Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
105


__ADS_3

Di dalam kamar


Sepasang suami-istri itu sedang melihat ke dua bayi kembar mereka yang kini sedang tertidur lelap di box bayi yang ada di dalam kamar mereka.


Keduanya sepakat untuk menempatkan kedua bayi kembarnya di dalam satu kamar yaitu di kamar pribadi mereka tujuan nya adalah agar kedua orang tua baru itu bisa belajar merawat nya.


Setelah puas melihat kedua buah hatinya kini ibu muda itu berjalan ke arah tempat tidur dan menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur.


"Lelahnya".


Suaminya tersenyum lalu dia pun ikut naik ke tempat tidur dan berbaring di samping istrinya.


" Capek ya sayang?tanyanya sambil mengusap-usap pipi mulus istrinya.


Istrinya pun mengangguk


"Tapi aku senang sayang".


balasnya dengan wajah bahagia itu terlihat dari tatapan matanya.


" Iya. Aku pun merasakannya ".


Arlita bangun dari tidur dan dia pun bersandar di dashboard tempat tidur.


Suaminya pun melakukan hal sama.Kini keduanya duduk dengan sang istri yang bersandar di dada suaminya.


"Aku senang kamu sudah memaafkan Ayah".ucapnya setelah beberapa menit keduanya terdiam.


Arlita mendongak kan kepalanya dan menatap wajah suaminya sangat lama hingga beberapa menit kemudian barulah dia pun bicara


" Itu semua karena kamu."


Suaminya mengerutkan dahinya.


"Aku?


" Iya suamiku sayang ".


"Memangnya apa yang sudah aku lakukan sayang?


" Semua karena nasehat kamu. Lama sekali aku berpikir mengapa sakit yang ada di hati ini masih saja belum sembuh tapi sejenak aku merenungkan semua yang pernah kamu katakan bahwa jika kita masih menyimpan rasa benci itu selamanya dirinya tidak akan pernah bisa hidup bahagia.


Semua perkataan juga nasehat yang pernah kamu ucapkan ke aku itu semuanya adalah benar jadi semua penyakit apapun yang berasal fari dalam hati itu tidak akan pernah sembuh selama di dalam hati ini masih menyimpan rasa benci, rasa dendam dan juga rasa sakit hati apalagi yang datangnya secara bersamaan itu bisa langsung membunuhnya jadi aku tidak ingin semua itu terjadi kepada ku.

__ADS_1


Setelah aku tau kalau aku hamil, aku mulai belajar untuk mengendalikan emosi aku karena mulai sekarang aku harus mulai belajar untuk menjadi orang tua yang baik untuk anakku kelak.


Dulu aku pernah berpikir bahwa hidup ini tidak adil untuk ku bahkan aku sempat ingin mengakhirinya dengan cara bunuh diri tapi aku masih ingat Allah, ingat ibu dan kedua adikku yang masih sangat membutuhkan aku jadi aku mencoba kuat untuk mereka.


Menjalani rasa sakit terlalu lama itu tidak enak.Mungkin ini memang sudah jalan hidup aku agar bisa menghargai hidup.Sekarang aku percaya bahwa Allah memberikan cobaan kepada ku karena aku mampu untuk menjalani nya.


Kalau keluarga ku dulu tidak hancur mungkin kita tidak akan bertemu dan menikah bahkan sampai kita di karuniai dua bayi kembar.


Bukankah Allah begitu sayang sama aku jadi dibalik rasa sakit ini tersimpan kebahagiaan yang sudah lama aku rindukan jadi tidak ada salahnya jika aku memberikan kesempatan kedua untuk Ayah ku bukan?


Suaminya tersenyum dan mencium keningnya.


"Istri ku wanita yang hebat".pujinya dan membuat wajah istri nya berubah menjadi merona merah.


" Makin cinta deh aku sama kamu".


"Makasih, aku juga cinta sama kamu".


Keduanya berpelukan erat seakan-akan mereka telah berpisah lama.


Arlita tersenyum jahil dia ingin mengerjai suaminya dengan lembut dia pun mulai mengelus-mengelus dada suaminya dan itu membuat jantung laki-laki yang berada di dekatnya itu menjadi tidak tenang.


Semakin lama elusan yang di berikan istrinya semakin membuat hasratnya terpancing.


" Iya. Kenapa suamiku? tanyanya tanpa berhenti


mengelus-mengelus dada suaminya.


"Hentikan".ucapnya karena sudah mulai bergairah.


" Kenapa sih aku kan cuma mengelus-mengelus nya saja ".


" Tapi kamu sudah membangunkan yang di bawah sana sayang ".


" Itu sih kamu saja yang otaknya mesum jadi pas aku sentuh sedikit saja sudah langsung bangun ".


Laki-laki itu benar-benar frustasi mendengar ucapan istrinya dengan gerak cepat akhirnya dia pun mengukung tubuh istrinya.


Istrinya pun terkejut melihat tindakan suaminya.


" Kamu harus tanggung jawab karena sudah membangunkannya ".


" Ah apa?

__ADS_1


Tanpa berkata-kata lagi laki-laki langsung mencium bibir merah istrinya dengan rakus.


Arlita mencoba memukul dada suaminya saat dirinya sudah kehabisan napas.


"Kamu mau membunuhku".


Laki-laki itu terkekeh.


" Maaf sayang khilaf".


"Khilaf apa nafsu?


" Dua-duanya".jawabnya sambil cengengesan.


"Ih sebal".ucapnya sambil terus memukuli dada suaminya berulang kali.


"Habis aku candu sama bibir mungil kamu bawaannya pengen cium terus".ucapnya dan membuat istrinya menjadi sedikit takut.


" Jadi boleh ya sayang aku mau berkunjung ".ucapnya sedikit genit.


" Sayang nya sekarang ini kamu tidak bisa berkunjung karena kamu harus berpuasa ".


"Apa berpuasa?


" Iya,karena aku baru saja habis melahirkan jadi butuh pemulihan dulu agar bisa cepat sembuh".


"Berapa lama aku berpuasa? tanyanya tanpa semangat.


" Kurang lebih 1 atau 2 bulan bahkan bisa lebih ".


Seketika tubuh laki-laki itu mendadak lemas lalu dia pun menjatuhkan tubuhnya di samping istrinya.


" Kenapa lama banget sayang?


"Ya memang lama".ucapnya sambil menahan ketawa karena melihat tingkah suaminya seperti anak kecil yang sedang merengek tidak di belikan mainan.


" Nasib-nasib".gumamnya.


Arlita hanya mengusap-usap punggung suaminya.


"Yang sabar ya sayang".


bersambung

__ADS_1


"


__ADS_2