Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
58


__ADS_3

Setelah membantu adik bungsunya belajar mengerjakan soal-soal latihan,Arlita memutuskan untuk beristirahat di dalam kamarnya.


Di bukanya pintu kamar yang sudah lama tidak di tempati nya lalu dia masuk ke dalam kamarnya.Kedua matanya melihat sekeliling kamar semua masih dalam keadaan yang sama seperti dulu sebelum dia menikah tidak ada yang berubah sedikitpun.


Pramudya yang berdiri di belakangnya mengikuti langkah istrinya lalu berhenti tepat di samping istrinya yang sedang berdiri di dekat meja belajar nya.


"Kamar ini masih sama, padahal aku sudah tidak tidur di sini selama 3 bulan tapi keadaannya sama sekali tidak ada yang berubah".ucapnya kepada suaminya tapi suaminya masih terdiam tanpa berbicara karena mendengarkan istrinya yang sedang berbicara.


"Sudah hampir 5 tahun aku menempati kamar ini,suka dan duka aku rasakan sendiri tanpa ingin membaginya dengan orang lain.


Aku baru merasakan bagaimana rasanya hidup menjadi orang yang normal sekarang.Dulu aku sama sekali tidak mempunyai waktu untuk berkumpul dengan keluarga ku bahkan hanya sekedar untuk makan bersama itu sangat jarang aku lakukan.


Pagi setelah sarapan aku berangkat sekolah dan pulang sekolah aku berangkat kerja, setelah pulang kerja karena capek aku langsung masuk ke kamar untuk istirahat di sini".ucapnya sambil duduk di tempat tidur.


Suaminya pun ikut duduk di tempat tidur sambil terus mendengarkan curhatan istrinya.


"Setiap hari hanya kerja dan kerja yang aku lakukan sampai suatu waktu aku mengalami susah tidur di malam hari,aku pikir mungkin karena banyak pikiran jadi tidak bisa tidur.Tapi lama kelamaan aku merasakan sakit karena tidak tidur malam dan itu membuat ku sangat menderita karena penyakit susah tidur yang aku alami.


Bayangan masa lalu disaat ayah membuang kami tiba-tiba hadir dan terus menerus mengusik ku.Kepala ini rasanya mau pecah setiap kali peristiwa itu hadir.


Semakin lama sakitnya semakin bertambah aku hanya bisa menahannya hingga aku tidak tahan dengan sakit ini,aku memutuskan pergi ke dokter dan menjalani serangkaian pemeriksaan.


Setelah hasilnya keluar dokter memberitahu ku bahwa aku mengalami depresi.Aku sock saat mendengarnya,bagaimana bisa umurku baru 13 tahun dan pada hari itu juga aku pun di menjalani serangkaian perawatan di rumah sakit tanpa seorang pun tau termasuk ibu.


Aku menelpon ibuku bahwa aku tidak pulang karena mau menginap di rumah Tea walaupun sebenarnya aku berbohong, aku tidak ingin ibuku stress itu bisa membuat dirinya sakit lagi.


Semakin hari penyakit ini membuat ku semakin berpikir apakah penyakit depresi ku ini akan sembuh atau tidak,terkadang aku juga berpikir apakah sebentar lagi aku akan meninggal karena merasa semakin hari penyakit ini semakin menyiksaku.


Untuk meredakannya aku meminum obat penenang yang di berikan oleh dokter.Mulai saat itulah aku rutin mengkonsumsi


obat penenang agar aku bisa tidur dan melupakan sakit yang aku derita.


Pramudya menggenggam tangan istrinya dengan lembut dia mengusap-usap punggung tangan istrinya.Hingga dia pun menoleh saat istrinya menunjuk ke arah laci meja belajar nya.

__ADS_1


"Disitu".tunjuk nya ke arah laci meja.


Aku menyembunyikan obatnya di sana,agar tidak ada yang tau kalau aku menaruh obatnya di sana,bahkan aku tidak mengizinkan siapa pun terkecuali ibu masuk ke kamar ini itulah alasannya mengapa aku melarang Faiz dan Mutia untuk masuk ke kamar ini.


Suaminya hanya terdiam tanpa bisa berkata apa-apa.


"Pram ada yang ingin aku tanyakan kepadamu".


