Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
69.


__ADS_3

Pramudya mengendarai mobilnya dengan sedikit cepat karena dirinya ingin cepat sampai di rumah untuk menemui istri cantiknya.


Mobil memasuki halaman rumah dan dia melihat sebuah mobil terparkir di dekat bagasi.


"Itu pasti mobil Gea,syukurlah Arlita tidak sendiri".ucapnya dalam hati.


Laki-laki itu berjalan memasuki rumah dan langsung menuju ke sumber suara dimana istri dan ke dua sahabatnya sedang tertawa entah mentertawakan apa tapi yang jelas mereka bertiga seperti nya sedang happy.


Pramudya pun sampai di dapur ternyata istri nya sedang sibuk memasak di temani oleh dua sahabatnya.


"Hem..... ".sapanya.


Ketiga gadis cantik itu menoleh dan melihat nya.


" Pram kamu sudah pulang?


"Iya.Kamu sedang apa sayang?tanya nya sambil mendekati istri cantik nya.


"Nih ngajarin mereka masak".


Gea dan Tea cuma cengengesan.


"Iya Pramudya kita jadi nyusahin bini lo".ucap Tea takut suami sahabatnya itu marah.


" Santai aja kali. Ya udah di lanjut aja aku ke kamar dulu sayang".katanya sambil mencium bibir ranum istri cantik nya membuat ke dua sahabatnya hanya bisa menelan saliva saat melihat mereka berdua berciuman.


Arlita sempat mendorong dada suaminya agar dia berhenti mencium nya.


"Pram".ucapnya menunduk malu. wajahnya begitu malu kepada kedua sahabatnya.


" Kangen sayang ".ucapnya sambil terus memeluk tubuh istri nya.

__ADS_1


" Iya tapi... "ucapan Arlita terpotong saat suaminya kembali mencium nya.


Kedua temannya di buat melongo melihat mereka berdua berciuman di hadapan mata mereka dan membuat kedua temannya mengumpat karena kesal


"Gila elo berdua,mata kita jadi tercemar nih".ucap Gea kesal.


" Iya nih tega banget sama gue yang jomblo".kata Tea.


Laki-laki tampan itu hanya tersenyum sambil mengusap bibir ranum istrinya dengan jempolnya.


"Sorry".ucapnya tanpa rasa bersalah lalu berjalan meninggalkan ketiga gadis itu.


Tea dan Gea hanya menggelengkan kepala.


" Sumpah mata gue udah ternodai".


"Bener Ge, kita jadi penonton live".


" Eh kok malah tertawa dasar sahabat ngga peka".semprot Gea.


"Sorry.Makanya elo berdua cari calon pacar atau calon suami gitu,biar ngga jomblo lagi".


Kedua hanya bisa tersenyum dan membuat Arlita bingung lalu dia melanjutkan kegiatan memasaknya.


Akhirnya keduanya pun ikut membantu Arlita memasak hingga kegiatan masak memasak itupun selesai.


Gea dan Tea membantu meletakan masakan yang tadi mereka buat di meja makan lalu mereka berdua langsung mengambil piring untuk makan hasil mereka memasak tadi, sedangkan Arlita sedang sibuk menyiapkan makan untuk suaminya.Setelah siap dia pun menaruh semuanya di atas nampan dan membawanya ke kamar karena suaminya kini sedang berada di dalam kamar.


"Gue ke atas dulu".katanya kepada kedua sahabatnya yang sedang makan.


Keduanya hanya mengangguk karena mulut mereka sedang sibuk mengunyah makanan.

__ADS_1


" Makan yang banyak biar kenyang ".ucapnya lalu keduanya mengacungkan jempol mereka.


Arlita berjalan melangkah meninggalkan keduanya menuju tangga lalu naik ke atas menuju kamar tidurnya.


Ceklek suara pintu di buka dari luar itu membuat Pramudya melihat ke arah pintu dan melihat istri cantiknya lalu tersenyum.


Arlita langsung melangkah masuk ke dalam kamar lalu menghampiri suaminya yang sedang tiduran di lantai berkarpet bulu yang sangat tebal dan halus sambil menonton televisi.


"Makan dulu Pram".ucapnya setelah sampai lalu meletakkan makanan yang di bawa nya di atas meja kecil di dekat suaminya.


Laki-laki itu mengangguk lalu bangun dari tidurnya dan duduk menghadap ke arah meja.


" Suapin yang".pintanya manja.


Arlita pun menurutinya karena saat melihat wajah suaminya terlihat sangat begitu lelah.


Dengan telaten dia menyuapinya sedangkan sang suami menatap dengan tatapan lain sambil mengunyah makanan yang di suapi oleh istri nya.


Tatapan itu membuat Arlita menjadi sedikit risih ada apa dengan suaminya itu.


"Kenapa?ucapnya sambil mengusap tangan suaminya.


" Tidak apa-apa sayang, aku hanya lelah saja".ucapnya berbohong.


"Ya udah lanjut makan lagi".


Suaminya pun mengangguk.


Dan hari ini adalah hari yang sangat berat untuk laki-laki itu pikiran dan hati sangat bingung untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi hari ini.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2