
Di rumah Arlita yang kini sedang sibuk menelpon ibunya,dia hanya ingin memastikan bahwa ibu dan kedua adiknya dalam keadaan baik-baik saja tapi entah mengapa sampai sekarang hatinya masih tetap sedikit gelisah.
Di saat dia sedang sibuk dengan pikiran nya sendiri, tiba-tiba dia mendengar suara mobil di luar rumah lalu dia pun mengintip dari jendela guna memastikan siapa yang datang.
Dia pun berjalan keluar rumah setelah memastikan siapa yang datang ternyata ke dua sahabatnya Gea dan Tea.
Mobil itu pun berhenti lalu keluarlah dua orang yang di kenalnya sedang berjalan ke arahnya sambil tersenyum senang dan menenteng dua plastik besar berisi makanan ringan dan buah-buahan.
"Hai bumil".sapa ke dua nya berpelukan bergantian sambil cipika-cipiki.
" Hai,ayo masuk".balasnya sambil melangkah masuk ke dalam rumah di ikuti ke dua sahabat nya menuju ruangan untuk menonton tv.
Ke tiganya pun duduk santai menonton tv bersama sambil memakan cemilan yang di bawa oleh sahabatnya tadi.
"Kok ngga kabarin gue kalau kalian mau main ke sini".
"Sengaja biar surprise.Lagian kita ke sini nya juga dadakan ngga ada rencana".
"Maksudnya".
" Tadi laki lo yang telpon gue agar datang kesini bersama Tea katanya lo lagi sendirian di rumah.Laki lo takut kalau elo kenapa-kenapa sebab kata laki lo elo itu dalam keadaan tidak baik-baik saja, gitu".
"Oh gitu. Tapi makasih ya kalian udah datang ke sini?
"Sama-sama.Lagian kita berdua memang udah kangen banget sama elo pengen main ke sini tapi masih sibuk karena ngurus buat masuk kuliah".ucapnya sambil memakan cemilan nya.
Arlita tersenyum dan berjalan ke dapur untuk membuat minuman untuk mereka bertiga.
Tea membantu membawa minuman yang sudah di buat oleh Lita ke tempat mereka menonton tv.
Lita dan Tea duduk kembali dan memakan cemilan sambil menikmati film drama Korea favorit mereka bertiga.
"Ta gue boleh tanya sesuatu ngga? tanya Gea.
Arlita melihat ke arah Gea.
"Elo mau tanya apa?
__ADS_1
" Sebenarnya perasaan elo sama bokap lo tuh gimana?
Arlita terdiam itu membuat Gea menjadi tidak enak takut sang sahabat menjadi tersinggung lalu buru-buru dia pun berkata lagi
"Maaf ya Ta kalau pertanyaan gue menyinggung perasaan elo jadi tidak usah di jawab aja".
" Ngga apa-apa kok,gue ngga tersinggung.Gue akan jawab,
sebenarnya sih gue itu sudah lama memaafkannya tapi entah mengapa masih ada sedikit rasa kecewa dalam hati gue jadi gue masih perlu waktu untuk bisa menerima nya kembali entah sampai kapan gue juga ngga tau".
"Pelan-pelan saja nanti juga elo pasti bisa memaafkan nya".ucap Tea sambil memeluk Arlita.
" Sudah, sudah lebih baik sekarang kita bersenang-senang mumpung laki elo ngga ada gimana kalau kita membuat sesuatu tapi mau buat apa?tanya Gea bingung.
"Gimana kalau elo berdua bantuan gue masak".
"Oke, ayo kita masak.Elo ajarin kita berdua masak, kan kita berdua ngga bisa masak. "kata Gea dan di angguki Tea.
" Siap. Ayo kita masak ".ajak Arlita sambil melangkah menuju dapur di ikuti kedua sahabatnya.
Sementara itu di tempat berbeda Pramudya sudah sampai di rumah ayah mertuanya dan sekarang dia sedang mengecek cctv di rumah mertuanya.
Hampir setengah jam dia menghabiskan waktu untuk mengeceknya dan dia pun menemukan bukti siapa yang telah membuat mobil ayah mertuanya blong dan menyebabkan kecelakaan.
"Bagaimana mas sudah keliatan orang yang merusak mobil tuan?
" Sudah pak,bapak tau siapa wanita ini? ucap Pramudya sambil menunjuk ke arah wanita dalam cctv.
Laki-laki itu pun melihat ke arah menantu sang majikan.
"Wanita ini adalah mantan istri tuan mas".
Pramudya mengangguk mengerti.Dia pun mengambil video cctv itu dan membawa nya sebagai bukti di kepolisian.
" Pak saya mau pergi ke kantor polisi untuk memberikan bukti ini jadi selama ayah mertua saya masih di rawat di rumah sakit tolong jaga keamanan rumah ini".
Satpam yang bertugas menjaga rumah itu pun mengangguk.
__ADS_1
"Baik mas".
" Terima kasih pak, saya permisi dulu. Assalamualaikum ".
" Waalaikumsalam, hati-hati mas."
"Iya".ucap Pramudya sambil masuk ke dalam mobil dan mobil pun bergerak pergi meninggalkan rumah ayah mertuanya.
Kini Pramudya menuju kantor polisi dan melaporkan tentang rencana pembunuhan ayah mertuanya lalu menyerah kan video cctv sebagai barang bukti kejahatan yang di lakukan oleh mantan istri ayah mertuanya.
Sehabis dari kantor polisi dia pun kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan ayah mertuanya.
Sampai di rumah sakit dia pun langsung menuju ruangan inap mertuanya.
"Assalamualaikum".salamnya.
" Waalaikumsalam ".balas ayah mertuanya.
Pramudya mencium tangan ayah mertuanya dengan takzim.
"Apa dugaanku benar yang merusak mobil adalah mantan istri ku?
Pramudya mengangguk.
" Om benar dan saya sudah melaporkan nya kepada polisi jadi om bisa tenang sekarang."
"Terima kasih Pramudya kamu sudah sangat baik sama saya sekarang lebih baik kamu pulang kasihan putri ku menunggu mu di rumah".
" Baiklah, saya akan pulang. lagi pula om ada yang berjaga di sini".
"Assalamualaikum".
" Waalaikumsalam ".
Pramudya pun pergi meninggalkan rumah sakit dan pulang ke rumah menemui istri cantiknya.
bersambung
__ADS_1