
Sepulangnya dari sekolah Arlita yang sudah berganti pakaian langsung menuju dapur untuk mulai belajar memasak bersama Bi Inah sedangkan Pramudya pergi bekerja untuk melihat pembukaan bengkel barunya.
Sebenarnya suaminya sudah mengajaknya untuk ikut dengannya tapi istrinya menolak ikut karena hari ini dia ingin mulai belajar memasak.
Arlita mempersiapkan semua bahan-bahan untuk memulai memasak, mulai dari sayuran dan bahan-bahan lainnya.
"Bi ajarkan Lita cara memasak nasi".
"Baik mba Lita mari saya ajarkan".
Arlita mendekat ke arah sang asisten lalu melihat bagaimana cara mencuci beras setelahnya dia pun melihatnya memberikan air sesuai dengan banyaknya beras yang akan di masak lalu menaruhnya ke dalam rice cooker.
" Membutuhkan waktu berapa lama memasak nasinya?
Sang asistennya tersenyum senang karena sang majikannya mempunyai rasa ingin tau yang besar.
"Hanya membutuhkan waktu 15 sampai 20 menit mba terus kalau lampunya sudah berganti itu tandanya nasinya sudah matang."
Arlita menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Mereka pun langsung melanjutkan kegiatan memasaknya sampai selesai.
Sementara di tempat lain tepatnya di sebuah restoran, seorang laki-laki separuh baya sedang duduk gelisah di mejanya.
Dia menunggu seseorang yang sudah lama tidak dilihatnya.
"Permisi pak ini pesanannya".ucap seseorang.
Laki-laki itu pun mengangguk.
" Terima kasih".
"Sama-sama pak, kalau begitu saya permisi".ucap pelayan itu lagi tapi langkahnya terhenti saat seseorang memanggilnya.
" Bapak panggil saya?
" Ya. Maaf bisakah kamu memanggil pelayan yang bernama Arlita ".pintanya.
"Arlita".
"Iya ,apakah kamu bisa memanggilnya ke sini".
" Maaf pak Arlita...Arlita nya sudah resign pak".
"Maksudnya Arlita sudah tidak bekerja lagi? Sejak kapan?
" Itu benar pak, resign nya sudah satu bulan yang lalu pak, katanya mau fokus sekolah karena sebentar lagi ujian kelulusan sekolah."
"Terima kasih".ucapnya dengan raut muka kecewa.
" Baik saya permisi pak".
Laki-laki itu meminum kopinya pandangannya ke arah luar jendela.
"Di mana lagi aku harus menemuinya. Ayah rindu kamu Kakak".batinnya berkata.
Hampir setengah jam laki-laki itu duduk di sana hingga tiba-tiba seseorang menegurnya.
" Anda sudah lama di sini om".sapa nya.
Laki-laki mendongakkan kepalanya lalu mengangguk.
__ADS_1
"Bisakah kita bicara sebentar".
Pramudya mengangguk dan ikut duduk di hadapan laki-laki itu lalu memanggil pelayan untuk membawakan segelas air teh hangat.
"Bagaimana kabar Arlita?
" Lita baik-baik saja om, maaf saya belum bisa memanggil anda dengan sebutan ayah".
"Alhamdulillah.Iya aku mengerti pasti putriku itu yang membuat mu tidak bisa memanggil ku dengan panggilan ayah kan?
"Maaf, saya hanya ingin menjaga suasana hatinya agar selalu bahagia itu adalah salah satu cara untuk mempercepat kesembuhan nya. "
"Apakah penyakitnya akan sembuh?
" Insya Allah.Saya hanya berusaha mudah-mudahan Arlita akan cepat sembuh.Apalagi sekarang Arlita sudah mendapatkan penanganan dari Dokter psikiater yang terbaik".
"Terima kasih,kamu sudah menjaga putri ku".
" Anda tidak perlu berterima kasih om, itu sudah kewajiban saya sebagai suaminya."
Laki-laki itu mengangguk-anggukan
kepalanya.
"Maaf boleh saya bertanya kemarin anda menelpon saya,apa ada hal yang ingin anda bicarakan?
" Aku hanya ingin bertanya tentang kabar putri ku karena sudah beberapa hari aku ke sini aku tidak pernah melihatnya, jadi itulah alasannya aku menelpon mu".
Pramudya menyerumput tehnya lalu menaruhnya lagi di atas meja.
