SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 103


__ADS_3

Puas menikmati es krim hingga habis, Arin meraih tubuh Alka dan mengajaknya ke tempat permainan. Tak ingin kalah, Adi dan Alex pun iku masuk ke dalam dan bermain mandi bola bersama Alka.


" Gue lihat anak kecil gini, jadi pengen balik kecil " seru Adi memperhatikan setiap anak kecil dengan tawa riang di balik wajah polos.


" Dimana mana tuh lihat anak kecil pingin punya anak, lah Lo malah pingin jadi kecil gimana ceritanya? " celetuk Yessy yang tak di sadari Adi sudah berada di sampingnya.


" Gue kira Lo Alex!" terkejut Adi menoleh ke arah gadis cantik dengan wajah tersenyum di samping kanan tubuhnya.


" Tuh Alex udah di sana " jawab Yessy menunjuk ke arah Alex yang sudah asik berendam bola dan tertawa.


" Lah tuh bocah engga sadar umur " gerutu lirih laki laki dengan topi putih menutup kepalanya.


" Gaya Lo, orang pingin juga. Udah sana berendam sekalian " seru Yessy memukul lirih lengan Adi dengan tersenyum.


Yessy memilih duduk di depan tumpukan buku cerita anak yang tersedia di tempat permainan tersebut. Satu per satu mulai Ia baca beberapa cerita yang sudah Ia ambil.


Adi hanya memperhatikan dari kejauhan wajah serius Yessy ketika membaca. Sedangkan Arin dan Rafa sama sama bermain bola dengan Rafa memegang tubuh Alka. Di dalam tumpukan bola tersebut juga sudah ada Alexa bermain sendiri menutupi tubuh dengan bola dan menyisakan kepala saja.

__ADS_1


" Tuh anak engga tahu diri " gumam Rafa melirik ke arah sahabatnya.


" Biarin yank, mungkin Dia stres mau cerai " sahut asal Ibu muda tersebut dengan senyum mengembang.


Adi yang awalnya ingin bermain bersama Alex, Arin, Rafa juga Alka mengurungkan niatnya, dan berjalan menemani Yessy karena tak tega harus meninggalkannya sendirian.


Lelaki dengan style casual tersebut mulai duduk di atas matras busa eva warna warni, dimana Yessy masih asik membaca.


" Lo engga ngelatih hari ini? " tegur Adi membuka obrolan dengan gadis yang menarik perhatiannya.


" Gue ngelatih cuma pagi sama siang aja, palingan sore juga latihan kaya tadi sama Arin terus pulang " sahut gadis yang meletakkan kembali buku pada rak.


" Mau kemana lagi Di, enggan punya temen Gue. Lagian lebih nyaman di rumah nonton TV kalau gak ya baca buku daripada keluar engga jelas " jelas Yessy, membuat Adi mengangguk anggukan kepala.


" Cowok Lo? " langsung Adi bertanya karena sudah penasaran, mengembangkan tawa Yessy.


" Engga ada yang mau sama Gue, pada kabur pas tahu kalau Gue pelatih taekwondo " tawa gadis yang tak pernah mengalami namanya pacaran sampai usianya saat ini.

__ADS_1


Langsung saja jawaban Yessy membuat Adi mengalihkan pandangan ke sisi lain dan tersenyum. Sendirinya juga heran kenapa jawaban gadis di sampingnya begitu membuat hatinya lega.


Namun paras juga sifat Yessy terus membuatnya penasaran. Bahkan gadis yang murah senyum dan rela menolong orang lain itu sudah perlahan membuatnya tertarik.


Tak mengerti apa yang Ia rasakan, namun laki laki yang juga tak pernah pacaran itu begitu ingin dekat dan mengenal lebih jauh teman baru Arin.


Alex yang memperhatikan Adi dari jauh langsung menghampiri Arin juga Rafa, dengan tak melepas pandangannya ke arah dua orang yang sesekali saling melempar senyum di dekat rak buku tersebut.


" Temen Lo PDKT Fa " seru Alex memainkan mata ke arah Adi, mengisyaratkan agar Rafa melihat ke arah dua orang tersebut.


" Biarin aja, calon tunangannya juga udah Lo colong " asal Ayah satu anak itu menjawab, langsung mendapat pukulan pedas di lengannya.


" Anak Gue jatuh!" jengkel Rafa yang masih memegang putranya untuk bermain.


" Eh bocah, tuh temen Lo baik baik kan? kagak kaya itu anak sableng? " tanya Alex ke arah Arin yang asik melempar bola pada putranya.


" Takut salah Gue, tapi yang Gue tahu engga pernah deket sama cowok sih. Lo cari tahu aja sendiri " sahut Arin masih melempar bola pada putranya yang tertawa riang.

__ADS_1


Alex memang sudah memiliki rencana untuk mencari tahu tentang Yessy dan semua latar belakangnya. Kejadian buruk dalam pernikahan, hanya cukup untuk Ia rasakan saja sendiri.


Alex berharap jika kedua sahabatnya takkan pernah menghadapi sidang perceraian seperti dirinya. Walau memang tak ingin lagi peduli, namun perceraian yang tengah berjalan masih membuatnya terus berhati hati dalam mencari padangan hidup.


__ADS_2