
Pramudya berjalan ke arah gazebo di mana ketiga buah hatinya kini sedang bermain bersama adik ipar nya.
Laki-laki itupun begitu senang karena melihat semuanya tertawa.
"Assalamualaikum".sapaku
" Waalaikumsalam ".jawab Faiz sang adik ipar lalu ketiga anakku pun langsung menoleh dan tanpa di duga ketiganya pun berlarian menuju ke arahku.
Bruk
Ketiganya langsung memelukku setelah aku mensejajarkan tinggi ku dengan ketiganya.
" Papah ".ucap meraka bersamaan.
" Hallo anak Papah".kataku sambil mencium ketiganya bergantian.
"Kalian sedang main apa?
" Kami sedang bermain lego sama Om Faiz".kata Hemy yang sudah fasih berbicara.
"Oh iya?
" Iya Papah, ikut kami".ucap ketiga anaknya sambil menggandeng tangan Papahnya.
Pramudya pun berjalan mengikuti ketiga anaknya.
Sungguh ketiga anaknya begitu lucu seperti penguin dan sangat menggemaskan.
Setelah sampai ketiganya pun langsung mengajak sang Papah ikut bermain.Hingga tanpa terasa waktu menunjukkan pukul lima sore waktunya meraka untuk mandi.
Ketiga pengasuhnya pun langsung membawa ketiga anak majikannya itu untuk masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Pramudya hanya bisa melihat ketiga anaknya itu sambil tersenyum dan dia pun menggeleng-gelengkan kepala dan itu membuat adik iparnya itu pun bertanya
"Kakak kenapa?
Pramudya langsung melihat ke arah adik iparnya.
" Aku tuh masih tidak percaya Iz di umur ku yang hampir 24 tahun aku itu sudah mempunyai tiga anak, semuanya seperti mimpi ".
"Jangankan kakak aku saja tidak menyangka kalau kak Pramudya akan menjadi kakak ipar ku".
" Masa sih?
"Iya kak.Dulu aku berpikir kalian berdua itu tidak akan menikah muda tapi kenyataannya kalian malah menikah dan sampai sekarang masih langgeng. Terus terang kak,dulu aku sangat takut jika kak Lita menikah nanti akan pernikahannya akan sama seperti pernikahan Ayah Ibu. Aku takut itu akan terjadi.Tapi seiring berjalannya waktu ketakutan itu mulai sedikit menghilang saat aku benar-benar melihat betapa besar rasa cinta kakak kepada kakakku dan itu membuat ku lebih tenang karena sekarang kakak ku sudah berada di tangan laki-laki yang tepat untuknya.
Terima kasih kak karena kakak sudah menjaga kakak ku".
Pramudya pun mengangguk iya.
"Iz sepertinya asyik nih kalau kita main bola basket".ucapnya memberikan saran.
Laki-laki itupun terdiam lalu dia pun mengangguk iya.
" Oke ayo kita tanding,sudah lama aku tidak tanding".ucapnya sambil menggulung lengan kemejanya sampai siku.
Kini keduanya sudah bersiap-siap untuk memulai pertandingan.Setelah berhitung 123 akhirnya pertandingan itupun di mulai.
Kedua laki-laki berbeda usia itupun memulai pertandingan hingga keduanya benar-benar lelah dan tubuh keduanya lun basah dengan keringat.
Pertandingan itu pun berhenti saat keduanya benar-benar merasakan haus.
"Iz udahan mainnya, aku capek".katanya sambil duduk selonjoran dengan napas yang ngos-ngosan karena lelah berlarian menggiring bola ke ring.
__ADS_1
" Iya kak".ucapnya sambil ikut duduk selonjoran di samping kakak iparnya di lapangan basket.
"Ini minumlah".ucapnya sambil mengambil sebotol air mineral kepada adik iparnya itu.
" Makasih kak ".ucapnya sambil menerimanya lalu membuka tutupnya dan meminumnya hingga tandas tak tersisa.
"Iya".katanya sambil melihat ke arah langit.
Keduanya pun terdiam lalu Pramudya mulai berkata-kata lagi.
"Mau berbagi cerita?
" Maksud kakak?
"Iz aku memang tidak merasakan hidup sulit seperti yang pernah kamu hadapi tapi aku bisa menebak telah terjadi sesuatu padamu jadi bisakah kau berbagi dengan kakak mu ini".ucapnya dengan pandangan ke arah atas langit.
Laki-laki itupun akhirnya menceritakan semua yang sekarang di alaminya dan Pramudya pun mendengarkan nya secara seksama.
"Kakak akan mencoba untuk membantu kamu tapi itu juga tergantung dengan keputusan istri ku. Tenang saja aku akan mencoba untuk bernegosiasi dulu kepadanya".
" Bernegosiasi dengan kak Lita? Boleh aku tau bagaimana caranya?
"Eits itu adalah rahasia dan aku tidak akan memberi tahukan caranya".ucapnya dengan tersenyum smirk.
" Baiklah aku menunggu hasilnya".
"Oke".ucapnya sambil bangun dari duduk nya dan dia pun langsung berjalan masuk ke dalam rumah dengan hati penuh kemenangan.
Laki-laki muda itupun hanya bisa melongo saat melihat sikap kakak iparnya yang mendadak aneh.
" Kak Pram kenapa? Kok sikapnya aneh banget".ucapnya dalam hati.
__ADS_1
bersambung