
2 hari sebelum acara resepsi Adi dan Alex yang di minta untuk menyumbang lagu di resepsi pernikahan Rafa dan Arin memutuskan untuk membeli senar gitar baru di mall. Sore nya mereka pun menuju ke sebuah mall terbesar di kota tersebut sekalian membeli pakaian untuk menghadiri acara resepsi nanti. Ketika Adi dan Rafa berjalan menuju tempat yang menjual senar gitar pun terkejut melihat Arin yang tengah duduk di Restoran Pizza mall tersebut dengan seorang laki laki yang menurut mereka tampan dan dewasa.
" Di, lo lihat yang gue lihat gak? "tanya Alex menarik lengan baju Adi
" Iya lex, wah ni anak mulai berani " sahut Adi dengan menatap ke arah Arin.
Alex pun memfoto Arin yang tengah berduaan dengan seorang laki laki yang tidak mereka kenal.
" Lo engga usah macem macem deh lex" tegas Adi sambil menurunkan ponsel Alex.
" Engga ini buat kenang kenangan aja" seru Alex dengan senyum senyum melihat foto Arin. Alex pun langsung menelfon ke rumah Rafa yang langsung di angkat oleh pembantu Rafa dan di berikan ke Rafa.
" Lo jangan gila!! " seru Adi khawatir namun Alex hanya tersenyum dan mulai memberi tahu Rafa apa yang ia dan Adi lihat yang seketika membuat Rafa di ujung telfon itu merasakan panas dingin.
" Lo jangan becanda lex!! " seru Rafa di ujung telfon dengan nada mulai emosi namun membuat Alex semakin girang
" Nih, lo diam ya gue sapa Arin dulu. Lo jangan tutup telfon biar percaya " jawab Alex menahan tawa karena Rafa yang mulai naik darah. Rafa pun menuruti ucapan Alex sementara Adi hanya mengikuti Alex karena ia juga ingin memastikan siapa pria tersebut.
Alex dan Adi pun berjalan ke arah Arin dan melambaikan tangan ke Arin saat Arin melihat mereka. Dengan cepat Adi dan Alex menghampiri meja Arin yang tengah duduk dengan pria berdarah campuran yang tinggi dan tampan di depan Arin.
" Lo berdua ngapain? tanya Arin girang karena bertemu Alex dan Adi, namun Rafa yang mendengar suara Arin dari ujung telfon merasa sangat panas ternyata Alex tidak bohong.
" Gue antar Adi cari senar gitar. Nih siapa Rin? " tanya Alex cepat agar Rafa segera tahu Arin dengan siapa.
" Kenalin cowok gue, bosen gue sama temen lo. Sekarang nyoba yang seger dong. Ganteng kan?? " canda Arin pada Alex dan membuat ke dua orang yang masih berdiri itu melotot tajam lalu dengan cepat Alex mematikan sambungan telfon di ponsel yang ia genggam.
" Mati gue " pikir Alex membayangkan apa yang akan dilakukan Rafa.
"Serius lo Rin? " tanya Adi yang masih terkejut.
" Engga lah, nih kaka sepupu gue sengaja datang dari luar negri buat datang ke acara resepsi gue. Kaget kan lo berdua.. " canda Arin sambil melebarkan senyum nya.
Andre pun mulai memperkenalkan diri pada Alex dan Adi lalu menyuruh Adi dan Alex bergabung makan bersama dan di iyakan oleh dua orang itu.
__ADS_1
" Cari mati lo Rin, lo tau gak tadi pas lo ngomong bosen sama Rafa itu telpon gue nyambung sama Rafa, tau tuh anak sekarang gimana ngamuk nya " cerita Alex sambil menyantap piza di hadapan nya.
" Serius lo?? " tanya Arin tak percaya namun langsung menyeringai penuh arti.
" Gue ngerti maksud lo.. " seru Alex yang memahami betul makna senyuman jahat Arin.
Rafa yang mulai marah dan terbakar cemburu itu menghubungi Alex berulang kali namun sengaja tak di angkat oleh Alex atas perintah Arin karena mereka berempat sedang menyusun rencana untuk mengerjai Rafa.
Terdengar lagi bunyi telfon Alex dari nomor rumah Rafa dan dengan cepat Arin meminta Alex untuk mengangkat nya.
" Lama banget lo " terdengar teriakan Rafa yang sangat keras membuat Alex menjauhkan telfon dari telinga nya.
" Gila nih bocah, budek gue " gerutu Alex sambil menggosok telinga nya dan mengaktifkan loudspeaker ponsel nya agar semua mendengar amarah Rafa.
" Ya sorry fa, gue lagi di mall berisik banget engga dengar hp gue bunyi " kilah Alex menahan tawa bersama lain nya
" Lo masih lihat Arin gak ?" teriak Rafa emosi dan malah di tertawakan oleh 4 orang di meja itu
" Engga, gue udah jalan nih. kenapa? " tanya Alex pura pura
" Iya iya.. sabar, gue jalan nih " sahut Alex yang mulai girang itu. Adi, kakak sepupu Arin dan juga Arin hanya bisa tertawa pelan agar tak terdengar Rafa. Setelah diam lama agar di kira Rafa ia tengah menuju Arin, Alex pun memberi kode ke Arin. Dan dengan cerdas nya Arin langsung sigap dengan kakak sepupu nya.
