
Hari pun berganti malam.Kini Arlita sedang berada di kamar ke tiga anaknya.Kegiatan rutin yang harus selalu di lakukan sebelum tidur.
Dia melihat ketiga anaknya kini sudah tertidur lelap.Dalam hatinya berkata
"Tidak terasa ketiga anak-anaknya kini sudah besar".
Ibu muda itu langsung mencium kening anaknya satu persatu lalu dia pun keluar dari kamar anaknya untuk kembali ke kamarnya.
Ceklek
(Suara pintu di buka dari luar)
Arlita pun memasuki kamarnya setelah terlebih dahulu menutup pintu kamarnya.
Di lihat nya sosok suaminya yang sedang duduk di karpet sedang menatap ke arah laptop nya yang sedang menyala.
"Mas".panggilnya dan laki-laki itupun melihat ke arah istrinya.
" Iya sayang".ucapnya kembali menatap laptopnya.
"Mau aku buatin kopi? tanyanya.
Laki-laki itupun mengangguk
" Baiklah segera aku buatkan ".katanya sambil berjalan keluar dari dalam kamar.
Dan tak lama kemudian Ibu muda itupun sudah selesai membuatkan kopi untuk suaminya.
Pelan-pelan dia pun membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar kembali.
" Ini kopinya Mas".ucapnya sambil menaruhnya di atas meja.
"Makasih sayang".katanya sambil menyeruput kopinya.
" Sama-sama ".
" Aku lanjut kerja lagi ya yank nanggung tinggal sedikit lagi".ucapnya meminta izin dan istrinya pun mengangguk.
Arlita pun kini duduk di atas tempat tidurnya sambil memainkan handphonenya.
Hingga tiba-tiba handphone yang ada di tangan nya pun berbunyi dan dia pun melihat nama siapa yang tertera di handphonenya.
"Ibu".ucapnya sambil mengangkat panggilan nya.
" Assalamualaikum Bu".salamnya
"Waalaikumsalam kak. Bagaimana kabar kamu dan keluarga? tanya sang Ibu.
__ADS_1
" Alhamdulilah semua nya sehat Bu dan bagaimana kabar di sana apakah semua nya sehat?
"Ibu ingin menanyakan sesuatu ke kamu".
" Kalau boleh tau ini tentang apa Bu?
" Ini tentang Faiz".
"Faiz? Faiz kenapa Bu?
"Apakah Faiz ada di rumah kamu?
" Ada Bu".
" Syukurlah kalau Faiz di sama, Ibu titip Faiz ya kak".
"Ya sudah hanya itu yang ingin Ibu katakan, Ibu tutup dulu teleponnya ya. Assalamu'alaikum".
salamnya dan wanita itupun langsung mematikan telponnya.
Arlita memegangi handphonenya itu dengan sangat erat
" Sebenarnya ada apa dengan Faiz? Itulah pertanyaan yang sekarang ada di rongga dadanya.
Wanita itupun sibuk dengan pikiran nya dan dia pun terkejut saat seseorang melingkarkan tangan nya di pinggang ramping nya.
" Aku udah panggil kamu beberapa kali tapi kamu nya aja ngga denger ".katanya sambil terus mendusel-duselkan bibirnya ke arah leher jenjang istrinya dan dia pun mencium lehernya hingga meninggalkan tanda di sana.
"Stop.Mas harus stop dulu ".
Katanya sambil menahan tangan laki-laki itu agar tidak menjamah nya lagi.
" Kenapa?
"Kasih tau adikku itu kenapa?
Laki-laki itupun melepaskan pelukannya dan dia pun bangun dari tidurnya lalu duduk di tempat tidur sambil menyenderkan kepalanya di ranjang.
Istrinya pun melakukan hal yang sama kini keduanya pun dalam posisi duduk.
" Apa masalah nya sangat serius? tanya istrinya penasaran.
Laki-laki itupun tersenyum dn mengacak-acak rambut panjang istrinya dan membuat istrinya sedikit cemberut.
"Mas, rambut aku jadi berantakan tau".protesnya sambil merapihkan rambutnya dengan jari-jarinya.
"Walaupun rambut kamu berantakan kamu tetap cantik kok, apalagi kalau lagi".ucapnya terhenti saat istrinya memukuli tangannya.
__ADS_1
" Dasar mesum".
"Ah... ah... ah".
" Loh kok malah tertawa sih Mas?
"Maaf sayang".
" Serius dong Mas, aku benar-benar pengen tau adikku itu kenapa?
"Baiklah sekarang aku serius".
" Awas saja kalau ngga serius malam ini Mas ngga dapat jatah".ancamnya dan membuat wajah suaminya berubah menjadi sedikit takut.
"Jangan begitu dong sayang, kamu tidak kasihan sama suamimu ini".
" Makanya cepat kasih tau atau tidak akan dapat jatah sama sekali".ancam istrinya dan membuat laki-laki itupun meneguk ludahnya.
"Faiz mau pindah kuliah".
" Pindah kuliah?Maksudnya pindah dari tempat kuliahnya yang sekarang?
"Kamu benar sayang".ucapnya sambil mencubit hidung mancung istrinya.
" Mas,aku lagi serius nih".
"Maaf sayang".
"Alasannya apa Faiz mau pindah tempat kuliah?
" Entahlah sayang adikmu tidak memberitahu ku alasannya, coba saja kamu bicara pelan-pelan kepadanya mungkin adikmu mau cerita".
Istrinya terdiam dan membuat suaminya langsung berpindah posisi dan mengukung nya.
"Mas".
" Hem".
"Kita kan sedang bicara serius kok sekarang jadi begini?
" Lupakan masalah adikmu sejenak,sekarang layani suamimu ini dulu".
"Tapi".
" Tidak ada tapi-tapian sayang ".ucapnya sambil mencium bibir merah istrinya dan akhirnya mau tau pun pasrah saat suaminya sudah dalam mode seperti itu.Dan malam itu keduanya pun menikmati surga dunia.
"Biarlah malam ini aku lupakan masalah adikku sejenak".katanya dalam hati.
__ADS_1
bersambung