Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
117


__ADS_3

Arlita memeluk tubuh Ibu angkatnya seakan-akan tidak ingin melepaskannya untuk pergi.


"Bu jangan pergi Bu, di sini aja ya".rengek nya seperti anak kecil.


" Tidak bisa sayang, Ibu harus pulang!ucapnya sambil menenangkan nya.


"Tapi".


" Lita sayang.Malang itu dekat jadi kamu bisa ke sana nanti sekalian liburan ajak si kembar juga".


Arlita masih terdiam sambil terus memeluk Ibu angkatnya.


"Lita kamu tidak malu?


" Kenapa musti malu, aku kan cuma peluk Ibu".


"Iya sih kamu memang cuma peluk Ibu tapi kamu terus saja merengek seperti anak kecil yang takut kehilangan Ibunya".ledeknya.


Arlita melepaskan pelukan nya dan melihat sekelilingnya tiba-tiba diapun menjadi sedikit malu.


" Kenapa?


"Lita malu Bu".


Ibu angkatnya pun tersenyum.


" Tadi kamu tidak malu ".


" Ah itukah tadi hati Lita lagi di selimuti hawa-hawa yang sedikit aneh".


"Sekarang masih".


Arlita pun cuma menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak.


" Ya udah sebelum Ibu pergi,pesan Ibu cuma satu untuk kamu jadilah Istri dan Ibu yang baik untuk suami dan anak-anak kamu.Selalu bahagia sayang ".pesannya sambil merapihkan hijab putrinya yang sedikit berantakan.

__ADS_1


Arlita pun mengangguk.


" Lita sayang Ibu".ucapnya dan membuat wanita itu langsung kembali memeluknya.


"Ibu juga sayang kamu!Jaga diri kamu baik-baik ya sayang".


"Iya bu".


Suasana terasa semakin haru saat seorang anak kecil memeluk Arlita begitu erat.


" Kakak".panggilnya.


"Iya".


" Kakak Lita ikut Bima ya pulang".


Deg.. deg.. deg


Mendadak hati Arlita berdebar kencang saat adiknya meminta pulang bersamanya.


Arlita mengusap kedua pipi adik kecilnya itu dengan sayang.


" Kenapa?


"Karena kakak sudah menikah jadi jika seseorang sudah menikah maka dirinya harus mengikuti ke mana pun suaminya tinggal".ucapnya memberikan pengertian.


" Tapi nanti kalau Bima kangen sama kakak Bima bisa video call jadi walaupun kita berjauhan tapi terasa dekat ".


" Bima bisa video call juga sama kakak Faiz, kakak Mutia dan sama adik bayi juga".ucap Arlita memberikan pengertian kepada adiknya.


Anak laki-laki itupun mengangguk.


"Tapi nanti kakak tidak melupakan Bima kan? tanya nya dengan wajah sedikit sedih.


Arlita kembali memeluk adiknya

__ADS_1


" Kakak tidak akan melupakan Bima kan Bima adiknya kakak jadi sampai kapanpun Bima tetap adiknya kakak".


"Bima sayang sama semuanya".


" Kami juga sayang sama Bima".ucapnya lalu membantu adiknya untuk masuk ke dalam. mobil dan Bapak angkat nya pun mendekati Putri nya.


"Bapak berangkat dulu ya".ucapnya sambil menatap Putri nya.


Arlita pun mengangguk dan mencium tangan kanannya dengan takzim.


"Jaga cucu Bapak dengan baik ya".pesannya.


" Iya.Hati-hati bawa mobil nya ".pesannya.


Laki-laki itupun mengangguk iya. Setelah berpamitan mobil itupun perlahan-lahan bergerak meninggalkan halaman rumah.


Arlita menghapus air matanya yang kembali menetes di kedua pipinya.Kini hanya tinggal dirinya dan suaminya yang berdiri tidak jauh darinya.


Pramudya mendekati istri nya lalu memeluknya erat.Di biarkan istrinya itu menangis agar beban di hati nya sedikit berkurang.


Laki-laki itu mengusap-usap bahu sang istri dengan sayang.


"Sayang".panggilnya dengan suara lembut.


Wanita mendongakkan kepalanya dan dari jarak sedekat itu dia bisa melihat wajah tampan suaminya.


" Ya".


"Masuk yuk,panas nih".ucapnya dan membuat istri menjadi sedikit kesal.


Dengan langkah cepat dia meninggalkan suaminya yang masih terdiam di tempat nya.


" Aku salah apa ya? tanyanya dalam hati.


Lalu dia pun berjalan masuk kedalam rumah masih memikirkan kenapa istrinya marah.

__ADS_1


"Mengapa kamu marah sayang?tanyanya masih dengan dengan sedikit bingung.


bersambung


__ADS_2