" Lex, lo balik lagi? " ucap Arin sambil menaikkan kedua pundaknya dan menjulurkan lidah menahan tawa.
" Gue pengen makan sama lo ya, engga ganggu kan gue " sahut Alex
" Engga apa, cowok gue enak kok engga kaya temen lo. Duduk aja " sahut Arin dengan menggoyang goyangkan kepala nya gemas. Sementara Rafa menjadi semakin panas dan sesak di ujung telfon
" Engga apa kamu duduk aja, temen cewek gue juga temen gue " timpa Andre yang semakin membuat Rafa sangat geram di ujung telfon namun hanya bisa diam dan membuat 4 orang di sana cekikikan sambil menundukkan kepala di samping meja agar tak terdengar Rafa.
" Sayang, buka mulut aku suapin, aaaa" seru Arin sambil terus menahan tawa membayangkan emosi Rafa.
" Kamu juga dong sayang, aaaa " timpa Andre membuat Rafa semakin meradang di ujung telfon itu.
__ADS_1
Tangan Alex menghentikan Arin dan Andre agar tampak ia menjauh dari mereka lalu mulai berbicara ke Rafa.
" Udah ya fa, engga tega gue sama lo. Lo jadi tau bini lo kaya gini fa " seru Alex dengan nada yang di buat nya menyesal dan langsung tertawa dengan menutup mulut mereka yang ada di sana.
" Di mall mana lo!! gue kesana sekarang!! " teriak Rafa penuh amarah yang sangat menjadi yang semakin membuat orang disana puas.
" Engga usah fa, lo mau ngapain sih. Udah lo tenang aja dulu. Lo kan engga boleh keluar sama nyokap lo sebelum resepsi " seru Alex mencoba mengingatkan
" Gue engga peduli resepsi atau apa!! gue nanya lo dimana!! jawab cepetan!! " seru Rafa semakin emosi lalu Arin meminta Alex untuk memberitahu dimana mereka karena Arin yakin mertua nya tidak akan mengijinkan Rafa pergi dengan alasan apapun.
" Iya gue di mall yang biasa kita nyari senar fa, ini di resto pizza " terang Alex yang langsung dimatikan telfon nya oleh Rafa dan membuat tawa ke empat orang itu pecah hingga dilihat oleh semua orang yang ada disana..
" Lo yakin kan tuh bocah engga sampai sini " tanya Alex sedikit takut dengan amarah Rafa
" Yakin gue, udah biarin aja dia. Kita makan lagi " seru Arin dan langsung mulai makan dengan lain nya.
Sementara di rumah Rafa yang tersulut emosi dan cemburu yang sangat besar mulai mengacak acak rak tempat kunci di ruang tengah rumahnya namun tak menemukan hingga menjadi lebih marah lagi.
Mama nya yang melihat Rafa seperti orang kalap pun menghampiri anak nya " kamu kenapa sih " tanya mama Rafa
" Ma, kunci mobil Rafa mana?" tanya Rafa gemetar menahan amarah nya
" Ya di apartemen kamu, kan kamu kesini bareng mama papa, gimana sih " sahut mamanya datar
" Ma, aku mau keluar. Aku mau ketemu Arin" teriak Rafa yang mulai jengkel.
" Engga, masuk kamar kamu " tegas mama Rafa yang sudah tahu kenapa anak nya seperti itu karena Arin lebih dulu menelfon agar mertua nya mencegah Rafa keluar dan menjelaskan semua nya malah di dukung oleh mertua nya itu.
" Engga mau mama!! Aku mau keluar " jawab Rafa yang emosi nya semakin menjadi.
" Papa, Rafa nih marah marah sama mama" teriak mama Arin karena Rafa paling takut pada papa nya saat marah. dan langsung pergi kemar membanting tubuh nya di tempat tidur lalu memukul mukul tempat tidur nya kencang. Ia merasa sangat marah dan sakit hati mengetahui Arin mesra mesra an dengan pria lain. Sementara mama Rafa di bawah malah terbahak dengan suami nya.
" Sakit banget hati gue, tega banget kamu yank" gumam Rafa frustasi sambil memegangi dada nya yang terasa sesak karena amarah dan rasa cemburu nya. " Aku salah apa sih sama kamu sampai kamu tega khianatin aku gini " sambung Rafa yang tanpa sadar mulai menitikkan air mata tak kuasa menahan sakit hati nya.
__ADS_1
Rafa pun terus mengurung diri di kamar sampai hari H resepsi pernikahan nya. Dan hanya di kirim makan oleh pembantu nya lewat balik pintu. Ia pun membuka pintu untuk makan sedikit dan minum dan menutup lagi pintu nya.