SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 81


__ADS_3

" Yank, tolong bawa Alka kesini " teriak Arin yang mendengar suara tangisan putranya dan dengan cepat Rafa berlari ke kamar melihat putranya.


Arin yang masih meminum vitamin di ruang tamu dan tak bisa bergegas langsung menghamppiri Alka karena Ia masih sedikit kesusahan untu berjalan usai melahirkan meminta suami nya membawa putra mereka ke depan agar Arin bisa menenangkan buah hati kecilnya.


" Yank, Aku engga berani " seru Rafa panik dan berlari keraha Arin karena tak berani untuk mengangkat tubuh kecil putra nya.


Arin menghela napas panjang dan berusaha untuk berdiri dengan berpegangan pada sandaran sofa lalu berjalan menghampiri Rafa yang sidah tiba di tengah pintu ruang tamu dengan wajah panik karena suara tangisan Alka.


Arin mengankat tubuh putranya pelan dari dalam box bayi lalu membawanya ko atas tempat tidur untuk duduk di sana memberikan ASI pada Alka setelah Ia pastikan jika Alka menangis bukan karena buang air.


" Kamu kenapa ?" tanya Arin memperhatikan wajah panik Rafa sambil meletakkan bantal dibawah tubuh Alka agar lebih mudah untuk minum.


" Aku takut yank denger Alka nangis kaya gitu " jawab Rafa yang memang merasa gugup melihat putra nya menangis kencang begitu Ia menghampirinya tadi.


" Anak nangis tuh di angkat di gendong biar tenang bukannya malah panik yank " sahut Arin yang mulai menyusui Alka.

__ADS_1


" Mau nya gitu yank, tapi Aku engga berani tubuhnya masih lemes gitu " ucap Rafa sambil duduk di samping Arin memeprhatikan putranya minum seperti orang habis marathon.


" Lah Kamu pegangin punya Kamu pas lemes engga takut, masa gendong anak sendiri takut " celetuk Arin yang membuat Rafa menatap istrinya jengah.


" Yank, ngomongnya masa anak di samain sama itu sih " gerutu Rafa sambil menatap Arin yang terkekeh di sampingnya.


" Lah Kamu anak nangis panik, istri lahiran panik terus yang engga panik tuh apa coba " gerutu Arin.


" Bikin anak yang engga panik yank, malah semangat " sahut Rafa terkekeh di samping Arin sambil bersikap manja di pundak istrinya yang tersenyum melihat suaminya.


Arin yang masih tak ingin menggunakan jasa pembantu karena tak enak jika harus menyuruh orang yang lebih tua darinya memilih untuk merawat anak mereka sendirian dengan pengetahuan yang Ia pelajari sebelum Ia melahirkan dengan menghadiri kelas.


Usai memberikan Alka ASI hingga putranya kembali terlelap, Arin juga mulai merebahkan diri dengan bantuan Rafa yang mencoba untuk terlelap bersama. Sikap manja Rafa yang sudah kembali membuat Arin bahagia karena tak harus melihat wajah murung Rafa seperti hari hari sebelumnya.


" Yank, nifas itu berapa lama sih ?" tanya Rafa dengan memeluk Arin merelakan tanagn nya sebagai sandaran kepala istrinya.

__ADS_1


" Engga tahu yank, kata mama sih bisa sampai 40 hari " jelas Arin yang sudah bertanya lebih dulu pada mama nya.


" Ha ?" seru Rafa terkejut mendengar jawaban istrinya.


" Ih apaan sih, kaget tau. Alka bangu nangis lagi entar " gerutu Arin yang memang terkejut mendengar suara Rafa yang sedikit kencang di dekat telinga nya.


" Maaf, maaf yank Aku cuma kaget aja. Masa Aku puasa selama itu sih yank " tanya Rafa yang tak tahu apakah akan sanggup menahan keinginan selama itu terlebih ketika memperhatikan istriny memberikan ASI Ia merasakan lonjakan yang terasa sesak miliknya.


" Kamu tuh yang di pikirin itu mulu sih yank, ya iya puasa dulu sayang masa iya Kamu tega sama Aku habis keluarin Alka segitu gedenya masih aja harus layani Kamu sama darah banyak kaya gini " ucap Arin.


" Ya Kamu kalau tidur jangan pakai kaya gini dulu dong yank " seru Rafa melihat istrinya dengan baju tidur dewasa.


" Biar gampang kalau kasih ASI Alka yank " sahut Arin yang memang tak memiliki niat apapun selain membuatnya mudah ketika harus memberikan ASI ketika malam hari.


Rafa hanya mengambil napas nya dalam dengan memeluk tubuh Arin yang mengenakan setelan piyama tidur sexi yang menunjukkan tubuh semakin berisi dan selalu membuat gairahnya cepat naik. Arin yang sudah lebih dulu terlelap karena kekenyangan meninggalkan suaminya yang masih terus mencari cara agar tak terlalu menginginkan istrinya dulu sambil terus mengusap kasar wajah dan sesekali mengacak rambutnya frustasi karena tubuh Arin selalu menggoda nya meskipun istrinya tersebut sedang terlelap. Ia memejamkan matanya paksa agar tak lagi memperhatikan tubuh berisi Arin dan mencoba terlelap bersama dengan Arin meski hari belum terlalu malam.

__ADS_1


__ADS_2