Suamiku Adalah Cinta Pertamaku

Suamiku Adalah Cinta Pertamaku
167


__ADS_3

Kedua pasangan suami istri itu kini sedang berjalan masuk kedalam restoran.Di dalam sana ke empat sahabatnya kini sedang menunggu kedatangan mereka.


Dan di sinilah semua nya berkumpul di dalam ruangan VIP.Setelah berbasa-basi sebentar kini ke enam orang itu sedang menikmati makanan yang tersaji di atas meja.


Semuanya fokus dengan makanan mereka hingga setelah makanan mereka habis barulah ke enam orang yang bersahabat itupun memulai pembicaraan.


"Kenapa ketemuan nya tidak di rumah elo aja sih Ta, jujur gue itu kangen sama si bocil-bocil".kata Tea memulai pembicaraan nya.


" Sama gue juga kangen banget sama keponakan gue, pasti sekarang mereka sedang lucu dan ngegemesin banget".ucap Gea menimpali.


Ibu muda itupun tersenyum.


"Makasih udah kangenin anak-anak gue.Tadi sebenarnya sih pengen nya begitu kita ketemuan di rumah tapi kebetulan kita berdua lagi ada urusan di luar jadi mau tak mau acara nya jadi di sini".ucap Arlita jujur.


" Ngga apa-apa sih lain kali pertemuan nya di adakan di rumah biar lebih enjoy ".kata Teo.


" Benar itu ".ucap Gio.


" Boleh asal jangan buat rusuh aja".ucap Pramudya tiba-tiba.


"Eh Pram memang nya sejak kapan kami buat rusuh di rumah mu".ucap Tea mulai kesal.


"Asal kamu tau saja, kami ini bukan anak kecil yang sering membuat keributan".ujar Gea.


Arlita yang melihat perdebatan suaminya dengan sahabatnya kini hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya.


" Kalian semua seperti anak kecil".ucapnya kemudian dan membuat ke lima orang itupun langsung melihat ke arah nya.


Ibu muda itupun berpura-pura tidak mengetahui kalau ke lima orang yang berdebat itu melihat kearah nya dengan santai nya dia menyeruput esnya.

__ADS_1


"Segarnya".ucapnya lagi tanpa peduli dengan tatapan ke lima orang itu.


" Kenapa kalian melihat ku seperti itu? Apa perkataan aku ada yang salah?tanyanya dan membuat ke lima orang itu meneguk saliva nya sendiri.


Semuanya pun hanya cengengesan.


"Dasar kalian ini sudah dewasa tapi sikap kalian seperti anak kecil." ucapnya dan membuat semuanya mendadak terdiam sesaat tertampar dengan ucapnya barusan.


"Jadi ada apa kalian berempat ingin bertemu dengan kami?tanyanya mengalihkan pembicaraan.


Ke empat orang itupun langsung kembali fokus dengan rencana awal mereka.


" Ini".kata Tea sambil memberikan sebuah kartu undangan di mana di atas kartu itu tertulis nama Tea dan Teo.


Arlita pun menerimanya


"Kalian jadi nikah?tanyanya sambil melihat kearah Tea dan Teo yang menganggukkan kepalanya.


" Selamat akhirnya kalian berdua mengikuti jejak kita yaitu menikah".


"Makasih".ucapnya sambil melepaskan pelukan mereka.Lalu Arlita pun melihat kearah pasangan yang satu lagi


"Tinggal kalian berdua kapan kalian mau menikah?tanyanya penasaran.


"Sebenarnya kami juga ingin memberikan kartu undangan juga".


Arlita terkejut


" Jangan bilang tanggal pernikahan kalian sama".

__ADS_1


"Tidak Ta,kita nikah nya beda tanggal kok".ucap Gea.


" Apa itu benar?


"Benar kok coba lihat aja".


Arlita pun melihat nya lalu dia pun menarik napas dalam-dalam lalu dia pun menghembuskan nya pelan-pelan.


" Kalian ini kenapa harus nikah di bulan yang sama sih, apa kalian berdua sedang bersaing ya?tanyanya sambil melihat kearah kedua pasangan itu.


Pramudya mengusap punggung istrinya pelan agar wanita yang sedang hamil itu menjadi sedikit tenang.


"Jaga emosi sayang ingat kamu sedang hamil".ucapnya dan membuat ke empat orang itupun sedikit terkejut.


" Iya makasih Mas".ucapnya sambil tersenyum.


"Elo hamil lagi Ta? tanya Tea ingin tau.


" Iya".


"Selamat ya".ucap Gea.


" Makasih ".balas si bumil sambil tersenyum.


"Wihh ternyata elo gercap juga Pram, sekarang elo sudah sibuk menanam saham baru".celetuk Gio.


" Maksudnya ".ucapnya sungguh tidak mengerti dengan ucapan sahabatnya.


" Saham bikin anak".kata Gio sambil tertawa dan membuat semua yang ada di sana pun akhirnya tertawa saat mendengar jawaban absurd dari mulut temannya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2