Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
146


__ADS_3

Pramudya memasuki tempat kerjanya, di atas mejanya sudah banyak sekali berkas-berkas yang harus di tanda tangani.


Dengan teliti laki-laki melakukan pekerjaan nya dengan tenang. Sebenarnya dirinya ingin mengajak keluarga kecilnya untuk berlibur tapi rencana itu harus tertunda karena sekarang ini pekerjaannya sungguh banyak sekali dan tidak bisa di tunda lagi.


Setelah dirinya telah selesai menyelesaikan kuliahnya selama empat tahun Papah dari tiga orang anak itu kini fokus untuk bekerja di perusahaan milik Ayahnya karena Ayahnya ingin menghabiskan usia tuanya di rumah bersama istri dan ketiga cucunya.


Sebenarnya Pramudya tidak ingin bekerja di perusahaan Ayahnya tapi karena dirinya adalah anak tunggal mau tak mau akhirnya dia harus menggantikan posisi Ayahnya.


"Aku harus cepat menyelesaikan nya agar aku bisa berlibur".gumamnya sambil terus membuka berkas yang menumpuk di meja kerjanya.


" Semangat".ucapnya.


Tanpa terasa jam menunjukkan pukul delapan malam Pramudya baru menyelesaikan pekerjaan nya.Dia menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya.Tubuhnya sekarang ini benar-benar semangat lelah.


Setelah di rasa tubuhnya sudah tidak begitu lelah barulah dirinya langsung membereskan meja kerjanya lalu mengambil kunci mobilnya untuk pulang.


Setelah satu jam perjalanan laki-laki itupun sampai di rumah nya.


Arlita membuka pintu saat mendengar suara mobil suaminya.Di lihatnya sosok laki-laki yang sedang berjalan ke arahnya sambil tersenyum.


"Assalamualaikum".ucap suaminya.


" Waalaikumsalam ".jawab istrinya sambil mengulurkan tangan kanannya untuk mencium tangan suaminya.


Laki-laki itupun langsung mencium kepala sang istri yang di tutupi hijab.


" Anak-anak sudah tidur?tanya nya saat melihat rumah dalam keadaan sepi.

__ADS_1


"Iya.Anak-anak sudah tidur.Tadi sih mereka mau nungguin Mas tapi karena Mas belum pulang-pulang jadi mereka menyerah deh.Akhirnya mereka memilih untuk tidur. "


"Maaf ya sayang,akhir-akhir ini sering pulang larut malam".


"Tidak apa-apa asal jangan lupa makan nanti kamu sakit gimana".


Laki-laki itu mencubit hidung mancung sang istri


" Iya sayangnya aku".ucapnya dan membuat wajah istrinya merona merah.


" Sini biar tasnya aku yang bawa ".ucap istrinya sambil mengambil tas dari tangan suaminya dan keduanya pun berjalan masuk kedalam rumah lalu laki-laki itu merangkul pinggang istrinya.


Laki-laki itupun tersenyum


" Makasih sayang ".


" Iya, sama-sama suamiku.Mas mau mandi atau makan dulu?


" Oke.Biar aku siapkan dan bawa ke kamar. Mas duluan aja nanti aku nyusul sambil membawakan makan malam".


"Baiklah aku naik duluan ya".katanya sambil berjalan ke atas kamarnya yang berada di lantai bawah.


Istrinya pun mengangguk lalu berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan makan malam. Di letakan semuanya di atas nampan lalu dia membawanya masuk ke kamarnya.


Setelah meletakkan nampan di atas meja, Ibu muda itu berjalan menuju lemari pakaian untuk mengambil pakaian ganti untuk suaminya.


Sebuah piyama pun di taruh nya di atas tempat tidur, hingga terdengar suara pintu di buka.

__ADS_1


Arlita melihat suaminya keluar dari kamar mandi dengan wajah lebih segar serta rambut basahnya dan membuat ketampanannya semakin bertambah.


Apalagi kini di umurnya yang ke 25 membuat suami itu semakin bertambah dewasa.


Dia pun mendekati suaminya.


"Duduk di kursi Mas, biar aku bantu kering kan rambut kamu".katanya dan laki-laki itupun menurutinya.


Arlita mengusap-usap rambut basah suaminya dengan handuk kecil hingga rambut basah itupun akhirnya kembali kering.


" Sudah selesai Mas".


"Makasih sayang".


" Iya.Mas cepat pakai baju terus makan ya".


"Siap Nyonya Pramudya".


" Mas ih, semakin tua semakin banyak gombalnya".


"Aku belum tua sayang,umurku baru 25 jadi belum tua".


" Iya.Terserah Mas aja".


Suaminya pun tersenyum entah mengapa dirinya begitu senang saat menjahili istrinya.


"Istriku menggemaskan dan entah mengapa aku semakin mencintainya."gumamnya

__ADS_1


dalam hati.


bersambung


__ADS_2