Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
127


__ADS_3

Arlita membuka kedua matanya dia pun melihat sekeliling ruangan tempat dirinya kini tertidur.


"Kok aku tidur dikamar?Ucapnya sambil bangun dari tempat tidur menuju ke kamar mandi.


Pramudya memasuki kamarnya dan pandangan matanya melihat ke arah tempat tidur tapi dirinya terkejut karena tidak melihat istri nya.


Dengan langkah cepat diapun mendekat ke arah ranjang.


" Sayang kamu kemana? tanyanya sambil terus mencari istrinya.


"Sayang".panggilnya hingga tiba-tiba terdengar suara pintu di buka


Ceklek


(suara pintu di buka)


Dan terlihatlah sosok wanita yang sedari tadi di cari-carinya.


Dan diapun langsung memeluk tubuh istrinya hingga wanita itupun bingung dengan sikap suaminya.


" Mas".


"Hem.. ".


" Kamu kenapa Mas?


"Tidak apa-apa tapi biar aku peluk kamu seperti ini dulu".


Wanita itu hanya terdiam membiarkan laki-laki yang bergelar suaminya itu pun memeluknya.Dirinya merasakan detak jantungnya berdebar sangat kencang.


" Ada apa dengan suaminya ini".gumamnya dalam hati.


Setelah beberapa saat kemudian laki-laki itupun melepaskan pelukannya dan dia pun membawa istrinya untuk duduk di tempat tidur dan keduanya pun kini duduk saling berhadapan.


"Jangan buat aku takut sayang".ucapnya sambil menatap istrinya.


" Aku ngga mengerti kamu ngomong apa Mas? tanyanya dengan nada sedikit bingung.

__ADS_1


Laki-laki itupun menarik kedua tangan istrinya.


"Tadi saat aku masuk ke dalam kamar,aku tidak melihat kamu di atas tempat tidur dan itu membuat aku takut sayang".


"Lain kali jangan buat aku jantungan sayang".


Sekarang wanita itupun mengerti mengapa tiba-tiba suaminya bersikap posesif padanya.


" Maaf ".


" Iya aku maafkan".ucapnya lalu mereka pun kembali berpelukan tapi tiba-tiba terdengar suara


Krucuk.... krucuk...


Dan membuat wajah cantik itupun mendadak memerah menahan malu.


"Istri ku lapar ya?


Wanita itupun hanya menganggukkan kepalanya tanda iya.


"Biar aku ambilkan kamu di sini saja".katanya tapi tiba-tiba tangan istrinya pun menggenggam tangan laki-laki itu.


" Baiklah.Biar aku gendong".ucapnya.


"Aku jalan saja Mas".


" Tapi".


"Aku baik-baik saja, oke".ucapnya dan laki-laki itupun lagi-lagi menyetujuinya.


" Baiklah tapi jalannya tidak boleh cepat-cepat ya".ucapnya dan istrinya pun mengangguk.


Keduanya pun berjalan keluar dari dalam kamar dan langsung menuju meja makan.


Laki-laki langsung menarik kursi untuk istrinya duduk.


"Terima kasih".katanya sambil tersenyum melihat ke arah suaminya.

__ADS_1


"Sama-sama sayang.Kamu mau makan pakai apa biar Mas ambilkan".


" Biar aku ambil sendiri saja Mas".


"Tidak kamu tidak boleh mengambil sendiri karena Mas yang akan melayani mu istri ku".ucapnya dan membuat wajah istrinya merona merah menahan malu.


Tidak jauh dari pasangan itu ada seseorang yang sedari tadi melihat kelakuan dari putranya dan membuat nya menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Padahal mereka bukan pengantin baru tapi setiap melihat tingkah keduanya membuat ku jadi merasa kembali mengenang masa-masa muda".gumam laki-laki itu lalu diapun kembali ke ruang keluarga di mana istrinya sedang menjaga kedua cucunya yang kini sedang tertidur.


"Mana airnya yah? tanyanya saat melihat sosok suaminya kini kembali tanpa membawa segelas air untuknya.


" Astaghfirullah.Ayah lupa Bun".ucapnya dengan nada pelan karena takut mengganggu kedua cuci yang sedang tertidur.


Istrinya pun mengerutkan keningnya sambil melihat kearah suaminya.


"Kenapa bisa lupa Yah?


" Itu. "


"Itu apa sih Yah Bunda tidak mengerti".ucapnya bingung melihat tingkah suaminya hari ini.


"Sebenarnya Ayah sudah menuju dapur tapi saat sampai di sana Ayah jadi mengurungkannya".


"Loh kok bisa?


" Ya karena Ayah melihat pemandangan yang sangat merusak mata Ayah dan membuat jadi sedikit risih karena melihat kemesraan putra kita yang begitu bucin dengan istrinya dan membuat Ayah menjadi tidak enak jika mengganggu kemesraan mereka jika masuk ke dalam sana".


Wanita itupun tersenyum dan diapun mengerti.


"Apa Ayah iri dengan kebersamaan mereka?tanyanya menggoda suaminya


" Ngga Ayah tidak merasa iri Bunda cuma..ah sudahlah".jawabnya sambil membuang muka ke arah lain.


" Bilang saja iya".ejek istrinya dan membuat laki-laki langsung pergi meninggalkan istrinya itu dengan wajah sedikit malu.


Istrinya pun tertawa sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Ada-ada saja si Ayah ini".


bersambung


__ADS_2