
Arlita berjalan memasuki sebuah ruangan dengan hati yang berdebar-debar.Di dalam ruangan yang di dalamnya terdapat beberapa orang yang akan menentukan kalau dirinya di nyatakan lulus atau tidak.
Arlita melewatinya dengan hati yang sedikit lebih tenang walaupun hatinya masih dalam keadaan sedikit berdebar-debar tapi akhirnya dia pun berhasil melewati nya.
Di bukanya pintu ruangan iti dan dia pun melihat seseorang sedang tersenyum kepada nya.
"Gimana yang, kamu lulus? tanyanya sambil menggenggam kedua tangan wanita yang di cintainya itu dengan penuh penasaran.
Arlita hanya terdiam tanpa bicara dan itu membuat sang suami tau kalau istrinya belum lulus.Dia pun langsung menarik tubuh istrinya itu ke dalam dekapan nya dan mengusap-usap punggung wanita nya itu dengan penuh kelembutan.
" Tidak apa-apa nanti kamu bisa berusaha lagi, yang sabar ya sayang ".katanya menguatkan istrinya.
Tapi tiba-tiba wanita yang berada di pelukan nya itu tertawa pelan dan membuat laki-laki yang memeluk nya menjadi sedikit bingung.
" Yang kok kamu malah ketawa sih!protes nya.
Arlita mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah panik laki-laki yang menjadi suaminya.
Dengan lembut dia pun menyentuh pipi laki-laki itu dengan tangan kanannya.
"Aku lulus Mas".katanya masih terus memandangi wajah suaminya itu yang masih terdiam dalam keterkejutan nya.
" Mas ".panggil Arlita sambil mengusap-usap pipi suaminya lembut.
" Ah iya sayang ".ucapnya setelah kembali tersadar dari keterkejutan nya.
" Kamu kenapa?
"Aku tidak apa-apa sayang hanya sedikit sok aja".
__ADS_1
" Maaf.Aku sudah ngeprank Mas".ucapnya menyesal.
"Lain kali jangan begitu yang, terus terang tadi itu aku benar-benar panik kalau-kalau kamu tidak lulus. Habis muka kamu itu bisa banget buat orang iba".ucapnya sambil mencubit hidung mancung istrinya.
" Masa sih Mas?
"Iya".
"Berarti aku berhasil ngeprank Mas?
" Iya kamu berhasil, berhasil membuat jantung aku berdegup kencang hampir saja jantung ku ini pindah dari tempat nya".
"Maaf Mas".
"Iya.Untung saja kamu wanita yang aku cintai kalau bukan sudah aku kasih kamu pelajaran".
Laki-laki langsung mengajak. istrinya untuk duduk di kursi panjang yang berada di depan ruangan itu.
" Mas, Mas memang nya Mas mau kasih pelajaran apa?katanya sambil laki-laki yang sedang duduk di samping nya.
"Ya pelajaran hukum memang nya pelajaran apa lagi".
" Wah.. wah Mas ternyata sadis juga ya".
"Iya begitulah.Tapi untuk kamu hukuman nya lain".
" Apa?
"Karena kamu itu istri aku jadi hukuman nya yang enak-enak saja".
__ADS_1
Wajah Arlita mendadak berubah menjadi sedikit merah saat laki-laki yang menjadi suaminya membahas hal yang sangat privasi.
" Sudah Mas ngga usah di bahas".
"Loh kok kenapa?
" Karena aku sudah tau pembicaraan Mas itu sudah menyerempet ke arah yang lain dan aku tidak ingin membahasnya ".
Laki-laki itupun tersenyum.
" Ternyata otak istri ku ini pintar juga ya, karena kamu begitu cepat mencerna kata-kata aku barusan".
"Iya aku kan emang pintar Mas kalau tidak pintar mana mungkin aku lulus. Benarkan? ucapnya bangga.
Laki-laki itupun mengusap-usap kepala istrinya yang tertutup hijab itu dengan sayang.
"Iya istri ku memang pintar. Pintar pelajaran, pintar menjadi Ibu rumah tangga, pintar menjaga anak-anak dan satu lagi kamu selalu memuaskan aku di ranjang".
Arlita langsung membekap mulut suaminya itu dengan kedua tangannya.
"Mas jangan kencang-kencang kalau ingin mengatakan kata-kata yang terakhir Mas, aku malu kalau di dengar oleh orang".katanya sambil melepaskan bekapan tangannya di mulut suaminya.Setelah itu dia pun langsung berdiri dari duduknya dan melangkah pergi.
" Maaf yang kelepasan ".ucapnya sambil ikut berdiri mengejar istrinya yang sudah berjalan lebih dahulu.
" Yang tunggu ".katanya sambil terus mengejar langkah istrinya yang semakin cepat.
" Ah sial.Sepertinya istri ku ngambek.Siap-siap menerima hukuman ".ucapnya dalam hati.
bersambung
__ADS_1