
Setelah pembicaraan antara anak dan Ayah itu selesai kini keduanya telah kembali ke ruangan di mana semua anggota keluarganya berkumpul.
Arlita duduk di samping suaminya dan Ayahnya pun kini sudah duduk kembali di sofa di mana sebelumnya laki-laki itu tadi duduk.
"Bagaimana tadi pembicaraan kamu sama Om Mahesa lancar ngga? tanya suaminya sambil berbisik di telinga sang istri.
"Lancar tapi mulai sekarang kamu panggilnya jangan Om lagi sekarang kamu sudah aku izinkan untuk memanggilnya dengan sebutan Ayah".
Suaminya tersenyum senang mendengar ucapan istrinya lalu dia pun mengangguk.
" Baiklah istri ku".
Istrinya tersenyum mendengar suaminya memanggilnya seperti itu.
Suasana kembali ramai saat si kembar sudah mulai kembali membuka ke dua matanya. Keduanya begitu anteng dan tidak menangis karena mulut keduanya sedang mengisap susu dari dalam dot yang sudah berisi ASI.
Saat semuanya sedang bersantai tiba-tiba seseorang mendekatinya
"Maaf Mba saya mengganggu".
" Ada Mbok?
"Di luar ada tamu Mba".
"Siapa Mbok?
"Mba Tea dan Mba Gea terus sama ada dua laki-laki".
"Terima kasih Mbok nanti kami berdua menemuinya".
Wanita tua itu pun mengangguk lalu berpamitan dan kembali berjalan ke arah dapur.
Arlita dan Pramudya langsung saling tatap lalu keduanya pun tersenyum.Keduanya pun menuju ke ruang tamu setelah berpamitan kepada semua orang yang berada di ruangan itu.
"Hai bestie".ucapnya setelah sampai di ruang tamu.
Kedua gadis yang sedang duduk di sofa langsung berdiri dan mereka saling berpelukan.
__ADS_1
"Kita kangen banget sama elo".
" Sama gue juga".ucap Arlita lalu ketiganya pun mengobrol seakan-akan lupa dengan ketiga laki-laki yang berada di sana.
"Kita seperti patung ya".gumam Teo dan di angguki sama Gio sedangkan Pramudya hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil.
" Selamat ya bro atas kelahiran si kembar dan maaf kami baru bisa datang sekarang biasa sibuk sama kuliah ".ucap Gio sambil minum.
" Iya ngga apa-apa yang penting kan sekarang kalian sudah datang".
"Boleh ngga kita si kembar? tanya Teo.
" Tentu saja boleh tapi elo berdua bawa kado buat kedua anak gue?
Kedua pemuda itu di buat melongo saat mendengar pertanyaan itu dan begitu juga Tea dan Gea yang masih terkejut dengan ucapan Arlita yang sedikit agak aneh menurut mereka.
"Kenapa kok kalian berdua diam?
Atau jangan-jangan kalian datang kesini ngga bawa apa-apa?
Pramudya langsung mendekati istrinya dan berusaha untuk tidak berkata seperti itu lagi.
"Loh memang nya kenapa?
" Ngga baik sayang ".
Tiba-tiba Arlita tertawa dan membuat suami dan ke empat sahabatnya terkejut.
" Ta elo ngga sakit kan? tanya Gea sedikit khawatir melihat Lita yang tiba-tiba tertawa.
Arlita mengusap matanya terlihat berair karena tertawa.
"Wajah kalian lucu banget tau,ternyata bisa-bisanya gue kerjain".
" Ah ternyata kita kena
Frank."ucap semuanya dan mereka kembali lagi duduk di sofa masih dalam keadaan lemas karena takut terjadi apa-apa dengan Ibu muda itu.
__ADS_1
Pramudya langsung memeluk tubuh istrinya dan mencium keningnya lama.
"Jangan begitu lagi, sumpah aku benar-benar takut sayang".
Arlita menatap wajah suaminya lalu tangannya mengusap wajahnya
" Maaf".
"Aku maafin".ucapnya dan langsung memeluk tuduh istrinya lagi dan membuat kedua pasangan yang sedang duduk di dekat mereka menjadi sedikit tidak nyaman.
" Hem....
"Duh yang sudah halal".ledek Tea.
Kedua pasutri pun menjadi salah tingkah.
" Sorry. Makanya kalian berdua cepat nikah seperti kita".
"Do'ain aja mudah-mudahan kita berdua bisa segera menyusul kalian married".ucap Gea.
" Aamiin gue do'ain semoga kalian cepat married.Apalagi ngikutin jejak kita yang terkena dampak dari Ciloks".
Semuanya mengerutkan keningnya juga termasuk suaminya sendiri karena mendengar kata Ciloks.
"Ciloks?Itukan bukannya makanan yang ditusuk pake lidi terus di beri bumbu kacang atau saos terus hubungan Ciloks sama kita apa?tanya suaminya dengan wajah sedikit bingung begitu juga dengan para-para sahabat-sahabatnya.
Arlita tersenyum.
"Kalian mau tau?
Semuanya pun mengangguk.
" Ciloks itu singkatan dari cinta lokasi Sekolah ".jawabnya sambil tertawa puas mengerjai sahabat-sahabatnya dan juga suaminya.
Dari dari balik tirai seseorang tersenyum lalu mengusap air mata yang sedari tadi membasahi di kedua pipinya.
Ada perasaan hangat di hatinya dan dia pun hendak berbalik lalu terlihatlah seseorang di hadapan nya.
__ADS_1
"Terima kasih karena telah kembali dan membuat putriku bahagia".
Laki-laki itupun mengangguk.