"Itu memang benar om,saya tidak mengizinkan Lita untuk bekerja lagi.Saat ini saya hanya ingin dia menikmati hidupnya sebagai seorang gadis remaja yang mempunyai kebebasan dalam hidup tanpa terbebani dengan masalah ekonomi. Seharusnya sudah dari dulu dia menikmati masa mudanya itu".
"Maaf om kalau kata-kata saya menyinggung perasaan anda, saya tidak bermaksud seperti itu tapi ini adalah kenyataan."
"Iya saya tau itu, saya sadari saya adalah salah satu contoh ayah yang sangat buruk.Saya ini ayah yang tidak bertanggung jawab sehingga Arlita harus mengambil alih tugas aku sebagai seorang kepala keluarga".
"Aku tau aku ini salah,apapun yang ingin aku lakukan sekarang semuanya percuma karena tidak dapat mengembalikan masa-masa indah untuk anak-anak ku. "
"Bisa kamu memberiku solusi jika ada katakan padaku apa harus aku lakukan untuk menebus kesalahan ku?
Pramudya melihat wajah laki-laki yang sedang duduk di hadapannya itu terlihat begitu sedih.
" Boleh saya menanyakan sesuatu ke om".
Laki-laki melihat kearah menantunya."Mau menanyakan apa?
"Apa alasan om berselingkuh".
" Hanya nafsu, ya hanya nafsu sesaat yang membuat ku harus terjebak di dalamnya ".
" Maaf om kalau pertanyaan yang saya ajukan tadi adalah salah satu dari pertanyaan putri om".
Laki-laki itu terkejut dan menundukkan kepalanya tanpa terasa dia pun menangis.
"Arlita banyak sekali bertanya apa ibu ku sudah tidak cantik lagi ataukah ayah ku sudah bosan hidup bersama dengan kami. Bukankah ibu ku adalah wanita hebat karena sudah memberikannya tiga orang anak, itulah pertanyaan yang selalu Lita ucapkan. Jujur om saya tidak bisa menjawabnya".
Laki-laki itu menunduk sedih setelah mendengar ucapan menantunya.
"Maaf... maafkan ayah kak, ayah salah maafkanlah ayah mu ini".lirihnya.
Pramudya hanya diam yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah itu,hingga terdengar suara handphone berbunyi.
__ADS_1
Dia melihatnya ternyata sang pujaan hati yang ingin video call.
Lalu dia pun mengangkatnya.
" Assalamu'alaikum sayang".
"Walaikumsalam".balas istrinya.
" Kamu lagi apa?
" Aku lagi belajar masak nanti kamu harus makan di rumah ,aku mau kamu yang pertama cicipin masakan aku".
Suaminya tersenyum
" Baiklah sehabis pulang dari restoran aku langsung pulang ".
" Tunggu bukannya kamu bilang sama aku kalau kamu mau ke pembukaan bengkel kok tiba-tiba sekarang sudah ada di restoran?
"Pembukaannya sudah selesai sayang jadi aku mampir ke restoran sebentar mau ngecek aja".
" Oh begitu".
"Gimana senang ngga belajar masaknya?
" Aku senang sekali kalau aku tahu memasak itu menyenangkan mungkin dari dulu aku sudah bisa memasak tapi aku malah sibuk mencari uang jadi tidak ada waktu untuk itu".
Laki-laki yang berada di depan Pramudya tertunduk saat mendengar curhatan putrinya tanpa terasa dia pun menangis.
Pramudya pun melihatnya tapi dia pun kembali fokus dengan handphone nya karena sang istri masih menunggunya bicara.
"Aku tau sayang.Sayang nanti aku telpon lagi, oke".
" Baiklah, aku tunggu kamu di rumah. Assalamu'alaikum ".
" Iya. Waalaikumsalam sayang semangat belajar memasaknya".
Lalu handphonenya pun mati, dia pun kembali fokus dengan mertuanya.
"Bisakah kamu membantu aku".
"Membantu apa om?
Laki-laki itu menyerahkan sebuah map coklat di atas meja.
" Apa ini om?
"Ini adalah surat rumah dan beberapa aset yang aku punya, aku mau kamu memberikannya kepada anak-anak ku, ini sebagai bentuk tanggungjawab ku kepada mereka. "
"Tapi.. ".
" Aku mohon terimalah "ucapnya memohon.
" Baiklah saya akan menerimanya, saya akan memberikannya jika waktunya tepat."
.
"Terima kasih.Aku pergi dulu. " pamitnya dan pergi meninggalkan Pramudya.
"Sama-sama om".balasnya sambil melihat ayah mertuanya pergi meninggalkan restoran.
bersambung
__ADS_1