
Malam semakin larut tapi pasangan suami istri itu masih belum tertidur karena putri kecilnya yang berumur satu bulan lebih itu masih belum tertidur,kedua matanya masih terbuka lebar hingga membuat keduanya kini jadi bergadang.
"Mas tidur saja besok kan kerja nanti Mas mengantuk di tempat kerja".ucapnya sambil memangku si bungsu yang sedang menyusu kepadanya.
" Aku tidak bisa tidur yang".ucapnya
"Memang nya kenapa ngga bisa tidur Mas?
"Karena tidurnya ngga peluk kamu".Jawabnya jujur dan membuat wajah istrinya berubah menjadi merona merah karena malu mendengar ucapan absurd dari mulut suaminya.
" Jangan lebay deh Mas".
"Aku itu tidak lebay yang tapi".ucapannya terputus lalu dia oun tersenyum dan itu membuat wanitanya mengerutkan keningnya.
" Tapi apa Mas?tanyanya penasaran.
"Tidak apa-apa yang, lupain aja".ucapnya sambil ikut mengusap rambut putri kecilnya lembut.
Arlita pun terdiam sambil pandangan kedua matanya fokus ke arah bayinya yang kini sudah terlihat sudah mengantuk hingga tak lama bayi itupun langsung melepas sumber asinya karena sudah tertidur pulas.
"Alhamdulillah akhirnya si princess tidur juga".ucapnya dengan wajah terlihat senang dan itu membuat istrinya mengerutkan keningnya karena bertanya-tanya dalam hatinya
" Ada apa dengan suaminya?
"Biar aku saja yang bawa si princess ke box bayinya".katanya sambil mengambil si princess dan menggendongnya lalu di dibaringkannya di box bayinya.
Setelah dia itu di menurunkan kelambunya lalu dia pun kembali melangkah mendekati sang istri yang kini sedang berbaring miring dan pun langsung ikut berbaring di sampingnya lalu memeluk tubuh istrinya dari belakang. Sungguh tubuh istrinya sama sekali tidak berubah. Tubuh istrinya masih terlihat sama seperti saat dirinya masih gadis.
Perlahan-lahan laki-laki mulai menggusel-guselkan kepala di curug leher putih istrinya lalu menciumnya.
"Mas geli".protesnya tapi laki-laki tidak berhenti saat mendengar istrinya bicara,laki-laki itu terus saja masih melakukannya dan membuat wanita nya akhirnya hanya bisa pasrah
"Yang".
" Ya".
"Kangen yang".
__ADS_1
" A.. apa?
"Aku pengen yang,boleh ya!
Aku sudah satu bulan lebih berpuasa jadi boleh ya".pintanya dengan suara sedikit serak menahan hasrat.
Arlita pun masih terdiam
" Yang boleh ya".pintanya lagi dan akhirnya dia pun tidak bisa menolak nya lalu dia pun menganggukkan kepalanya tanda mengiyakannya.
Pramudya pun tersenyum
"Alhamdulillah akhirnya bisa buka puasa juga".ucapnya dengan wajah terlihat bahagia sedangkan Arlita hanya tersenyum melihat tingkah absurd suaminya.
***
Satu tahun kemudian
Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu. Kini usia si bungsu sudah genap satu tahun. Sesuai janjinya kepada sang istri tercinta Pramudya pun berencana untuk mengajak keluarga besar untuk liburan tapi kali ini laki-laki itu memilih untuk liburan sekaligus ibadah.
Selain untuk merayakan ulang tahun si bungsu yang pertama, laki-laki itu ingin mengajak keluarga besar dan semua para pekerja yang ada di rumah nya untuk berangkat umroh sebagai ucapan syukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada keluarga nya selama ini.
Dan seperti pagi ini kesibukan kini terlihat dari setiap orang.Ada koper-koper besar yang sudah di masukan kedalam bagasi mobil dan kebutuhan lainnya.
Setelah semua nya siap mobil-mobil itupun bergerak meninggalkan halaman rumah besar pasangan muda Pramudya dan Arlita.
Akhirnya tak lama kini mobil yang di naiki oleh keluarga besar Pramudya dan Arlita pun akhirnya sampai di bandara soetta.
Arlita keluar dari dalam mobil sambil menggendong si bungsu sedangkan ketiga anaknya kini bersama dengan kakek dan nenek mereka.Para pengasuh mereka pun mengikutinya di belakang nya.
Ibu muda itu tersenyum senang karena doanya kini akhirnya terkabul untuk pergi ke tanah suci.
Di saat dirinya sedang berdiri sambil mengusap-usap punggung si bungsu tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya.Dia pun menoleh dan melihat nya.
"Mas".
" Duduk yuk".katanya sambil menggandeng tangan istrinya untuk menuju kursi tunggu.
__ADS_1
" Apa kamu senang dengan hadiah kejutan dariku istri ku".ucapnya setelah keduanya duduk dan dia pun sekilas melihat putri kecilnya kini sedang tertidur pulas di gendongan istrinya.
"Sangat senang, makasih ya Mas kejutan yang kamu berikan ini adalah hadiah yang terindah untukku dan tentunya bagi semua orang yang ikut kita umroh hari ini".
" Tidak perlu terima kasih sayang karena apapun yang
kamu inginkan insya Allah aku akan kabulkan tapi permintaannya yang bisa aku lakukan ya".ucapnya dan istrinya pun tersenyum.
"Aku bersyukur punya kamu Mas. Seandainya saja dulu aku tidak bertemu kamu mungkin hidupku tidak akan seperti ini pasti sekarang ini aku sudah berada di rumah sakit jiwa".ucapnya dengan wajah sedikit sedih.
Laki-laki itupun menggenggam tangan istrinya.
"Kamu tau rencana Allah jauh lebih indah sayang jadi jangan berbicara seperti itu lagi.Biarlah yang lalu itu berlalu sekarang marilah kita sambut hari bahagia kita bersama keluarga kecil kita ".ucapnya dan istrinya pun sangat terharu saat mendengarnya hingga tanpa terasa dia pun menangis di pelukan suaminya.
"Terima kasih suamiku karena sudah hadir di hidup aku, sungguh ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk membalas semua pengorbanan yang kamu berikan juga kebaikan dan kasih sayang yang kamu berikan kepada ku.Terima kasih karena sudah menjadi suami ku."
Terima kasih karena kamu telah menjadi cinta pertama dan sekaligus cinta terakhir untuk ku".katanya dan membuat laki-laki yang menjadi suaminya itu begitu bahagia karena mendengar secara langsung pernyataan cinta yang di ucapkan oleh wanita yang menjadi istrinya.
"Sama-sama sayang.Terima kasih karena sudah mencintai ku.Jujur dalam hati kecilku saat ini aku benar-benar sangat bahagia telah menjadi suamimu.
Aku ingin kamu selalu berada di sisiku mendampingiku hingga maut memisahkan".
ucapnya dan wanitanya pun menganggukkan kepalanya tanda iya.
"Akhirnya buah kesabaran ku selama ini telah berbuah manis".ucapnya dalam hati.
Tamat.
Akhirnya sampai juga di akhir cerita, terima kasih kepada para pembaca setia novel ini.Menemani author hingga bisa merangkum kan cerita ini.
Terima kasih author ucapkan untuk para pembaca.Maaf jika masih banyak kesalahan dalam. penulisannya, karena author masih tahap belajar.
Dan mampir juga di novel kedua author yang berjudul
"Hijab Yang Ternoda"
Sekali lagi author ucapkan banyak-banyak terima kasih.
__ADS_1