
Alex dan Adi mulai duduk di sofa kembali melihat lihat ponsel mereka yang terus berbunyi dari grub sekolah membahas tentang pernikahan Rafa dan Arin yang terjadi setahun lalu. Karena undangan sudah tersebar ke semua teman sekolah dan tercantum tanggal pernikahan setahun lalu membuat semua anak di sekolah ramai berbincang tidak percaya dan mulai yakin jika yang terjadi di atas panggung bukanlah settingan tapi memang perasaan mereka sesungguh nya.
Banyak komentar dari para murid perempuan yang tidak rela dengan pernikahan Arin dan Rafa yang berubah menjadi seorang pangeran tampan menurut mereka. Mereka pun mulai menyesal kenapa tidak dari dulu mendekati Rafa kalau tahu ternyata Rafa anak orang kaya yang tampan. Dari awal mereka mengira jika Rafa hanyalah orang biasa yang cupu dan jelek. Baik Rafa, Arin, Adi dan Alex tidak pernah sedikit pun menunjukkan kekayaan orang tua mereka. Karena bagi mereka kekayaan orang tua bukan milik mereka yang harus di sombong kan.
" Gila, ramai banget nih.. " gumam Adi.
" Udah biarin aja, entar aja kita lihat pas resepsi tampang tampang pucat mereka. Sukur kalau ada yang jantungan di sana " sahut Alex yang tertawa bersamaan dengan Adi
Adi dan Alex memilih mematikan ponsel mereka berdua. Rafa yang tengah selesai mandi mulai membuka pintu kamar mandi dan keluar hanya mengenakan handuk melilit di pinggang.
" Sexy banget lo fa.. " gumam Alex melihat Rafa yang hanya mengenakan handuk putih di bagian pinggang dan terlihat perut sixpack milik Rafa.
Rafa hanya menatap sinis kedua sahabat nya karena langsung mengguyur Rafa dengan shower, Ia pun bergegas ke arah almari mengambil pakaian dan kembali ke kamar mandi untuk berganti.
Usai berganti ia pun keluar dengan mengenakan celana boxer hitam dan kaos oblong warna merah serta mengalungkan handuk di leher untuk mengeringkan rambut dan mulai duduk di tepi ranjang
" Udah seger otak lo fa " ucap Adi santai
" Hmmm" jawab Rafa singkat
" Gitu dong ganteng kan jadi nya " puji Alex
" Ganteng juga buat apa, bini gue aja selingkuh " gumam Rafa pelan sambil menggosok rambut basah nya dengan handuk.
Adi dan Rafa yang mendengar ucapan Rafa langsung saling tatap dan beralih duduk di tepi ranjang bersama Rafa.
" Lo jangan nuduh bini lo gitu fa " seru Adi dengan tangan merangkul ke pundak Rafa.
Rafa yang duduk di tengah Adi dan Alex itu pun langsung tertunduk lesu mengingat kejadian dimana Arin menyuapi laki laki lain dan memanggil nya sayang. Hati nya mulai merasakan sakit yang teramat lagi.
" Sakit hati gue di, gue kira selama setahun kita nikah dia beneran sayang sama gue. Dan pas acara malam kelulusan lo lihat kan gimana tingkah dia di depan semua anak?! Gue kira itu nyata ternyata bohong semua. Dia malah khianatin gue, dan bodoh nya gue engga bisa lakuin apa apa selain terkurung di rumah. Sakit gue Di, Lex, lo berdua engga ngerti gimana rasanya sayang sama orang terus di khianati gitu aja. Mungkin kalau pacaran engga akan sesakit ini, tapi ini kita udah nikah rasa nya mau mati aja gue "jelas Rafa panjang lebar dengan wajah tertunduk lesu.
__ADS_1
Adi dan Rafa saling pandang di balik punggung Rafa merasa tak enak mendengar ucapan sahabatnya yang terdengar sedih.
" Sebenar nya bini lo engga selingkuh fa " ucap Adi pelan yang langsung membuat Rafa membulatkan mata nya terkejut.
" Maksud lo? Udah jelas jelas gue denger dia sama cowok Di, dengan mesra nya malah panggil tuh cowok sayang " seru Rafa tegas
" Itu..., itu bini lo ngerjain lo fa " jelas Alex sedikit ragu.
" Maksud lo berdua apa sih " tanya Rafa bingung.
" Ya, kita emang lihat Arin sama cowok, gue ada foto nya tapi itu bukan cowok Arin " jelas Alex dengan wajah tertunduk.
