
Selagi Adi dan Yessy bersiap, Arin, Rafa juga Alex memilih untuk mempersiapkan diri mereka juga atas keinginan Mama Adi. Karena ketiganya harus menjadi pendamping dalam pernikahan Adi juga Yessi. Adi yang masih duduk meminta Mamanya untuk sejenak memijat kepala karena masih merasa pusing dengan dirinya mengembalikan mood nya sendiri.
Di dalam kamar mandi, Rafa dan Arin memutuskan untuk berganti pakaian bersama untuk mempersingkat waktu usai Alex keluar lebih dulu dan siap dengan jas senada dengan Rafa yang di berikan Mama Adi.
" Kenapa semua gaunnya kaya gini sih yank ?" tanya Rafa membantu mengancing resleting belakang istri yang tengah memoles wajah dengan sedikit make up di depan cermin kamar mandi.
" Ini kan dari Mama Adi yank, Aku juga engga bisa milih " lembut Arin masih memoles wajahnya.
" Aku engga suka Kamu terbuka kaya gini, Kamu tuh cuma boleh terbuka kalau di deoan Aku aja " ucap laki laki masih berdiri di balik istrinya itu menunjukkan wajah tak suka.
" Nanti selesai acara langsung Aku ganti sayang " sahut Arin.
Rafa memeluk istrinya dari belakang dengan Arin masih melanjutkan merias diri. Gaun tanpa lengan berwarna biru navy senada dengan setelan jas milik Rafa juga Alex, sudah melekat indah pada tubuh ramping dan putih Arin. Panjang gaun tak sampai lutut dengan desain lebar itu, membuat Rafa tak menyukai karena kaki jenjang istrinya harus terlihat.
" Kamu engga boleh capek capek loh ya, ingat baru sembuh dari sakit " ucap Arin sudah selesai dengan make up juga tatanan rambut tergulung di atas menyisakan sedikit di belakang tenga curli.
" iya yank, Kamu juga engga boleh capek entar Kamunya sakit " sahut Rafa lalu mencium kening istrinya.
" Cantik " puji Rafa mengamati istrinya.
Arin membetulkan sedikit jas milik suaminya dan keluar bersama dari dalam kamar mandi. Make up nude dengan tatanan rambut di belakan, menarik di setiap ikatannya di atas membuat Arin terlihat lebih cantik dari bisanaya. Alex tak mengedipkan mata dari wajah sahabatnya itu seraya bergumam sendiri memuji.
" Pakai ini ya Rin " seru Mama Adi menyerahkan high heels pada gadis disamping suaminya.
" Tinggi banget Tante?" tanya Rafa mengambil high heels berwarna navy dari tangan Mama sahabatnya.
" Cuma delapan senti Rafa, lagian cocok sama gaunnya Arin kan " senyum Mama Adi.
__ADS_1
Rafa berjongkok membantu istrinya mengganti alas kaki, mengundang decak kagum sahabat sahabatnya juga Mama Adi serta Bunda Yessi. Bahkan perias yang masih mempersiapkan yessi pin terlihat senang melihat pasangan muda tengah duduk di tepi ranjang itu.
" Yessi, nanti kaya Arin tuh ya pintar buat suami jatuh cinta " ucap Bunda Yessi di balas senyuman putrinya.
" Engga usah gitu Bunda, Adi udah cinta kok " celetuk Adi di bantu mengenakan pakaian oleh seorang perias lainnya.
" Pintar ngerayu sekarang ya anak Mama " senyum Mama Adi ikut membantu putranya bersiap.
" Kita tunggu di depan ya Tante mau lihat Alka juga " ucap Arin di angguki oleh Mama Adi dengan tersenyum.
" Rin, Lo engga lupa pesanan Gue kan ?" tanya Adi mencegah Arin pergi.
" Ingat kalau engga lupa " senyum Arin dan pergi bersama suami juga sahabatnya keluar.
" Namanya ingat juga kagak lupa " gumam lirih Adi.
" Arin udah bahagia Ma, Aku juga harus bahagia " ucap Adi meyakinkan dirinya sendiri.
" Terus kenapa tadi salah sebut nama Arin ? Kamu masih ada perasaan sama Dia ? Adi, ini pernikahan bukan permainan, kalau masih ada perasaan ke Arin lebih baik Kamu tintaskan karena kasihan Yessi kalau sampai tahu hal itu. Mama tahu Kamu menikah untuk melepaskan Arin sepenuhnya, tapi jangan jadikan pernikahan ini pelarian yang suatu saat akan Kamu lepaskan saat memiliki kesempatan kembali ke Arin " panjang lebar Mama Adi menasehati, tak ingin putranya menghadapi perceraian seperti halnya Alex.
