SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 95


__ADS_3

" Yessy, mau babang Alex nyanyiin lagu gak? " ucap Alex dengan senyum menggoda seperti biasa, membuat sahabat sahabatnya bergumam sendiri.


" Bambang, Bambang.. " gumam Rafa menggelengkan kepala seraya memasang wajah herannya.


" Kagak usah Lex, entar Lo bakal nyanyi lagu sheila on seven kan? basi udah itu " sahut Arin tertawa kecil melingkarkan tangan pada lengan Rafa yang ijut tertawa.


" Enak aja, Gue bakal nyanyi pelangi di mata dedek Yessy dong " ucap Alex yang duduk di samping Adi dengan ngos ngosan karena berlari mengejar keempatnya.


" Eh, Lo salah kalau mau godain Yessy. Asal Lo tahu aja nih ya, Yessy nih pelatih taekwondo juga latihan mua thay sama Gue " jelas Arin membulatkan mata Adi dan Alex yang saling tatap, namun Yesdy masih dengan gaya cool nya.


" Untung aja Gue engga ketangkep sama Dia, kalau ketangkep pasti udah di kamar mauat nih Gue " gumam Adi mengusap dada nya.


" Gue juga engga asal tonjok orang kali " santai Yessy tersenyum kecil.


Makanan yang sudah mereka pesan, akhirnya sampai dan langsung di lahap oleh Yessy dan Arin yang memiliki kesamaan dengan selera makan besar. Rafa, Adi dan Alex melihat keduanya hanya terbengong, seperti sedang menyaksikan lomba makan.


" Yank, pelan dong engga Aku minta juga " ucap Rafa menatap ke arah istrinya yang mengembangkan senyum dengan mulut penuh.


" Gila Lo berdua udah kaya cermin, cantiknya sama, hobi nya sama, wataknya sama, rakusnya juga sama " tambah Adi ke arah keduanya.


" Iya ih, bener bener sama " seru Alex menambahkan tetap mengarah pada kedua perempuan di hadapannya.


" Mau lagi Lo berdua? " tambah Alex melihat piring berisi mi hampir kosong di hadaan keduanya.


" Boleh " sahut Yessy dan Arin bersamaan lalu saling tatap dan tersenyum.

__ADS_1


" Haduuuuh " lirih Alex menggelengkan kepala lalu memanggil pelayan agar membuat kembali sama seperti apa yang di makan Arin juga Yessy.


Ketiganya mulai menikmati es kopi mereka sambil tetap menatap pada Yessy juga Arin yang bahkan bersendawa bersama sambil tertawa usai menghabiskan satu piring mi pedas, hingga membuat Alex bergidik.


Rafa yang sudah terbiasa dengan istrinya, malah meketakkan tangan di ujung kepala Arin sambil tersenyum memberikan es kopi miliknya.


" Katanya engga boleh minum es?" tanya Arin selalu di larang suaminya minum es karena takut berdampak pada ASI yang diberikan pada Alka.


" Engga apa apa sayang sekali aja, Kamu kan suka es kopi juga " lembut Rafa mengembangkan senyum.


" Makasih sayang " manja Arin mengembangkan senyum dan meminum es kopi yang di pegang gelasnya oleh Rafa.


" Lihat Lo berdua, bawaannya pengen nikah aja Gue " seru Alex memperhatikan dua sahabatnya.


" Kagak usah! " kompak Arin dan Rafa bersamaan.


" Eh tapi beneran lih, orang lihat kalian berdu nih oasti iri dan pengen cepat nikah " tambah Yessy menyukai kemesraan kedua orang yang saling melempar senyum manja di sampingnya.


Terlihat seorang gadis memakai rok pendek serta kaos putih di lapisi outher pink menghampiri meja dimana ada beberapa orang saling melebarkan senyum dalam canda.


" Kalian di sini? " tegus gadis berlesung pipi pada sisi wajah kirinya itu menghampiri meja Arin.


