Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
138


__ADS_3

Malam pun kini sudah berganti menjadi pagi, Arlita membuka kedua matanya dan dia pun merasakan sesuatu yang begitu berat menindih tangannya.


Pandangannya pun beralih ke arah tangannya dan dia pun langsung tersenyum melihat laki-laki yang di cintainya itu kini sedang tertidur pulas di kursi sambil merebahkan kepalanya di tangannya.


"Pasti suamiku kelelahan".ucapnya sambil mengusap-usap kepala laki-laki itu dengan sayang hingga membuat laki-laki itu langsung membuka kedua matanya.


"Sayang kau sudah bangun?


" Iya Mas".


"Maaf aku ketiduran".


Arlita langsung menggenggam tangan suaminya lalu dia pun tersenyum


" Ngga apa-apa Mas, Mas juga butuh istirahat.Jadi jika Mas masih mengantuk Mas tidur aja lagi tapi jangan lupa sholat subuh dulu nanti ke buru habis".ucap istrinya lalu laki-laki itupun melihat ke arah jam dinding di kamar rawat istrinya.


Jam menunjukkan pukul 5.Diapun bangun dari kursi lalu melihat kearah istrinya dan tersenyum


"Terima kasih sayang sudah bangunin aku.Aku tinggal sholat dulu ya".ucapnya dan wanita itu pun langsung mengangguk iya.


Pramudya berdiri dari duduknya dan laki-laki itu langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi dan setelahnya mengambil wudhu lalu melaksanakan sholat subuh di dalam kamar istrinya.


Tak lama Bunda mertuanya pun bangun dan melihat sang putra sedang melaksanakan sholat subuh.


"Astaghfirullah,aku kesiangan".gumamnya dalam hati sambil langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu.


Kegiatan sang Bunda mertuanya itupun tak lepas dari pandangan mata sang menantu yang sedari tadi terus memperhatikannya.


Tapi wanita seakan-akan sama sekali tidak menyadarinya.Dan membuat sang menantu rasanya ingin tertawa melihat tingkah panik sang Bunda mertuanya yang sama dengan tingkah suaminya.


Ibu muda itupun masih terus memperhatikannya hingga sang suami telah selesai melaksanakan sholat subuh.

__ADS_1


Laki-laki itupun melihat ke arah istrinya.


"Keliatannya wajah istri ku ini lagi terlihat bahagia, boleh tau kenapa?


" Tidak ada apa-apa Mas cuma lagi senang aja. "


"Benarkah?


" Iya Mas masa aku bohong."


"Seperti nya tidak".


" Nah itu Mas tau. Udah deh Mas bantu aku turun, aku mau ke kamar mandi. "


Laki-laki itupun langsung menurutinya.Dia membantu memapah tubuh istrinya menuju kamar mandi.


Sampai di dalam laki-laki itu ingin membantu istrinya untuk mandi tapi istrinya langsung menolaknya.


Wanita separuh baya itupun menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat tingkah absurd putra nya.


"Padahal sudah mempunyai anak 3 tapi melihat tingkah nya masih seperti abg saja, dasar bucin".ucapnya dalam hati.


Hingga tiba-tiba terdengar suara bayi menangis


Oek... oek.. oek


Pramudya hendak berjalan menuju box bayinya tapi Bundanya memberikan kode untuknya agar tetap di sana karena dirinya yang akan menggendongnya.


Laki-laki itu pun langsung mengangguk dan dia oun kembali menunggui istrinya yang masih berada di dalamnya.


Ceklek

__ADS_1


(suara pintu dibuka)


Arlita pun keluar dari dalam kamar mandi, wajahnya begitu terlihat segar setelah mandi dan itu semakin membuat dirinya begitu rileks.


Dia pun melihat kearah suaminya yang masih berdiri di depan kamar mandi.


"Loh Mas kamu masih berdiri disini dari tadi? tanyanya sambil melihat kearah suaminya dan laki-laki itupun mengangguk.


Arlita pun berjalan kearah ranjang dan laki-laki itupun langsung ikut membantu memapahnya.


" Terima kasih Mas".ucapnya setelah dirinya kini sudah kembali ke ranjang nya lalu dia pun kini dalam posisi duduk dan melihat sang bunda mertuanya menuju ke tempat nya sambil menggendong lalu memberikan nya kepadanya.


"Terima kasih Bunda".


" Sama-sama sayang ".balasnya sambil tersenyum melihat cucu nya itu kini sudah meminum asinya dengan lahap.


"Kalian sudah memberikan nama?


" Sudah Bunda".jawab Pramudya.


"Siapa namanya".ucapnya sambil mengusap-usap kepala cucunya itu dengan lembut.


" Namanya Fireka Asni".


Bundanya pun tersenyum


"Namanya indah Mas".kata istrinya dan laki-laki itupun tersenyum bahagia karena mendengar pujian dari istrinya lalu dia pun ikut duduk di tempat tidur istrinya.


Kebahagiaannya kini semakin bertambah.


" Alhamdulillah".ucapnya dalam hati.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2