
Pramudya terbangun saat seseorang memanggilnya dia pun membuka kedua matanya dia melihat istrinya sedang melihat ke arahnya.
"Ada apa sayang?
"Aku mau ke kamar mandi tapi ga bisa karena kamu peluk aku erat banget".
Suaminya tersenyum lalu perlahan-lahan melepaskan pelukannya.
" Maaf sayang lupa, habis enak sih".
Istrinya lalu mencubit perutnya.
"Dasar suami mesum".
"Sakit sayang".
"Makanya pikiran kamu itu jangan mesum terus".
Suaminya hanya mengusap-usap perutnya yang di cubit istrinya tadi sambil tersenyum.
Arlita langsung menggeser tubuhnya ke pinggiran tempat tidur tapi perlahan-lahan gerakannya terhenti, suaminya melihat ke arah istrinya saat sang istri memegang bawah perutnya sambil meringis.
"Kamu kenapa sayang?
" Sakit".
"Sakit!Mana yang sakit?tanyanya mulai panik.
" Em...Pram".ucapnya ingin bicara jujur kepada suaminya tapi dirinya merasa malu.
Suaminya yang sangat peka akhirnya bangun dari tempat tidur lalu memakai celananya.
"Kamu diam aja dulu,biar aku siapin air hangat buat kamu mandi".ujarnya sambil melangkah menuju ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat di bathtub untuk istrinya berendam.
Istrinya hanya mengangguk.
Tidak lama laki-laki itu keluar dari kamar mandi sambil membawa kimono untuk istrinya.
"Kamu pakai ini dulu".ucapnya sambil menyerahkan kimono untuk istrinya.
Istrinya menerimanya.
" Makasih.Suamiku".
"Iya sama-sama sayang.Ada apa sayang? tanyanya saat melihat tatapan istrinya.
" Bisakah kamu berbalik dulu, aku mau pakai kimono ini".
"Ya pakai saja. Apa kamu malu sama aku?
" Iya".
__ADS_1
"Kamu tidak usah malu, lagian aku udah lihat semuanya".
ucapnya sambil tersenyum.
" Kamu itu sekarang mesum banget sih Pram".
"Ah... ah.. ah(tertawa)
Melihat suaminya tertawa Arlita langsung melemparkan bantal ke arah suaminya lalu suaminya menangkap bantal yang di lemparkan istrinya dengan ke dua tangannya.
Akhirnya dengan perasaan malu Arlita pun memakai kimono yang di berikan suaminya di hadapannya.
Wajah Pramudya berubah menjadi penuh nafsu saat melihat tubuh polos istrinya yang sedang memakai kimono, ingin rasanya dia mengajak istrinya untuk kembali mengulangi kegiatan yang beberapa jam lalu mereka lakukan.
Arlita yang di perhatikan oleh suaminya hanya cuek lalu dia mencoba untuk berjalan tapi dia pun kembali meringis menahan sakit.
Suaminya yang melihatnya langsung berinisiatif menggendongnya dengan gerakan cepat itu membuat istrinya terkejut.
"Pram kamu ngagetin aku tau".ucapnya sambil mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.
Suaminya tersenyum.
" Maafin aku sayang habis tadi kamu meringis kesakitan jadi aku inisiatif langsung menggendong kamu. Maaf ya aku membuat kamu seperti ini. Lain kali aku akan melakukannya dengan sangat lembut. "
Istrinya hanya diam.
"Sayang kamu marah sama aku?
Istrinya hanya menggelengkan Kepalanya.
Sampailah mereka berdua di dalam kamar mandi.
"Turunkan aku".
Suaminya pun menurutinya dan menurunkan istrinya di samping bathtub yang sudah berisi air hangat dan beraroma wangi aromaterapi.
" Kamu sudah siapkan ini untuk aku?
"Iya sayang,mungkin setelah kamu berendam air hangat sakitnya mulai sedikit berkurang."
"Makasih suamiku, kamu baik baik sekali".
" Sama-sama istri ku sayang ".
Arlita ingin membuka handuk kimono nya tapi saat melihat suaminya masih berdiri di dekatnya dia pun mengurungkan nya.
"Kok handuknya belum di buka sayang? Mau aku bantu bukain?
"Pram!Keluar ngga".
" Iya, iya aku keluar ".
__ADS_1
Suaminya pun keluar dari kamar mandi dan Arlita langsung berendam di dalam bathtub.
Pramudya berjalan ke arah tempat tidur yang seprainya sudah tidak rapi lagi.Lalu di lihatnya ada noda darah di atas seprainya.
Perlahan-lahan dia menurunkan seprainya yang ada noda darahnya itu lalu mengambil seprai yang baru di dalam lemari lalu memasangkannya.
Setelahnya dia menaruh seprai yang kotor ke dalam tempat pakaian kotor.
Hati laki-laki itu sangat bahagia setelah menunggu hampir satu bulan akhirnya dia bisa mendapatkan haknya.
Pintu kamar mandi pun terbuka dan terlihat istrinya yang keluar sudah memakai handuk kimono dan handuk kecil di kepalanya.
Pramudya langsung mendekatinya.
"Kamu kok tidak panggil aku sayang".
"Tidak apa-apa ini sudah tidak terlalu sakit jadi aku bisa jalan sendiri.Kamu sudah mandi? tanyanya setelah melihat suaminya yang memakai kaos dan celana pendek.
"Sudah di kamar sebelah. Sini duduk sini".ucapnya menyuruh istrinya untuk duduk di kursi depan meja rias.
Istrinya pun menurut.Setelah duduk suaminya ikut membantu mengeringkan rambut istrinya dengan memakai hairdryer.
Pelan-pelan dia mulai mengeringkan rambut istrinya sampai rambut istrinya benar-benar kering barulah dia berhenti lalu mematikan hairdryer nya.
"Pram".panggilnya tatapan matanya masih melihat ke arah cermin rias.
Laki-laki itu melihat ke arah istrinya.
" Ada apa sayang?
"Kamu tidak akan meninggalkan aku kan?
Pramudya melihat kegelisahan di wajah istrinya lalu dia pun berdiri dihadapan istrinya lalu dia pun berjongkok di hadapan istrinya lalu menggenggam tangan istrinya.
"Aku tidak akan meninggalkan kamu.Aku sayang dan cinta banget sama kamu.Percayalah aku tidak akan pernah melakukan hal itu".
" Walaupun nanti aku hamil?Kan wanita yang hamil bentuk tubuhnya akan berubah tidak akan sama seperti waktu belum hamil. "
Suaminya mengerti inti dari apa yang di baru saja di ucapkan oleh istrinya.
"Itu bukan masalah yang besar buat aku sayang. Sedari awal aku menginginkan kamu menjadi istri ku, ibu dari anak-anak ku jadi bukan masalah buatku".
" Benarkah?Jadi itu sebabnya kamu keluarin nya di dalam tadi?
"Iya.Aku mau di sini ada calon anak kita mau Pram junior atau Arlita junior tidak masalah buatku.Yang penting itu kamu bahagia hidup sama aku. Hanya itu".katanya membuat istrinya terharu.
" Semoga bisa cepat jadi, kalau pun belum jadi nanti kita kan berusaha bikin lagi".ucapnya sambil menggoda istrinya.
"Dasar otak mesum".
" Biarin mesum tapi si mesum ini yang tadi membawa kamu menikmati surga dunia".katanya dan itu membuat wajah sang istri berubah manjadi merona karena malu.
__ADS_1
bersambung
"