
Selesai makan malam keduanya masuk ke dalam kamar untuk melaksanakan sholat isya berjamaah.Setelahnya mereka pun mengerjakan tugas sekolah bersama-sama.
Mereka duduk di lantai yang beralaskan karpet tebal berbulu halus dan di atasnya tersedia meja belajar yang cukup besar untuk mereka berdua.
"Akhirnya selesai juga".ucap Arlita senang.
Suaminya tersenyum." Biar aku saja yang merapihkan nya ".katanya saat melihat sang istri mulai merapihkan semua peralatan sekolah.
" Tapi".
"Sudah biar aku saja, oke".
Istrinya hanya bisa diam saat sang suami dengan begitu cepat merapihkan semuanya.
" Sudah rapi".
"Iya, suami ku perfect".
Pramudya tersenyum saat istrinya memujinya.
" Pram,seandainya aku sudah benar-benar pandai memasak rencananya aku mau buka usaha kuliner gitu".
Suaminya mengerutkan keningnya lalu dia pun duduk mendekati istrinya yang sedang duduk di tempat tidur.
"Kamu mau buka usaha kuliner?
" Iya siapa tau nanti usaha aku sukses kan kamu juga yang bangga sama aku".
Suaminya mencubit hidung mancung sang istri dengan gemas.
"Pram sakit tau".katanya sambil mengusap-usap hidungnya.
" Kamu itu cita-cita nya apa sih?
"Sebenarnya sih cita-cita aku ingin menjadi seorang Dokter tapi itu dulu sekarang ini aku belum tau aku ingin bercita-cita menjadi apa, aku sih masih memikirkannya."
"Terus kamu mau buka usaha kuliner itu untuk menjadi saingan aku?
__ADS_1
" Ah.. apa maksudnya aku tidak ngerti ".
" Ini loh sayang tadi kamu mau buka usaha kuliner otomatis kamu punya restoran, mau tak mau restoran kita jadinya saingan gitu".
Istrinya yang baru mengerti perkataan suaminya langsung tertawa.
"Loh sayang kenapa kamu tertawa apa perkataan aku ada yang lucu".
" Ngga aku lucu saja sama diriku sendiri,kok aku bisa lupa kalau suami ku sudah mempunyai usaha kuliner".
Suaminya pun ikut tertawa juga.
"Aku mempunyai solusi untuk masalah kamu".
" Apa solusinya?
"Kamu cukup menjadi chef pribadi aku saja".
" Chef pribadi, maksudnya gimana aku benar-benar ngga ngerti".
Pramudya menggenggam tangan istrinya lalu di ciumnya dengan lembut.
" Cukup layani suami mu ini, hanya itu.Lagi pula uang ku sudah banyak terus siapa yang mau ngabisin kalau bukan kamu".
"Iya baiklah, siap-siap saja uang kamu akan ku kuras habis".
" Aku tunggu istri ku.Tapi aku ada usul untuk mu".
"Usul apa?
"Ada satu usaha yang cocok untuk kamu dan aku yang akan menjadi penanam sahamnya mau ngga? ucap suaminya sambil menaik turunkan alisnya.
Istrinya terdiam sambil berpikir dan mencoba menerka-nerka apa yang barusan suaminya ucapkan itu membuat suaminya gemas.
"Mau ngga".
"Iya katakan dulu usahanya seperti apa dan kenapa kamu bilang cuma kamu yang bisa".
__ADS_1
Suaminya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena perkataan istrinya barusan.
" Iya memang begitu aturannya sayang,hanya aku saja bukan orang lain".ucapnya.
"Usaha apa yang tidak boleh orang lain ikut?
" Akan aku kasih tau tapi kamu harus jawab iya ngga boleh nolak".
"Baiklah,cepat katakan".
Pramudya mendekati istrinya dan membisikkan sesuatu dan dalam sekejap wajah istrinya berubah menjadi merah seperti buah tomat.
" Dasar suaminya mesum".ucap istrinya sambil tangannya mencoba memukul dada suaminya tapi tangannya langsung di genggam oleh suaminya dan di ciumnya membuatnya diam karena perlakuan suaminya.
"Itu memang benar sayang,sekarang ini cuma itu usaha yang cocok untuk kamu ngga bisa usaha yang lainnya."katanya meyakinkan.
" Tapi".
"Kamu takut hamil?
Istrinya mengangguk.
"Memang itu yang aku mau, lagi pula tidak akan menjadi masalah kita pasangan yang sudah sah jadi apa yang kamu takutkan?
" Aku masih ingin kuliah setelah lulus nanti Pram, kalau nanti aku hamil bagaimana dengan pendidikan aku?
Pramudya merapihkan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya setelah rapi dia pun kembali fokus dengan perkataan istrinya lalu menatapnya.
"Lihat aku!perintahnya lalu istrinya melihat ke arah suaminya.
" Jika kamu hamil kamu akan menunda kuliah setelah melahirkan barulah kamu kuliah begitupun sebaliknya jika kamu belum hamil kamu bisa kuliah gimana?
"Em."istrinya terdiam lalu tiba-tiba suaminya sudah berada di atasnya.
" Pram".ucapnya terkejut.
" Kelamaan mikirnya ".
__ADS_1
Akhirnya malam itu mereka berdua kembali merengkuh kenikmatan surgawi.
bersambung