
Pramudya duduk dengan hati gelisah mengingat istrinya yang sedang tidak baik-baik saja, sambil menunggu ayah mertua nya yang masih tertidur sehabis operasi dia pun mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang.
Dirinya mengetiknya dan menekan nomor nya dan tidak lama telpon itu pun tersambung lalu terdengar suara seseorang
"Hallo".sapa orang di sebrang.
" Hallo".balasnya.
"Ada apa Pramudya?
" Gea aku bisa minta tolong sama kamu ".
" Minta tolong apa?Apa terjadi sesuatu dengan Lita? tanya nya mulai panik.
"Tidak Lita baik-baik saja, cuma kebetulan Lita sedang sendiri di rumah bisakah kamu sama Tea datang ke rumah menemani nya, kebetulan aku sedang ada urusan di luar yang tidak bisa aku tinggal kan".ucap Pramudya menjelaskan.
"Bukankah ada bi inah di rumah?
" Bi inah sedang pulang kampung dan belum balik".
"Oh gitu. Ya sudah nanti aku sama Tea ke rumah mu".
" Thanks ya Ge atas bantuan nya".
"Iya sama-sama".
Telpon itu pun di matikan dan kini dirinya kembali fokus dengan ayah mertuanya yang masih tertidur karena pengaruh obat.
Pramudya duduk di kursi dekat tempat tidur pasien sambil menunggu dia pun mengecek pekerjaan nya melalui e-mail di handphone nya.
__ADS_1
Ketika sedang dirinya sedang sibuk tiba-tiba dia melihat ayah mertua nya sudah membuka kedua matanya.Dia pun mematikan handphone nya dan berdiri mendekati ayah mertua nya.
"Alhamdulillah om sudah bangun".ucapnya dengan hati sedikit tenang.
Laki-laki itu melihat sekeliling ruangan lalu kembali melihat ke arah menantunya.
" Saya di mana?
"Om di rumah sakit.Tadi Om mengalami kecelakaan mobil".
Laki-laki manarik napasnya dan menghembuskan nya dengan pelan lalu dia pun teringat dengan kejadian kecelakaan yang baru saja di alaminya.
Pramudya melihat ke arah mertua nya.
" Kenapa om?Apa om butuh sesuatu?
"Saya ingin minum".
" Terima kasih ".ucapnya setelah selesai minum.
" Sama-sama om".balasnya sambil menaruh gelas kosong di atas meja.
"Apakah putri ku tau kamu di sini?
"Tidak om Arlita tidak tau, karena saat saya mendapatkan kabar om kecelakaan, saya sedang dalam perjalanan untuk bekerja jadi Arlita sama sekali tidak mengetahui nya."
"Syukurlah.Saya takut putri ku akan marah kepadamu jika kamu perduli kepadaku.Putriku itu akan semakin marah dan semakin membenciku. " ucapnya sedih.
"Maaf ya om saya belum bisa membuat Arlita membuka hatinya untuk memaafkan om tapi percayalah suatu saat Arlita pasti memaafkan kesalahan om".
__ADS_1
"Terima kasih".
" Maaf om istri om kemana kok dia tidak datang ke sini untuk menemani om?
Sejenak laki-laki itu terdiam lalu dia pun berbicara.
"Saya sudah menceraikannya".
Pramudya hanya terdiam, dia bingung harus berbicara apa, jujur saja sejenak dirinya sempat terkejut mendengar bahwa mertuanya sudah bercerai dengan istri barunya padahal yang dia tau demi wanita itu dirinya bahkan dengan begitu tega menyia-nyiakan anak kandungnya juga menceraikan ibu dari anaknya.
"Mungkin sekarang saya sedang mendapatkan karma atas perbuatan saya di masa lalu, saya dulu berselingkuh dan sekarang pun saya di selingkuhi oleh istri saya".
Pramudya hanya bisa terdiam sambil mendengarkan semua yang di ucap kan oleh ayah mertuanya.
" Apa mungkin saya mengalami kecelakaan karena ulahnya?Apa mungkin dia juga yang merusak rem mobil saya dan itu membuat mobil yang saya kendarai mengalami rem blong lalu membuat saya tidak bisa mengendalikan mobil saya lalu terjadilah kecelakaan ini".
"Apa di rumah om ada CCTV-nya mungkin itu bisa kita jadiin bukti kalau memang mantan istri om itu pelakunya".
" Ada".
"Kalau begitu saya akan ke rumah om, saya akan mengecek CCTV-nya sebelum seseorang menghapusnya tapi sebelum saya pergi saya akan meminta om untuk menyuruh satpam yang berjaga di rumah om untuk mengamankan CCTV-nya dahulu sebelum saya sampai rumah om".
"Baiklah.Saya bisa ambilkan handphone saya" pintanya.
Pramudya mengangguk dan mengambil handphone ayah mertuanya di laci meja.
Sehabis Ayah mertuanya menelpon pemuda itu bergegas meninggalkan ruangan tempat ayah mertuanya di rawat.
Sebelum dia pergi Pramudya sudah menyuruh seseorang untuk menjaga ayah mertuanya selama dia pergi.
__ADS_1
"Semoga belum terlambat"pikir Pramudya.
bersambung.