SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 107


__ADS_3

Pukul 21.00, Adi sudah kembali dan berkumpul bersama Alex juga Rafa di kafe milik Alex. Sengaja keduanya menunggu karena ingin tahu bagaimana hasil dari pertemuan pertama Adi dengan keluarga gadis yang ingin di dekati nya.


Begitu sampai Adi langsung duduk di hadapan Alex, tepat di samping Rafa yang memperhatikan ekspresi wajah tegang Adi.


" Kenapa Lo? " santai Rafa menoleh ke arah sahabat yang langsung meneguk minuman Rafa.


" Jantung Gue mau lompat tahu gak? gila bokap nya serem banget, udah gitu kalau ngomong kaya petir bikin ati Gue remuk " cerita Adi masih bisa merasakan tatapan tajam Anton juga nada tegas yang selalu di gunakan.


Alex dan Rafa sontak saja menertawakan sahabatnya, yang baru pertama kali menghadapi orang tua seseorang.


" Tenang Di, ada Gue di sini buat bantu Lo menata hati " serius Rafa meletakkan kedua telapak tangan di sisi wajah Adi seraya saling menatap.


" Kiss me baby " seru Adi mendekatkan wajah ke arah Rafa dan langsung di hempaskan sambil bergidik jijik, melepaskan tawa Alex keras.


" Jijik banget Gue lihat muka Dia dari deket, buruk banget " seru Ayah satu anak itu tetap bergidik jijik.


" Gue jadi Lo mah udah Gue cium tuh bibir masih perawan " celetuk Alex, malah berganti Adi yang merasa jijik mendengar ucapannya.


" Lo malam malam di luar, engga di marahin bini Lo Fa? " heran Adi karena biasanya Rafa paling susah di ajak keluar jika sudah lewat pukul delapan malam.

__ADS_1


" Kagak usah ditanya Di, berantem Dia sama Arin " sahut Alex sudah lebih dulu mendengar cerita dari sahabatnya saat menunggu kedatangan Adi.


" Lah? tumben banget? kenapa? " terkejut Adi menatap ke arah sahabatnya yang menunduk sambil mengaduk aduk minuman.


" Udahlah engga usah di bahas, males Gue " jengkel Rafa tak ingin mengulang kembali apa yang sudah di ceritakan pada Alex.


Pagi ini memang Rafa dan Arin sempat beradu mulut hanya karena hal sepele. Sebuah pesan chating dari teman kampus perempuan Rafa menjadi pemicu keduanya bertengkar, dan membuat Arin sangat kesal.


Seorang teman kampus yang ingin sempat di ajari Rafa mata kuliah, memang mengirimkan foto keduanya ketika di kantin kampus tengah mengerjakan tugas dan tak di mengerti oleh teman kelasnya itu. Foto terlihat dekat, langsung membuat Arin cemburu tanpa mendengar lebih dulu penjelasan suaminya.


Rafa sendiri merasa bersalah, karena tak menceritakan hal itu lebih dulu. Namun Ia juga menjadi ikut kesal ketika istrinya tak ingin mendengar penjelasan apapun darinya, dan membuat Rafa malas untuk pulang dan bertengkar lagi.


" Lo kalau ada masalah sama bini Lo tuh jelasin baik baik. Bini pasti juga capek Fa urus Alka sendiri setiap hari, dan Lo juga harus ngerti Dia bukan cuma Dia ngerti Lo " tutur Adi mencoba menasehati.


" Udah Gue coba jelasin, orang Dia nya malah marah marah siap yang engga kesel coba? lagian tuh cewek ngapain coba kirim kirim foto ke Gua, kesel kan Gue jadinya udah niat baik malah sekarang Gue kena masalah " panjang lebar Rafa dalam nada jengkel.


" La salah Lo juga, kenapa engga bilang kalau Lo udah nikah? engga semua anak kampus tahu Lo udah nikah kali Fa " sahut Alex membuat Rafa berpikir.


Usia keduanya yang memang tergolong masih remaja, kadang memiliki emosi meluap tersendiri ketika menghadapi masalah rumah tangga. Arin yang lebih dewasa tak pernah mempermasalahkan apapun kecuali seorang wanita lain.

__ADS_1


Bagaimanapun juga Rafa seseorang yang tampan dan memiliki pekerjaan mapan, dan membuat banyak perempuan mendekati. Walaupun kadang sudah tahu jika Rafa telah menikah dan punya anak, tetap saja perempuan perempuan yang mencoba mendekati Rafa tak mundur sedikit pun.


Mendengar nasehat kedua sahabatnya, Rafa memutuskan untuk kembali pulang dan mencoba menjelaskan kembali pada istrinya. Ia hanya bisa berharap jika nanti tak ada pertengkaran, dan bisa terselesaikan dengan baik.


Sementara Adi dan Alexa masih duduk bersama usai kepulangan Rafa, karena memang mobil Alex tengah di bengkel dan sengaja meminta Adi untuk mengantarnya pulang lebih dulu nanti.


" Tapi Gue heran sama Arin, tumben banget cemburu kaya gitu biasanya juga kagak " heran Alex masih tak percaya akan sikap Arin yang biasanya santai.


" Ya tuh tadi, mungkin Dia lagi lelah urusin Alka makanya langsung emosi " santai Adi meneguk kembali minuman milik Rafa yang ditinggalkan.


" Gue berharap tuh anak bisa bener bener bahagia sama rumah tangga nya, biar Gue bisa lepas semua perasaan Gue seratus persen " tambah kembali Adi sendu.


" Lo harus lupain Dia Di, gimana juga Dia bini sahabat Lo dan Lo juga mau kejar Yessy jadi engga baik kalau Lo masih ada rasa sama Arin " tutur Alex menasehati perlahan.


" Tau Gue Lex, udah ilang tapi masih ada dikit dikit. Denger Dia berantem kaya gini perasaan jadi gak enak banget " jujur Adi memang belum sepenuhnya lupa akan perasaannya pada Arin yang sudah bertahun tahun, namun tak memiliki niatan sedikitpun mendekati.


" Rumit banget sih " gumam Alex membuang napasnya kasar.


Perasaan tulus dari kelas 1 SMA memang tak mudah begitu saja hilang, apalagi hampir setiap hari Adi bertemu dengan Arin. Namun sedikitpun lelaki yang memutuskan menghilangkan sepenuhnya perasaan cinta nya itu, ingin merusak hubungan sahabatnya dan memiliki Arin. Baginya cukup dengan Arin bahagia, maka Ia sudah merasakan kebahagiaan tersendiri dalam lubuh hatinya.

__ADS_1


Bukan ingin membuat Yessy sebagai pelarian, namun memang memiliki rasa ketertarikan tersendiri. Dan berharap jika Yessy mampu melenyapkan semua perasaannya pada Arin, agar bisa menjalin hubungan sehat dan lebih baik bersama gadis yang tulus memberikannya kesempatan.


__ADS_2