" Ma, Aku engga jadiin Yessi pelarian. Aku juga mulai cinta sama Dia, kalau masalah Aku tadi lupa sebut nama Ari, Aku rasa itu hal wajar Ma karena Aku cinta sama Dia udah lama. Aku yakin bakal bisa lupain Arin sepenuhnya dan menjadi suami terbaik sama kaya Rafa, jadi jangan terlalu mikir dalam Ma " jelas Adi panjang lebar, menenangkan hati Mamanya.
" Ya udah, Kita jangan bahas ini ya dan jangan kasih tahu Yessi kalau nama terakhir yang Kamu sebut tadi itu namanya Arin, Mama engga mau ada masalah di antara kalian juga persahabatan Kamu nanti. Mungkin rafa bisa ngerti tapi Yessi belum tentu bisa " tulus Mama Adi masih menggunakan nada sangat lirih dengan tetap jauh dari Yessi juga Bundanya.
" Iya Ma, tapi nanti Aku juga harus jujur sama Dia semuanya biar engga ada salah paham " ucapp Adi di angguki Mamanya.
Mama Adi memeluk putranya, dan berdoa dalam hatinya sendiri akan segala yang terbaik untyuk putranya. Sudah cukup Mamanya melihat Adi menderita akan perasaaannya pada Arin selama bertahun tahun. Wanita cantik yang tak bisa melakukan apapun karena Arin milik rafa, hanya berharap segalanya akan berubah menjadi lebih baik dengan perasaan yang telah hilang dari putranya pada Arin.
__ADS_1
Diluar Arin, Rafa dan Alex menunggu dengan bersandar pada dinding. Alex yang selalu menjadi teman curhat Adi dari SMA pun mengharapkan jika sahabatnya akan menjalani pernikahan tulus. Ia tak pernah mengungkapkan pada Rafa jika sampai saat sebelum akad pernikahan Adi masih menyimpan banyak foto Arin. Tapi karena Adi ingin tulus menjalani pernikahan, semalam ketika mereka bersama, Adi menghapus semua foto Arin yang tersimpan rapi dalam folder terkunci laptopnya.
" Ngelamun aja sih Lo ?" tanya rafa mengejutkan Alex.
" Pengen nikah Gue " kilah Alex tak mau menceritakan apapun yang terjadi juga pembicaraannya dengan Adi sebelum hari akad.
" Ya udah kali Lex mumpung orang tua Vio juga di sini kenapa engga Lo utarain aja sih keinginan Lo ?" ucap Rafa sama sama menyandarkan diri pada dinding, menunggu istrinya menelpon mertuanya.
" Kagak boleh Fa, emak Gue kaya masih takut gitu kalau Gue langsung nikah. Dia emang kagak ngomong apa apa soal perceraian Gue sama Reta, tapi Gue tahu emak Gue pasti beban sekarang " cerita Alex sendu.
" Namanya orang tua pasti engga ada yang mau anaknya cerai Lex, semua pasti berharap kalau anaknya nikah cuma sekali aja. Ya Lo yang sabar aja, pasti nyokap Lo juga bakal kasih ijin buat Lo nikah lagi kok " ucap rafa merangkul pundak sahabatnya.
" Gue juga maunya gitu kaya Lo sama Arin sampai punya Alka semua masih aja baik, padahal kalian nikah juga di jodohin " sahut Alex masih memiliki rasa iri akan nasib pernikahan sahabatnya.
" Gue doain deh entar Lo sama Vio bakal lebih baik dari Gue sama Arin dan punya banyak anak " senyum menghiasi wajah tampan Rafa bersama Alex.
" Bini Lo cantik banget nih hari, kagak jantungan Lo punya bini kaya gitu ?" celetuk Alex sudah memuji istri sahabat yang juga menjadi sahabatnya itu dari tadi.
" Lama lama jantungan kali karena takut bini Gue di colong orang, Tapi untungnya bini Gue orangnya bisa jaga diri dan posisiin dirinya sebagai Ibu juga istri, jadi Gue tenang sih " cerita Rafa mengamati istrinya yang masih menelpon menanyakan tentang putranya.
" Tuh anak emang tipe setia, justru model model kaya bini Lo tuh malah lebih bisa jaga diri dan engga bakal gampang tertarik kaya si reta tuh " sahut Alex, membuat Rafa membuang napas kasar.
" Engga usah lagi diinget tuh anak, kagak pantes Lo inget Dia " celetuk Rafa tak menyukai nama Reta di sebut.
" Bener juga Lo, Gue juga udah eneg sih sebut nama tuh anak. Kagak pantes emang Dia buat Gue yang ganteng nya balapan " bangga Alex tersenyum.
Senyum rafa mengembang lebar sambil melirih sahabatnya. Ketiga sahabat itu memang selalu terbuka satu sama lain, kecuali untuk urusan perasaan Adi tentang Arin yang memang dijaga rapat Adi dan Alex karena tak ingin menghancurkan sendiri persahabatan ketiganya yang sudah terjalin dari dulu.
__ADS_1