
Tanpa terasa pernikahan Arlita dan Pramudya sudah berjalan 2 bulan, mereka kini mulai mempersiapkan diri untuk ujian sehingga mereka pulang lebih awal.
Akhirnya mereka memutuskan ke sekolah Faiz karena mereka berdua ingin melihat sang adik yang sedang mengikuti lomba bola basket.
Kedatangan mereka untuk memberikan support untuk sang adik.Pertandingan itu pun di menangkan oleh tim sang adik dan itu membuat hati Arlita begitu senang melihatnya.Faiz pun mendekati kakaknya sambil tersenyum senang.
"Selamat ya Iz, kamu hebat".ucap sang kakak sambil memeluk sang adik.
" Makasih kakakku sayang".balasnya sambil melepaskan pelukannya dan menghampiri sang kakak ipar.
Keduanya bertos ria dan sang kakak iparnya mengucapkan selamat kepadanya."Selamat ya".
"Makasih kak".
Sebelum pulang, mereka bertiga menyempatkan untuk singgah di restoran kepunyaan Pramudya dan mereka makan siang bersama.
Selanjutnya Faiz pun memutuskan pulang takut sang ibu mengkhawatirkan dirinya yang belum pulang.Arlita memberikan paper back kepada adiknya untuk ibu dan adik perempuannya.
Karena Pramudya tidak bisa mengantarkannya jadinya dia pun naik ojek online untuk pulang.
Setelah adiknya pulang Pramudya mengajak sang istri ke dalam ruangannya karena dirinya ingin mengecek pekerjaannya yang kemarin tertunda.
Tapi langkah laki-laki itu berhenti ketika sang istri hanya diam di tempatnya.
"Ada apa sayang?tanyanya heran.
" Aku di sini dulu ya mau ketemu teman seperjuangan ".
Suaminya pun mengerti dan mengiyakannya.
" Baiklah tapi jangan lama-lama kasihan mereka sedang bekerja".
__ADS_1
"Siap bos hanya sebentar saja nanti kalau sudah selesai aku akan naik ke atas".
" Baiklah aku ke atas dulu".ucapnya sambil melangkah meninggalkan istrinya.
Arlita melihat suaminya sudah berjalan menjauh dia pun menuju pantry di mana teman-temannya sedang sibuk bekerja.
Matanya melihat dua sosok yang sedang di carinya.
"Icha, Bina".panggilnya.
Kedua orang yang di panggil itu pun menoleh dan mereka berdua berlari mendekati si sumber suara.
"Lita".ucap mereka berbarengan dan akhirnya mereka bertiga berpelukan.
"Gue kangen tau".kata icha.
" Iya gue juga".kata Bina
Ke dua sahabatnya itu sudah mengetahui kalau Arlita kini sudah menikah dengan bos mereka jadi otomatis Arlita kini sudah menjadi nyonya bos.
Mereka berbagi cerita dan tidak beberapa lama akhirnya Arlita memutuskan untuk keruangan suaminya karena tidak ingin mengganggu teman-teman yang sedang bekerja karena suasana restoran sekarang sedang ramai.
Arlita membuka pintu dan di lihatlah sang suami yang sedang sibuk di depan laptopnya.Dia menghampiri meja kerja suaminya.
"Sudah selesai kangen-kangenan nya? Tanya suaminya.
" Sudah, sebenarnya sih masih kangen banget aku masih pengen cerita banyak tapi aku ngga enak sama mereka berdua jadi ngga kerja gara-gara dengerin cerita aku".
Pramudya tersenyum.
"Sini duduk".titahnya sambil menepuk pahanya menyuruh istrinya untuk duduk di pahanya.
__ADS_1
Istrinya diam lalu dengan cepat suaminya menarik pinggang istrinya dan mendudukkan nya di pahanya lalu dengan reflek istrinya pun mengalungkan ke dua tangannya di leher suaminya.
" Kebiasaan".ucap istrinya terkejut.
"He.. he..habis kalau nungguin kamu lama sayang".
" Ya tapi bisa kan sehari saja jangan membuat aku terkejut nanti lama-lama aku bisa jantungan tau".
"Ya maaf ya sayang, sekarang cerita sama aku gimana ketemuannya terus apa saja yang kalian bicarakan".
" Kok lama-lama suami ku jadi kepo mau tau urusan perempuan ".
" Aku hanya sekedar ingin tau saja sayang ngga lebih".
Arlita memegang kedua pipi suaminya."Iya aku tau, lagian kami belum bisa cerita banyak mereka lagi sibuk karena banyak mengantarkan pesanan pelanggan".
"Berarti sahabat kamu itu tau tugasnya sayang".
" Iya jadi aku ke sini saja daripada ngerepotin mereka mendingan aku gangguin kamu".
"Dengan senang hati, aku senang di gangguin kamu apalagi kalau kita lakukan hal yang enak-enak pasti lebih asyik".
"Dasar suami mesum".
Suaminya tertawa dan itu membuat sang istri menjadi sedikit kesal dan hal itu pun tak luput dari pandangannya.Dia pun langsung mencium bibir istrinya.
Cup
" Jangan marah ya sayang kalau marah aku akan cium lagi".
Wajah istrinya merona karena malu.
__ADS_1
bersambung