Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
152


__ADS_3

Arlita dan adiknya laki-laki nya kini sedang berada di sebuah kafe.Arlita sengaja mengajak adiknya ke kafe agar adiknya itu lebih nyaman jika bercerita.


"Mau pesan apa? tanyanya sambil melihat daftar menu.


" Kopi latte aja kak".


"Makanannya apa?


" Itu saja Faiz masih kenyang".


"Oke.Mba kopi latte nya dua".katanya kepada seorang waitress dan waitress pun menulis nya lalu pergi meninggalkan meja itu.


" Kamu ngga mau cerita sama kakak?


"Cerita?Cerita apa kak?tanyanya dengan wajah tegangnya.


" Sampai kapan kamu menyembunyikan nya dari kakak Iz?


Laki-laki itu hanya bisa menunduk saat sang kakak mulai menginterogasi nya seperti seorang detektif.


"Hey.Kamu dengar kakak bicara tidak? tanya nya dengan nada sedikit tinggi.


Laki-laki terus saja menunduk dan membuat wajah sang kakak kini sudah berubah moodnya menjadi sedikit kesal melihatnya.


" Faiz".Angkat kepala mu dan lihat kakak,sekarang."perintahnya


Laki-laki itupun mengangkat kepalanya dan dia pun kini melihat kearah kakaknya.


"Apa susahnya sih kamu itu buka mulut terus bicara sama kakakmu ini.Memangnya kalau cerita sama kakak bisa merugikan mu?


" Maaf kak".


"Cepat cerita sekarang mumpung kakakmu ini masih mempunyai waktu luang sebelum mengerjakan skripsi jadi ceritakan sekarang".ucapnya sambil menyeruput kopinya.


Laki-laki itu menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan.


Dengan pelan dia pun bercerita dan Arlita pun mendengarkan nya.


" Jadi itulah ceritanya".


Arlita pun terdiam sambil mencerna semua yang di ceritakan oleh adiknya.

__ADS_1


"Jadi Ayah sama Ibu menyuruh kamu untuk bertunangan dengan gadis itu?


" Iya kak, itu yang membuat Faiz tidak pulang ke rumah dan minta kak Pram untuk pindah tempat kuliah ".


Arlita terdiam lalu dia mengeluarkan uang seratus ribuan dan di taruh di atas meja.


" Ayo".ajaknya sambil berdiri dari duduknya.


"Kita mau pulang kak? tanyanya .


"Iya.Kita pulang ke rumah Ayah Ibu".katanya sambil terus berjalan keluar dari kafe.


"Faiz ngga mau pulang ke rumah kak".ucapnya menolak untuk pulang.


" Kenapa?


"Karena Faiz takut mereka akan memaksa Faiz lagi kak".


Arlita menggenggam tangan adik laki-laki nya itu lalu dia pun tersenyum.


" Ada kakak.Kamu tau kan siapa kakakmu ini ".


" Baiklah ".


" Nah gitu. Ayo".katanya sambil terus berjalan menuju tempat parkir mobil.


Mobil itupun bergerak menyusuri jalan raya yang begitu ramai.


Mata Arlita menatap lurus ke depan, kini pikiran nya sedang berkecamuk dan rasa marah kepada kedua orang tuanya seakan akan ingin meledak saja.


Dan tak lama mobil mereka pun sampai di sebuah rumah berlantai dua dengan halaman yang begitu luas.


Arlita turun dari dalam mobil dan langsung menuju pintu masuk.Faiz pun ikut berjalan di belakang kakaknya.


"Kak".panggil Faiz.


" Hem".ucapnya sambil melangkah masuk lalu dia pun melihat kedua orang tuanya sedang duduk di sofa yang berada di ruangan keluarga.


"Assalamualaikum".ucapnya sambil mencium tangan keduanya bergantian dan ikuti oleh adiknya.


Keduanya pun tersenyum

__ADS_1


" Waalaikumsalam ".jawab keduanya.


" Duduk kak. Ibu senang kalian datang ".


Arlita pun ikut duduk di hadapan keduanya dan Faiz pun ikut duduk di samping kakaknya.


" Ada apa kak, kok kamu datang sendirian di mana cucu -cucu Ibu kenapa tidak di ajak ke sini".kata Ibunya.


"Mereka ada di rumah dan kedatangan aku kesini untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting".


Kedua orang tuanya pun terdiam.


"Kenapa Ayah sama Ibu memaksa Faiz untuk bertunangan?


" Itu."ucapan Ayahnya terpotong.


"Katakan alasannya?


" Karena adikmu sudah menodai gadis itu".kata sang Ibu.


Arlita pun tersenyum meremehkan.


"Kalian berdua percaya?


" Itu.. kami".


"Aku tidak suka jika menuduh tanpa bukti jari sebelum ada bukti yang jelas aku tidak akan mengizinkan adikku bertunangan bahkan menikah tanpa sepengetahuan ku.Apa kalian lupa karena kesalahan yang tidak ada bukti nyata itu akan menghancurkannya".katanya dan membuat kedua orang tuanya pun terdiam tanpa bicara.


"Apa kami salah?


" Ayah sama Ibu pikirkan saja dan aku tidak perlu menjawabnya".


"Jangan pernah memaksa kedua adikku dengan keputusan kalian yang akan membuat hidup mereka hancur".


" Kak ".


" Sudahlah Iz sementara kamu tinggal sama kakak sampai masalah ini selesai ".katanya sambil melihat kedua orang tuanya yang hanya terdiam tanpa kata


" Maafkan Lita Ayah Ibu ".katanya dalam hati.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2