" Kamu ingin tanya apa".


Arlita melihat ke arah suaminya.


"Apakah selama ini kamu sudah mengetahui penyakit yang aku derita?tanya istrinya sambil melihat ke arah suaminya.


Laki-laki itu mengangguk


"Iya aku sudah mengetahuinya".


"Apakah pernikahan ini adalah salah satu alasannya kamu untuk menikahi aku atau apa karena aku menderita depresi lalu kamu kasihan sama aku?


"Tidak,bukan karena itu.


Alasan aku sedari awal adalah ingin segera menikahi mu bukan karena aku kasihan kepadamu melainkan karena aku memang benar-benar tulus mencintaimu jauh dari lubuk hatiku yang terdalam.Jujur saja dalam hati kecilku ini sudah berniat untuk menikahi mu setelah kita lulus sekolah tapi aku mempercepat nya karena kondisi kamu sedang tidak baik-baik saja saat itu".ucap suaminya menjelaskan.


Arlita terharu mendengar penjelasan suaminya itu membuat hatinya kini lebih tenang.


Lalu dia pun langsung memeluk laki-laki yang di hadapannya tanpa terasa dia pun menangis.


"Makasih Pram karena kamu sudah menjadi suami yang baik buat aku,cinta sama aku dan kamu juga bisa menerima semua kekurangan aku.Jujur aku benar-benar bahagia mempunyai suami seperti kamu".ucapnya sambil matanya berkaca-kaca dan memeluk suami nya dengan erat.


Suaminya membalas pelukan istrinya dan mengusap-usap rambut istrinya lalu mencium pucuk rambutnya dengan sayang.


" Sama-sama sayang,aku akan selalu ada buat kamu, menjaga kamu dan akan selalu membahagiakan kamu dan mengganti semua waktu yang telah terbuang hingga kamu merasakan begitu banyaknya cinta hingga kamu tidak bisa menghitungnya ".kata suaminya.

__ADS_1


Istrinya semakin mempererat pelukannya."Aku sayang banget sama kamu jangan pernah tinggalin kita berdua,aku benar-benar tidak bisa hidup kalau kamu tinggalin aku".


Pramudya tersenyum senang saat mendengar ucapan istrinya


"Iya aku juga sayang banget sama kamu dan aku tidak akan pernah meninggalkan kamu dan anak kita".


" Janji".


"Aku tidak mau berjanji sayang tapi aku akan membuktikannya dengan semua caraku tapi yang pasti aku akan selalu setia sampai kapan pun, percayalah apa yang aku ucapkan sekarang bukanlah kebohongan tapi ini adalah sebuah kenyataan".


" Iya aku percaya".


"Jadi mulai sekarang kita lupakan masa-masa sedih kamu karena aku akan menggantinya dengan masa-masa indah. Apakah kamu mau menyambut hari itu bersama ku istri ku".


Istrinya mengangguk tanda mengiyakan.


" Iya aku mau".


Laki-laki itu tersenyum senang mendengarkan nya dan dia melepaskan pelukan nya lalu menggenggam kedua tangan istrinya.


"Aku sangat bahagia mendengar nya sayang.Jangan pernah sungkan untuk membicarakan apapun kepada suami mu ini karena suami ini siap menampung semua curhatan kamu".


Istrinya tersenyum.


" Baiklah mulai sekarang bersiaplah mendengarkan semua curhatan aku, keluh kesah aku dan satu lagi aku akan sedikit menyusahkan dengan meminta sesuatu jika baby kita menginginkan sesuatu dan kamu harus mengabulkan nya kalau tidak baby kita nanti akan ileran loh ".


Suaminya tertawa.


" Insya Allah sayang jika permintaan baby kita masih tahap yang wajar aku pasti bisa mengabulkannya tapi kalau seandainya tidak wajar pun akan berusaha mengabulkannya ".katanya sambil mengelus perut istrinya yang masih rata.


" Makasih, kamu memang suami dan calon Ayah yang terbaik".puji istrinya.


"Sama-sama sayang.Sekarang lebih baik kita istirahat yah".ucapnya sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan menyuruh istrinya untuk ikut istirahat di samping nya.

__ADS_1


" Baiklah".ucapnya lalu mereka pun beristirahat.


bersambung


__ADS_2