Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
166


__ADS_3

Mobil berhenti tepat di depan sebuah gedung tinggi, Arlita dan Pramudya keluar dari mobilnya dan keduanya pun berjalan memasuki gedung.


Saat keduanya berjalan banyak sekali orang-orang yang memandangi kedua pasangan suami istri itu dengan rasa bangga.Ya meskipun keduanya menikah muda tapi keduanya bisa menjalani kehidupan rumah tangga mereka dengan bahagia.


Semuanya pun merasakan aura kebahagiaan yang sangat terpancar dari keduanya.


"Sungguh Pak Bos dan Nyonya Bos itu pasangan yang suami istri yang sangat bahagia".pikir mereka.


Arlita pun tersenyum ramah saat semua karyawan menyapanya dan itu membuat nya sangat di senangi oleh para karyawan karena sifatnya yang tidak pernah memandang rendah orang lain.


Kini keduanya sudah memasuki lift khusus petinggi perusahaan.


Tapi masih ada beberapa karyawan yang masih sibuk berbicara


"Kamu lihat tadi Nyonya Bos kita sangat cantik ya".puji karyawan pertama.


" Iya sangat cantik, pantas saja Bos kita tidak tertarik melihat wanita lain selain istrinya.Istrinya aja sudah begitu cantiknya, wanita lain pun lewat ".kata karyawan ke dua.


" Iya kamu benar, pelakor mah lewat".kata karyawan ke satu.


Temannya hanya mengangguk membenarkan.


"Sudah yuk kita lanjut kerja".ucap karyawan ke dua.


" Ayo".balasnya dan mereka pun kembali ke lobby untuk bekerja.


Arlita duduk di sofa setelah memasuki ruangan kerja suaminya lalu dia pun mengeluarkan handphone nya lalu menyalahkan hingga beberapa detik kemudian dia pun tersenyum.


Senyum wanita itu begitu merekah dari bibir mungil yang berwarna merah alami dan membuat seseorang mengerutkan keningnya


"Kamu kenapa sayang?


Istrinya pun menoleh.


" Ah apa Mas?

__ADS_1


Laki-laki itupun mendekati nya dan ikut duduk di samping istrinya lalu mencubit hidung mancung nya.


"Mas ih, senang banget mencubit hidung aku".protesnya.


" Habis kamu itu mengemaskan sayang jadinya aku senang banget menjahili kamu".


"Mas aku ini sudah tua loh Mas masa kamu selalu perlakukan akau seperti anak kecil".


" Kata siapa kamu tua bagiku kamu masih Arlita kecilku yang mungil dan sangat-sangat mengemaskan ".ucapnya sambil tersenyum.


"Ya anak kecil yang sudah memberikan Mas 3 anak dan di tambah lagi masih launching".


ujarnya dan membuat laki-laki yang bergelar suaminya itu tertawa.


" Ah.. ah.. ah".


" Mas kok malah tertawa sih, aku serius loh".


"Habisnya kamu kalau lagi marah lucu banget deh dan membuat aku ingin sekali mengajak kamu untuk membajak sawah".ucapnya dan itu membuat wajah sang istri mendadak menjadi berubah menjadi merah mendengar ucapan erotis suaminya.


"Wajah kamu merah sayang".godanya.


"Biarin kan sama istri sendiri jadi sah-sah saja".jawabnya sambil tersenyum manis.


" Udah deh Mas jangan membicarakan itu terus lebih baik Mas kerja sana".katanya sambil mendorong tubuh suami untuk kembali ke meja kerjanya.


Laki-laki itupun tidak sama sekali beranjak dari duduknya lalu tanpa aba-aba dia pun langsung mencium bibir istri nya dan menarik tengkuknya agar dirinya bisa mencium bibir istri nya lebih lama.


Arlita pun memukuli dada suaminya pelan dan membuat laki-laki itupun menghentikan ciuman nya.


Terlihat istrinya mengambil napas panjang.


"Maaf sayang aku khilaf".


" Kamu itu kebiasaan deh Mas,kamu itu mau bunuh aku? Aku hampir kehabisan napas tadi ".kesalnya dan laki-laki itupun langsung memeluk nya.

__ADS_1


"Maaf sayang".ucapnya merasa bersalah.


" Iya, tapi jangan begitu lagi ya".katanya sambil membalas pelukan suaminya.


"Iya sayang ku".ucapan suaminya dan membuat hati wanita yang menjadi istrinya itu menjadi senang.


Adegan keduanya pun berhenti saat seseorang mengetuk pintu


Tok.. tok.. tok


" Ah siapa sih mengganggu saja".umpatnya kesal sambil melepaskan pelukan nya dan dia pun kembali duduk di kursi kerjanya, istrinya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah suaminya.


"Masuk".perintahnya dan pintu itupun terbuka terlihat seseorang masuk sambil tersenyum.


"Ngga usah senyum-senyum".


ucapnya kesal.


"Senyum itu adalah ibadah, benarkan Arlita?katanya dan wanita itupun mengangguk kan kepala nya tanda iya.


" Hey jaga mata elo,Arlita itu istri gue".katanya mulai terlihat cemburu melihat laki-laki itu mencuri-curi pandang dengan istri cantiknya yang kini sedang duduk santai sambil sibuk memainkan handphone nya di sofa.


"Ya elah dikit doang Pram pelit banget sih elo".ucapnya sambil cengengesan.


" Jangan sampai gue pecat elo ya".


"Sabar sob, masa begitu aja elo marah.Sorry gue cuma bercanda." katanya sambil mengacungkan dua tangannya membentuk huruf v.


"Oke lain kali ngga ada kata maaf".


" Terus kalau ngga ada kata maaf, terus kata apa lagi?


"Kata pecat".ucapnya dan membuat laki-laki itupun sedikit sok mendengar nya.


" Mudah-mudahan saja gue tidak pernah mendengar kata-kata itu".ucapnya dalam hati.

__ADS_1


bersambung


"


__ADS_2