
Mama Rafa yang mendengar suara anak juga menantunya, bergegas membuka pintu untuk menyiapkan makan malam untuk keduanya, karena tak ingin jika pasangan yang selalu terlihat seperti pengantin baru itu tidur tanpa makan lebih dulu.
Usai menyiapkan semua di meja makan, wanita cantik dalam balutan piyama satin coklat muda panjang itu mulai menapaki anak tangga berniat untuk memanggil anak serta anak menantunya. Tangan hendak mengetuk pintu terhenti sektika, saat telinganya mulai mendengar suara keduanya dari dalam kamar.
Telinga yang sudah terbuka lebar karena rambut tergulung ke atas itu, Ia tempelkan mendekat pintu kamar putranya dan membuatnya tersenyum geli sendiri begitu mendengar cukup jelas suara kedua orang tua yang begitu bebas melakukan apapun tanpa adanya anak di antara mereka.
" Rafa...Rafa..mentang mentang Alka engga ada bisa nakal sesukanya, mana keras banget lagi suaranya " gumam wanita cantik yang masih berdiri di balik pintu yang terkunci rapat dari dalam.
" Anak Mama udah besar sekarang " tambah wanita yang sudah berjalan mengendap turun ke bawah sembari tersenyum menggelengkan kepala.
Suara dari Arin juga Rafa terdengar begitu menggelikan bagi seorang wanita yang melahirkan putra nakalnya itu. Ia masih belum mempercayai jika anak yang selalu gila dan konyol iyu benar benar sudah berumah tangga, meski sudah adanya Alka. Karena bagi seorang Ibu, berapapun usia anaknya Ia tetaplah seorang anak kecil.
" Rafa sama Arin udah makan ?" tanya seorang pria yang tidur di samping cucu nya, begitu melihat istrinya masuk dengan terus mengembangkan senyum.
" " Udah Pa, Rafa makan Arin, dan Arin makan Rafa " senyum Mama Rafa sambil mulai merebahkan diri kembali mengapit tubuh mungil Alka dengan suami yang menatapnya penuh tanya.
" Maksudnya Ma ?" tak mengerti suaminya sambil menatap istri yang masih begitu cantik walau sudah menjadi nenek.
" Ya gitu deh Pa.kaya engga pernah muda aja sih Papa, lagi itu mereka Pa " tawa pecah keduanya yang langsung terhenti karena takut cucunya terbangun.
Sementara Rafa dan Arin dikamar masih saling beradu tanpa menyadari jika suara mereka bisa terdengar hingga depan pintu dan diketahui oleh nenek dari anaknya. Rafa tak pernah mau melepaskan istrinya ketika Alka tak ada di dekat mereka, karena setelah memiliki anak begitu sulit untuk keduanya bisa mendapatkan waktu berdua dengan leluasa, tanpa takut Alka terganggu.
*****
__ADS_1
Pagi hari, Alex juga Adi sengaja datang kerumah Papa Rafa untuk bisa menemui Alka yang sangat mereka rindukan. Oleh oleh tak pernah lupa Ia bawakan untuk bocah laki laki kecil kesayangan mereka.
" Alka, Mama sama Papa datang " seru keduanya kepada bocah kecil yang tengah di pangku neneknya di teras rumah.
" Ha ? mana Papa dan mana Mama nih ?" goda mama Rafa ersenyum ke arah keduanya yang sudah berjongkok di hadapan Alka usai mencium tangan wanita dengan wajah segar itu.
" Aku Papa dong tante kan Aku macho, lah ini yang lembek nih Mama nya " tawa Alex meledek Adi dengan di sambut tawa Mama Rafa memukul ringan pundak Alex.
" Dasar kalian ini gila, buat anak sendiri sana biar sama sama jadi Papa " goda Mama Rafa.
" Buatnya gampang Tante, lawannya engga ada " sahut Adi santai sambil meraih tubuh Alka untuk Ia gendong.
" Kalau Aku lawannya udah kabur Tante jadi engga bisa buat juga " tambah Alex tertawa kecil mengingatkan Mama Rafa akan perceraian lelaki tampan di hadapannya.
" Eh, kalian bertiga gangguin Rafa sana biar bangun " ide Mama Rafa memainkan kedua alisnya ke arah Alex juga Adi.
" Habis buat Adiknya Alka ya Tante ? wah seru nih Di, gangguin yuk " semangat Alex sambil tersenyum girang.
" Kalau kaya gitu engga usah di suruh Tante, berangkat Kita Lex " sahut Adi juga tersenyum penuh arti.
Adi yang masih menggendong Alka berjalan mengikuti Alex yang sangat bersemangat untuk segera mengganggu pasangan suami istri di dalam kamar masih terkunci itu. Keduanya mendekatkan telinga mereka ke pintu namun tak mendengar apapun, dan langsung mengetuk pintu di hadapan mereka tanpa mengeluarkan suara.
" Iya, sebentar " teriak Rafa terkejut mendengar ketukan tak henti dari bali kamar nya, dan bergegas mengenakan celana boxer membiarkan tubuh atasnya terbuka dan mulai membuka sedikit pintu.
__ADS_1
" Pagi pengantin lumutan " sapa keduanya tersenyum ketika rafa dengan wajah bangun tidur mengintip di sela pintu yang Ia buka sedikit.
" Apaan sih Lo berdua, gangguin orang aja " jengkel Rafa sambil merapikan rambutnya.
" Eh, mau ngapain Lo berdua? asal aja " tambah Rafa saat sahabatnya ingin masuk ke dalam.
" Mau masuk lah, mau ngapain lagi. Nih Alka cari emaknya " sahut Alex tanpa rasa salah.
" Enak aja, bini Gue lagi tidur. Sini kasih anak Gue " sahut Rafa sudah keluar dan menutup pintu kamar dimana istrinya masih terlelap hanya berbalut selimut saja.
" Arin polos ya ? seksi dong ? masuk deh please" ucap Adi seraya memohon dan langsung di pukul lengannya kasar oleh Rafa.
" Iya please Fa, Kita kan sahabat ber empat " tambah Alex mengedipkan kedua mata berulang.
" Nih sahabat! " jengkel lelaki yang sudah menggendong putranya itu mengepalkan tangan ke arah kedua sahabatnya.
" Udah sana pergi, Gue hajar juga Lo berdua " usir Rafa mendorong tubuh kedua sahabatnya bergantian agar meninggalkan kamar.
Mata melotot dari Rafa mengiringi langkah keduanya turun sambil sesekali menengok ke belakang, berharap jika sahabatnya masuk dan mereka bisa secepatnya ikut masuk. Namun Rafa sengaja menunggu keduanya lenyap dari pandangan mata karena tahu bagaimana akal keddua sahabatnya itu.
Sambil terus bergumam, Adi dan Alex langsung duduk di ruang makan merasa iri pada Rafa yang memiliki kehidupan begitu sempuran. Seorang anak dan istri yang setia padanya begitu amat mereka dambakan. Namun ternyata memiliki keluarga bukan hal mudah menurut Alex yang sudah gagal membina rumah tangga nya.
Meski sudah di khianati dan hancur, Ia tak pernah ingin merasa trauma dengan sebuah hubungan dan akan terus mencari seorang pasangan hidup yang memiliki sifat seperti istri sahabatnya. Arin adalah seorang perempuan yang amat di kagumi oleh Adi juga Alex, karena paras cantik juga sifat keibuan serta penyayang begitu mereka idamkan dari sosok Arin meski di luar begitu terlihat bar bar.
__ADS_1