
Tak pernah terpikir olehku untuk menikah muda bahkan dalam mimpi pun tidak ada sama sekali tapi memang Allah mempunyai caranya sendiri untuk menentukan hidup seseorang termasuk diriku.
Jam menunjukkan pukul lima pagi saat ku terbangun.Aku meraba-raba tempat tidurku tapi aku tidak menemukan Pramudya yang semalam tidur di sampingku
"Kemana dia?batinnya bertanya.
Lalu dia pun bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mandi dan langsung melaksanakan sholat subuh.
Arlita sudah selesai melaksanakan sholat lalu dia pun langsung melipat sajadah dan mukenanya.
Ceklek( terdengar suara pintu dibuka dari luar)
Arlita melihat kearah pintu terlihat orang tadi di cari-carinya kini sedang berjalan mendekatinya.
Laki-laki itu begitu tampan karena dia memakai baju koko, kain sarung serta peci yang ada di kepalanya lalu menaruh peci di atas meja.
"Assalamualaikum".salamnya sambil tersenyum.
" Waalaikumsalam ".balasnya lalu mencium tangan suaminya dengan takzim.
" Kamu sudah selesai sholat?tanya ketika keduanya kini sudah di duduk di tempat tidur saling berhadapan.
"Sudah.Kamu habis sholat di Masjid?
" Iya. Kami bertiga baru habis sholat subuh di Masjid depan komplek.Kenapa sayang kamu nyariin aku?
Arlita langsung memeluk suaminya dan menyandarkan kepalanya di dada besar suaminya lalu dia pun menganggukkan kepalanya tanda iya.
Suaminya pun tersenyum dan dengan lembut dia pun mengusap-usap kepala istrinya lalu mencium kepalanya lama.
"Maafkan aku sayang karena ngga ijin dulu sama kamu. Maaf ya!
__ADS_1
" Seharusnya kamu bangunin aku dulu sebelum pergi, biar aku ngga panik saat bangun ngga ada kamu.Sungguh aku benar-benar takut kamu akan pergi meninggalkan aku".ucapnya sambil memeluk erat suaminya dan membuat laki-laki itu merasa bersalah.
"Maafkan aku sayang, aku janji jika ingin pergi kemana pun aku akan izin sama kamu dulu. Sekali lagi aku minta maaf. Kamu mau maafin aku kan?
Istrinya pun mengangguk.
" Sebenarnya tadi aku ingin bangunin kamu tapi aku tega mengusik kamu tidur.Kamu tertidur sangat pulas sekali".katanya lagi setelah melihat istrinya kembali tenang.
Istrinya mendongakkan kepalanya
"Benarkah?
"Iya itu benar sayang".katanya sambil mencubit hidung mungil istrinya.
" Sayang sakit tau".ucapnya sambil mengusap-usap hidungnya yang di cubit tadi lalu dia pun melepaskan pelukan suaminya dan duduk di tempat tidur sambil menyelonjorkan kakinya.
"Maaf sayang habisnya kamu menggemaskan".
" Ih sebal".katanya sambil mengerucutkan bibirnya.
" Enak saja cium, ngga boleh aku kan masih sedikit sebal sama kamu."
"Sebal-sebal tapi kangen kan?
Sontak wajah Istrinya berubah merah seperti kepiting rebus lalu untuk mengalihkan rasa malunya dia pun membuang muka ke arah lain membuat laki-laki itu beringsut duduk di samping istrinya.
" Jangan marah sama aku sayang nanti wajah baby kita semuanya mirip sama aku".bujuknya sambil merangkul bahu sang istri lalu memeluknya dari samping agar tidak menekan perut buncit istrinya.
"Apakah itu benar?
"Itu kata pepatah jika seorang perempuan sedang hamil jangan terlalu membenci seseorang karena nanti anaknya akan mirip dengan seseorang yang sangat bencinya".
__ADS_1
" Tapi berharap seperti itu".
"Apa kamu bilang?
Arlita memegang kedua pipi suaminya dan dia mendekatkannya ke wajahnya.
" Aku mau anak kita mirip dengan kamu kan kamu ayahnya".ucapnya dan langsung membuatnya tersenyum lebar.
"Iya kamu benar sayang tapi. kamu yakin ngga kangen sama aku?tanyanya lagi dan membuat istrinya melepaskan wajah suaminya.
" Ngga usah gengsi sayang jujur saja".katanya lagi
"Iya-iya aku kangen".
" Akhirnya jujur juga.Makasih sayang".katanya.
" Iya".
"Jadi sekarang kamu tidur lagi atau mau melakukan apa?
" Aku mau sarapan bayi di perut aku sudah lapar,terus sehabis sarapan aku mau kamu temani aku berjalan-jalan pagi sampai diujung komplek".katanya sambil mengusap-usap perut buncitnya.
"Siap Ratu ku".katanya sambil turun dari tempat menuju kearah lemari untuk mengambilkan baju ganti istrinya dan juga dirinya.
Setelah selesai berganti pakaian keduanya pun berjalan keluar kamar menuju kearah dapur.
Karena suami tampannya hari akan memasak untuk menyenangkan sang istri tercinta.
Dari luar dapur terlihat seseorang sedang melihat keduanya dengan mata basah dia merasakan sekarang putrinya kembali hidup.Senyuman kini sering terlihat di bibir mungilnya.
"Maafkan ibu nak telah membuat kamu harus menanggung beban sebagai kepala rumah tangga di saat umur kamu belum siap. Maafkan ibu nak".lirihnya dengan mata basah.
__ADS_1
bersambung
Pramudya