Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
76


__ADS_3

Suasana tenang kini sedang di rasakan oleh kedua pasangan halal itu, keduanya kini sudah terbang jauh ke alam mimpi.


Keduanya kompak untuk tidak membahas tentang Faiz dan Mutia yang telah menjenguk ayahnya juga alasan keduanya yang meminta untuk pulang saat itu juga dan itu sempat membuat sang ibu menjadi bertanya-tanya ada apa dengan kedua anaknya.


Di kamar seorang anak laki-laki sedang duduk sambil menekuk kedua kakinya.Dia kini sedang menangis hatinya kembali terluka melihat sosok ayahnya yang kedua kalinya.


Selintas dia kembali mengingat tentang masa lalu di mana hidup ke dua orang tua nya yang sangat harmonis tapi tiba-tiba dia harus di hadapkan dengan kenyataan bahwa sang ayah telah berselingkuh dan meninggalkan mereka sewaktu mereka kecil.


Mereka masih membutuhkan sosok seorang ayah tapi sosok laki-laki itu pun menghilang bagai di telan bumi, tapi mengapa sekarang laki-laki itu tiba-tiba hadir lagi di kehidupan mereka yang sudah terbiasa hidup tanpa nya, tanpa kehadirannya karena sudah tergantikan dengan adanya sang kakak yang berjuang demi kelangsungan hidup hingga sekarang.


"Apakah aku bisa melupakan semua perjuangan hidup kakak?


" Apakah semudah itu melupakan semuanya?


"Sekarang ini sosok itu sedang berjuang antara hidup dan mati.

__ADS_1


Apa yang harus aku lakukan memaafkannya atau tidak?


Pertanyaan itu selalu saja muncul saat melihat sosok itu.


"Kenapa, kenapa hamba tidak bisa memaafkan nya ya Allah,hati hamba sakit melihatnya seperti itu tapi hati ini masih teramat sakit dan luka di hati hamba masih basah.


Apa yang harus hamba lakukan?


" ucapnya dalam hati tanpa terasa pemuda tanggung itupun menangis.


Sekilas wanita itu mendengarkan semua ucapan anaknya.Kini dirinya tau ternyata kalau selama ini putranya memendam kekecewaan yang sangat mendalam kepada ayahnya.


"Ternyata kamu telah melukai hati anak-anak mu Mas".ucap wanita itu dalam hati tanpa terasa dia pun menangis.


Dengan hati sedih wanita itu melangkah meninggalkan kamar anaknya dan kembali masuk ke dalam kamarnya dan di dalam kamar itu dia pun kembali menangis.

__ADS_1


" Maafkan kesalahan ibu anak-anak ku,kalau saja ibu tidak sakit mungkin keadaan keluarga kita akan baik-baik saja dan ayah kalian tidak akan berpaling dengan wanita lain.


"Maafkan ibu karena tidak bisa menjaga kalian, ibu bukan ibu yang baik untuk kalian.Andai saja kondisi ibu tidak sakit pasti ibu dan ayah kalian masih bisa bersama tapi kenyataannya kami malah memberikan hidup yang sangat-sangat tidak baik.


" Maafkan ibu nak".ucapnya sambil melihat foto ke tiga anak-anaknya.


Berulang kali dia mencium dan memeluk foto itu karena dirinya tidak bisa mengatakan nya langsung kepada ketiga anaknya.


Rasa bersalah karena sempat mengabaikan mereka setelah sang suami menceraikan lalu meninggalkannya telah membuat nya sedikit sok dan rasanya dia ingin sekali mengakhiri hidupnya saat itu juga.


Menyesal itulah kata-kata yang sekarang ada di hatinya, seandainya dulu dirinya cukup kuat mungkin saja kekecewaan anak-anaknya tidak akan sedalam ini".ucapnya menyesal.


Mulai hari ini dirinya berjanji akan menjadi ibu yang kuat untuk anak-anak nya.


Apapun keputusan yang mereka ambil tentang ayah anaknya dia akan menyerahkannya kepada mereka.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2