanita paruh baya sedang tersenyum.Tanpa di suruh keduanya langsung masuk ke dalam dan mendekati tempat tidur di mana kedua cucu kembar mereka sedang bermain di atas nya.


"Pagi cucu kembar oma dan nenek".ucap kedua nya.


" Pagi oma dan nenek ".Arlita menyahuti nya.


" Bagaimana semalam mereka rewel ngga? tanya ibunya.


"Alhamdulilah tidak ibu".


"Alhamdulilah".


Lalu keduanya langsung menggendong cucu kembar mereka.


" Kami mau ajak mereka untuk berjemur".ucap sang Bunda sambil berjalan keluar kamar di ikuti oleh besannya.


"Ya".


Setelah keduanya pergi kini di kamar itu hanya tinggallah Arlita dan Pramudya yang sama-sama masih terdiam.


" Sepi deh".ucap Pramudya.


"Iya".


" Kita harus program lagi sayang".


"Program apa?


" Program buat anak lagi".ucap suaminya dan itu membuat istrinya terkejut dengan ucapan suaminya lalu mencubit perutnya.


"Sakit sayang".


"Biarin".jawab istrinya kesal sambil berjalan menuju kamar mandi dan menutup pintunya dengan kencang.


" Brak".


Suaminya hanya bisa mengusap-usap dadanya karena terkejut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2