" Sini in ponsel lo, gue mau lihat " seru Rafa tegas, Alex mulai mengambil ponsel di saku celana dan menyalakan nya lalu mencari foto Arin pada hari itu di galeri. Setelah menemukan foto Arin ia pun menunjukkan pada Rafa yang langsung di ambil paksa oleh Rafa. Rafa yang melihat Arin tengah tertawa di foto itu menjadi geram dan menaikkan tangan dengan ponsel Alex yang ada di genggaman nya ingin membanting ponsel itu karena merasa panas yang sontak saja Alex langsung berdiri memegang tangan Rafa yang hendak membanting ponsel miliknya.
" Gila lo, mahal nih. Emak gue jual rumah buat beli nih ponsel main banting aja " seru Alex sambil menarik paksa ponsel yang ada di tangan Rafa lalu mengusap usap ponsel tersebut.
" Udah jelas kaya gitu lo berdua bilang dia engga selingkuh? " bentak Rafa yang mulai berdiri di depan Adi dan Alex hingga membuat mereka merasa takut dengan amarah Rafa.
" Oke lo berdua ngomong sekarang " ucap Rafa dengan memijat kening nya mencoba tenang
" Tapi lo janji dulu fa lo engga bakal amuk kita berdua " seru Alex merasa takut karena tahu pasti gimana sahabat nya jika marah.
" Iya gue janji, udah cepetan!! Kalau lama lama gue engga janji!! " ancam Rafa yang mulai tak sabar.
" Iya, iya.. Lo di ngomong cepetan " seru Alex ke memukul pundak Adi
" Ogah, lo aja " jawab Adi dengan mengernyitkan kening.
"Berdua!! " tegas Rafa keras yang membuat ke dua nya kaget.
" Oke gue ngomong, tapi lo tenang " pinta Alex yang di angguki oleh Rafa sambil menarik nafas nya dalam.
__ADS_1
" Gini ceritanya, gue sama Adi emang lihat bini lo sama cowok, terus kita deketin dan sapa Arin. Gue nanya tuh cowok siapa eh bini lo nyeletuk aja sekena nya, tau sendiri mulut bini lo gimana maka nya gue matiin hp gue biar lo engga marah " jelas Alex
" Terus " perintah Rafa agar Alex melanjutkan
" Nah bini lo tau lo telfon gue terus soal nya pas itu ponsel gue di meja dan kita makan bareng bini lo karena dia ajakin, pas angkat telfon lo sebenar nya gue lagi duduk sama Arin pura pura aja jalan. Di situ ponsel gue aktifin loudspeaker, disitu bini lo mulai ngerjain lo manggil manggil sayang sama kaka sepupu nya itu" jelas Alex panjang lebar
" Lo semua kerjain gue sampai gue jadi kaya gini? Gila ya lo semua " tegas Rafa dengan tatapan amarah nya
" Bini lo yang mau, bukan kita. Kita nurut aja " jawab Adi
" Oh gitu cerita nya " sahut Rafa dengan senyum senyum dan menganggukkan kepala nya lalu kembali duduk di tengah Adi dan Alex yang mulai tersenyum lega karena Rafa tidak memarahi mereka.
" Lo berdua emang sahabat gue ya " seru Rafa sambil melingkarkan lengan bergantian dari Adi ke Alex.
" Iya lah makanya kita kasih tau lo " sahut Alex bangga
Dengan pelan Rafa mulai melingkarkan kedua lengan nya di leher Adi dan Alex lalu menekannya kuat sampai dua sahabat nya memukul mukul lengan Rafa namun malah lebih di tekan kuat oleh Rafa sampai mereka bertiga terjatuh di atas tempat tidur " Sahabat macam apa sampai ngerjain gue kaya gitu, gue hampir mati tau gak" geram Rafa
Adi dan Alex pun berusaha melepas tangan Rafa dengan kuat sampai terlepas. " Gila lo, mati gue " geram Adi sambil memegangi leher.
" Sakit bocah, gue mati jadi hantu gue seret lo" gumam Alex yang juga memegangi leher nya.
" Gue mau mati cemburu lo malah baru kasih tau gue sekarang, Gila lo berdua" seru Rafa
" Maaf fa, bini lo yang mau ngomong sama lo pas resepsi, tapi kita engga tega sama lo makanya kita ngomong sekarang" jelas Adi yang membuat Rafa menarik dalam nafas nya dan membuang nya kasar.
" Maaf ya fa, maafin kita " bujuk Alex sambil memasang wajah sok imut dan mengedipkan mata nya berulang di depan wajah Rafa.
"Rese lo berdua " ucap Rafa yang mulai tersenyum karena tak mampu marah pada dua sahabatnya dari kecil itu.
" Aaaaah lo emang sahabat gue " seru Alex yang langsung memeluk Rafa di susul dengan Adi hingga mereka terjatuh di tempat tidur dan tertawa bersama.
__ADS_1