" Putri? " sahut Arin tak percaya melihat teman SMA nya yang dulu gemuk dan sekarang terlihat lebih langsing.


" Reta engga sama Lo? Gue denger Dia hamil ya sekarang? " polos Putri yang tak tahu apa apa dan mengejutkan semua orang yang ada di meja kecuali Yessy.

__ADS_1


Rafa dan Arin yang sudah tahu langsung saling tatap, dan bergantian melihat ke arah Alex dengan wajah pucat pasi.


" Salah denger kali Lo" kilah Arin sambil melirik ke arah ekspresi syok Alex.


" Engga, masa Li engga tahu sih? Lo kan sahabatnya. Kemarin lusa tuh ada yang lihat Dia ke Dokter kandungan sama cowok, dan kebetulan tuh Dokter nyokap temen kuliah Gue. Li lihat deh di grub alumni pasti ada tuh " jelas Putri panjang lebar dan dengan cepat Arin mengambil ponsel dalam tas nya.


Grub Alumni sekolah dimana hanya ada Arin yang bergabung, karena Rafa, Adi dan Alex tak ingin memenuhi ponsel mereka. Dengan seksama Arin membaca isi chat dalam grub yang bahkan tak pernah Ia buka karena sibuk dengan Alka beberapa hari selama Rafa di kuar Kota.


Nata nya membulat seketika, membaca komentar Reta di sana yang membenarkan jika dirinya hamil dan baru kembali dari luar negri. Bahkan mengirimkan foto undangan pernikahan bersama Angga di grub.


Melihat Ekspresi Arin, Alex dengan cepat mengambil ponsel di tangan Arin lalu membaca semua nya. Mata nya langsung memerah menunjukkan amarah begitu besar.


Ia tak menyangka jika Reta akan menikah bahkan telah hamil bersama Angga, meski surat keputusan perceraian belum merek dapatkan. Bahkan sidang pertama baru akan di gelar tiga hari dari sekarang.


Rasa dihianati begitu kuat mendera batin Alex yang serasa ingin sekali marah, namun Ia tahan karena tak ingin menjadi bahan tontonan pengunjung kafe. Adi meraih ponsel ditangan Alex dan membaca semuanya, dimana Reta terlihat begitu bangga dengan kehamilannya yang bahkan belum menikah itu.


Rafa dan Arin masih sama sama memperhatikan Alex dengan iba. Tubuh Alex seakan gemetar karena rasa marah, dan meminta ijin untuk ke kantornya saja yang berada di belakang. Rafa bergegas mengikuti Alex bersama Adi meninggalkan Arin, Yessy dan Putri di meja dengan tatapan heran keduanya.


" Alex kenapa? " tanya Putri tak tahu jika Alex sudah menikah lebih dulu dengan Reta.


" Engga apa apa, Lo kesini sama siapa? " tanya Arin membelokkan pembicaraan sambil mengenal Yessy pada teman sekolahnya.


" Gue sama temen temen Gue, yaudah Gue pamit ya. Lo sering gabung dong di grub biar terus nyambung Kita " ucap Putri mengarah pada Arin.


" Iya, entar Gue komentar deh di grub " sahut Arin mengembangkan senyum.

__ADS_1


Putri berpamitan dan kembali menghampiri teman teman kampusnya. Arin hanya terdiam tak menyangka akan apa yang telah diperbuat Reta hingga tak tahu malu seperti itu. Bahkan Ia juga tak tahu jika sahabatnya itu telah kembali dan akan melangsungkan pernikahan, karena tak pernah sekalipun mereka saling berhubungan walau hanya melalui pesan.


Yessy menangkap wajah aneh dari Arin dan tak berani menegur ibu satu anak yang kini hanya terdiam melipat kedua tangan di atas meja. Arin benar benar di buat kecewa oleh sahabat yang telah Ia anggap sebagai saudara kandung itu dari mereka duduk di bangku sekolah, bahkan melewati banyak hal bersama


__ADS_2