Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
110


__ADS_3

Kedua pasangan suami istri itu kini sedang mendekati ibu dan bundanya untuk menggantikan menjaga si kembar yang kini sedang tertidur.Kedua bayinya tertidur pulas sekali di kasurnya,


seakan-akan keduanya tidak merasa terganggu dengan kebisingan dari banyaknya orang-orang di sekitar mereka.


"Si kembar tidurnya pulas banget ya yank".kata suaminya yang ikutan duduk di samping sang istri karena acaranya akan segera di mulai.


" Iya".jawab istrinya sambil tersenyum.


Setelah itu acara Aqiqah si kembar pun di mulai dengan acara pengajian terlebih dahulu di lanjutkan dengan acara potong rambut, pemberian nama untuk si kembar dan di tutup dengan acara santunan.


Kedua suami istri itu sepakat memberikan nama untuk si kembar.


Untuk si sulung yang laki-laki


meraka memberi nama


Hemy Jovandra Perdana


sedangkan untuk yang perempuan bernama


Hemalia Joana Perdana.


Semuanya pun senang saat mendengar nama untuk si kembar.


Terutama sang Ayah dari Pramudya yang sedari tadi terus melihat ke arah sang putra, ada rasa bangga melihat putranya telah menjadi kebanggaan untuk keluarganya.Senyum pun tak lepas dari wajah tuanya dan itu terlihat oleh istrinya.


Istrinya pun merasakan rasa kagum kepada Pramudya, putra tunggalnya kini telah menjadi sosok seorang papah muda yang sangat bertanggung jawab padahal jika melihat usia nya putranya masih terlalu muda untuk mengemban tanggung jawab tapi usia bukan suatu jaminan sebagai tolak ukur untuk mencapai kesuksesan seseorang, jika putranya begitu terlihat bahagia setelah menikah muda dan putra nya kini sudah membuktikannya bahwa dirinya sudah mampu untuk mengemban tanggung jawab yang begitu besar di usianya yang masih muda.


Wanita itupun berkata sesuatu kepada suaminya


"Apa sekarang Ayah bahagia melihat putra kita telah hidup bahagia? tanya sang istri.


" Tentu saja Ayah sangat bahagia.Memangnya Bunda tidak merasa bahagia melihat putra kita sekarang?


Istrinya pun tersenyum lalu menggenggam tangan suaminya

__ADS_1


"Sekarang ini Bunda sangat bahagia.Menantu kita adalah perempuan hebat karena kehadirannya telah memberikan kebahagiaan kepda putra kita dan itu membuat Bunda merasakan kebahagiaan yang tiada tara."


"Bunda benar kita sangat beruntung mempunyai menantu seperti Arlita".ucap suaminya dan istrinya pun mengiyakannya.


Acara kembali di lanjutkan dengan pemberian santunan.Kini pasangan suami istri itupun kembali sibuk untuk membagikan amplop kepada para penerima santunan setelah menyerahkan si kembar kembali di jaga oleh ke tiga Neneknya yaitu Ibunya sendiri, Bunda dan yang ketiga adalah Ibu Vira.


Acara pun akhirnya selesai dan lancar.Kini hanya tinggallah keluarga inti yang sekarang sedang berkumpul di ruang keluarga.


Arlita mendekati si kembar yang kini sedang sibuk bermain dengan kedua kaki yang sibuk menendang-nendang dan membuat semua orang yang berada di dekatnya ikut tersenyum melihatnya.


"Pengen cubit deh pipinya".kata Mutia.


" Jangan kak nanti kedua pipi adikku jadi jelek".ucap Bima sambil mencoba menghalangi Mutia untuk dekat dengan kedua adik kembarnya.


Mutia mengerucutkan bibirnya tanda kesal dan membuat orang yang melihatnya jadi ikut tertawa.


Arlita melihat ke arah Ayahnya yang sedari hanya diam.


"Sayang aku mau bicara sama Ayah aku sebentar".izinnya dan suaminya pun mengangguk mengiyakan karena istrinya sekarang ini membutuhkan waktu untuk bicara berdua dengan Ayahnya.


" Ayah".panggilnya.


Laki-laki itupun melihat ke arah Putrinya


"Iya".


" Apa bisa kita bicara berdua".


Ayahnya pun mengangguk.


Kini keduanya melangkah keluar menuju gazebo.Arlita berdiri di dekat kolam ikan sambil mengamati ikan koi yang sedang berenang ke sana kemari.


Laki-laki itupun juga ikut berdiri tidak jauh dari sang putri.


"Apakah Ayah masih mencintai Ibu?tanya Arlita tanpa menoleh.

__ADS_1


Laki-laki itu hanya terdiam sepertinya dia sedang berpikir sejenak dan tak lama dia pun berkata


"Mengapa kamu menanyakan hal itu?


" Aku hanya ingin memastikan saja".


"Kalau Ayah masih mencintai ibumu apa yang akan kamu lakukan?


Arlita melihat kearah Ayahnya.


" Rujuk lah kembali dan berikan kehidupan yang normal untuk kedua adik ku, berikanlah kebahagiaan untuk mereka berdua terutama Mutia.Adik kecilku itu hidup tanpa kasih sayang dari seorang Ayah.


Aku tau dalam hati kedua adikku masih membutuhkan kasih sayang kalian berdua jadi aku tidak ingin egois.


Mulai sekarang aku merestui jika Ayah dan Ibu rujuk kembali jadi aku mohon jangan kecewakan kami lagi karena ini adalah kesempatan terakhir yang aku berikan jadi aku berharap Ayah tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk ke dua kalinya. Biasakan Ayah mewujudkannya?


Berikanlah kebahagiaan untuk Ibu dan kedua adikku".


Laki-laki itupun mengangguk kepalanya.


"Terima kasih karena sudah mengizinkan Ayah dan ibu untuk rujuk kembali.


Terima kasih katena sudah memberikan kesempatan kedua untuk Ayah dan Ayah akan berusaha untuk membahagiakan kepada Ibu, Faiz dan juga Mutia.


Ayah akan menggantikan waktu yang telah lama terbuang. "


Arlita memeluk Ayahnya


"Terima kasih karena Ayah sudah kembali dan menyesalinya".


Keduanya pun hanyut dengan hati yang begitu bahagia.


"Saatnya untuk menjemput kebahagiaan".ucapnya dalam hati.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2