SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 92


__ADS_3

Alex terus menatap Viona dengan mengagumi kecantikan gadis dihadapannya seraya terus bergumam dalam hati tanpa sadar jika Adi juga Rafa selalu memperhatikan tingkah sahabatnya itu.


" Surat cerai Lo belum keluar Bambang " bisik Rafa lirih menyadarkan Alex dari tatapan tajamnya pada Viona.


Dengan menggaruk kepala yang tak gatal, Alex mulai cengengesan bersama wajahnya yang malu malu membuat Adi menggelengkan kepala. Alex terlihat begitu tertarik pada Viona dari awal Ia melihat gadis itu menyapa Adi di meja mereka, meski Ia belum mendapat surat keputusan perceraian yang tengah di urus oleh orangtuanya Ia tak menampik jika memang memiliki ketertarikan pada gadis yang terlihat amat canti juga manis saat tersenyum meskipun Ia adalah mantan calon istri sahabatnya.


Mereka mulai menikmati acara makan malam bersama dengan pesanan Viona juga Rea yang di antarkan ke meja mereka. Dengan sedikit berbincang mereka menikmati setiap makanan yang sudah ada di hadapan mereka masing masing. Terdengar suara yang tak asing memanggil mereka menggunakan mikrofon dan meminta ketiganya untuk ke depan dan menyumbangkan sebuah lagu membuat ketiganya tersedak bersama lalu menoleh ke arah laki laki yang terlihat tersenyum merekah di balik mikrofon dengan topi hitam menutupi kepala pria tampan tinggi dan putih yang memegang gitar duduk di kursi bulan tinggi.


" Kaya kenal tuh anak " gumam Adi menatap seseorang yang malah meminta semua tamu kafe untyk membantu memanggil mereka bertiga.


" Lah bukannya tuh pacar bibi Lo " seru Alex melihat Reno dan langsung mendapat pukulan dibalik pundaknya keras oleh Rafa.


" Enak aja " kesal Rafa menatap ke arah Reno sinis.


Seluruh pengunjung kafe menatap ke arah tiga lelaki yang masih duduk tak bergerak sekalipun meski mereka sudah di panggil bersamaan oleh seluruh pengunjung yang mengagumi ketampanan tiga sahabta itu. Dengan gitar yang sudah diletakkan pada stand gitar, Reno menghampiri ketiganya beriringan bersama seruan para pengunjung juga Viona serta Rea yang mendukung untuk ketiganya menyumbangkan lagu.

__ADS_1


" Eh bocah, Lo gila ya ? lagian bukannya Lo kuliah ngapain kelayapan kesini " jengah Alex ke arah Reno yang berdiri dengan mengembangkan senyum di dekat meja mereka.


" Ayo dong maju sana daripada di lemparin botol Lo bertiga " seru reno sengaja mengerjai ketiga sahabat yang selalu membuatnya bjengkel ketika di kampus.


" Ogah " singkat Alex  sementara Adi dan Rafa pura pura tak kenal dengan terus menundukkan wajah mereka berdua untk menikmati makanan.


" Sepertinya mereka malu malu ya, gimana kalau ramai ramai Kita bawa mereka ke depan ? setuju ? " seru Reno menggunakan mikrofo yang langsung di setujui oleh para pengunjung yang semakin berteriak kencang menyuruh ketiganya cepat ke depan dengan beberapa orang yang berdiri hendak membawa ketiganya ke depan.


" Iya, iya " gerutu Alex berdiri menarik tangan kedua sahabatnya yang menolak untuk berdiri dari posisi nyaman mereka.


" Gila Lo ! " tegas Rafa melewati Reno yang menyeringai puas.


" Awas Lo ! " tambah Adi dengan tatapan tak kalah jengkel dari Rafa yang lebih dulu melewati Reno.


" Lagu apaan nih ?!" seru Alex membulat melihat teks lagu yang sengaja di pilih oleh Reno untuk mereka bertiga.

__ADS_1


Adi dan Rafa melihat wajah Alex penuh terkejut dengan mata yang membulat langsung menghampiri sahabatnya itu dan melihat lirik lagu yang tersedia di hadapan Alex.


" Gila! lagu jawa engga ngerti Gue cara ngucapinnya " seru Adi melihat teks lagu Didi Kempot pamer bojo.


" Emang gila tuh anak ya " gerutu Rafa dan langsung mebalik kertas di hadapan mereka bertiga membawakan lagu yang mereka bisa.


" Nih aja sukaan bini Gue, hafal Gue ini mah " seru Rafa menunjuk teks lagu Didi kempot banyu langit yang biasa di nyanyikan Arin sembari memasak yang terkadang membuat suaminya bergigik geli namun terpaksa menghapal lagu tersebut untuk istrinya yang kadang meminta dirinya menyanyikan lagu itu sambil memainkan gitar.


Adi dan Alex melotot terkejut melihat lagu yang di tunjuk oleh Rafa dan tak menyangka jika Arin menyukai lagu itu meski memang lagu lagu tersebut sangat di gemari saat ini. Rafa meraih gitar dan menghubungkan video call pada istrinya untyk menyanyikan lagu kesukaan istrinya,


" Kenapa sayang ?" tanya Arin dari ujung panggilan video call.


" Buat Kamu sayang, jangan di matiin ya " pinta Rafa tersenytu  dalam wajah tampannya lalu meminta Adi memegang ponsel untuknya karena dua sahabatnya tak mengerti lagu itu maka hanya Rafa sendiri menyanyikan lagu itu sambil berniat membuat Reno yang sengaja mengerjai mereka menyesal.


Dengan senyum sinis menaikkan kedua bahu, Reno menatap ketiganya dari samping panggung pendek membuat rafa menyeringai karena yakin bisa melakukan semua lebih baik apalagi dengan adanya Arin yang menatap dirinya melalui sambungan video call.

__ADS_1


Alunan akustik gitar yang mulai di mainkan Rafa seakan menyihir semua pengunjung dengan tatapan tanpa kedip ke arah lelaki tampan dengan senyum mengembang meski tanpa mereka tahu jikia senyum itu untuk istrinya di layar ponsel. Suara empuk yang membuat semua orang jatuh cinta ketika Rafa mulai menyanyikan setiap bait lagu juga membuat istrinya menggigit bibir dengan senyum penuh perasaan jatuh cinta pada suaminya. Reno yang berniat mengerjai ketiga sahabat itu mulai melongo karena Rafa mampu menuntaskan tantangannya dengan mulus dan membuat semua orang tersihir hanyut dalam setiap alunan akustik gitar juga suara ayah satu anak itu.


__ADS_2