SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 100


__ADS_3

Sore Hari sengaja Rafa, Alex dan Adi ikut mengantar Arin latihan muathay bersama Laka, karena rencananya akan mengacak bocah kecil tersebut bermain di mall. Walaupun Alka belum bisa berjalan, namun Rafa sering mengajaknya bermain mandi bola bersama istrinya hanya demi memberikan stimulasi warna pada putra pertamanya.


Arin sudah bersiap dengan legging hitan selutut juga tanktop hitam lengkap dengan sarung handwrap hitam. Sedangkan Rafa memangku putranya duduk di sudut ruangan bersama Adi dan Alex.


" Gila bini Lo keren banget " gumam Alex memuji Arin.


" Biasa aja " senyum Rafa bangga melihat istrinya sendiri.


" Hati hati Lo jadi ganti samsak tuh badan " tambah Adi juga memperhatikan Arin sama sama mengagumi ibu muda jauh dari tempat mereka duduk.


" Ikhlas Gue sih jadi samsaknya tiap hari " tawa Rafa lirih mengamati tubuh istrinya dari jauh.


Awalnya ayah satu anak tersebut melarang istrinya mengenakan tanktop, karena tak ingin jika tubuh istrinya dilihat oleh orang lain. Namun karena Arin merasa tak nyaman dengan kaos saat berkeringat, membuat Rafa terpaksa mengijinkan istrinya.


Instruktur pria sudah bersiap di hadapan Arin lengkap dengan punch mitt sudah terpasang pada kefua tangan pria berotot itu. Sarungbtinju merah juga sudah membalut tangan Arin yang sudah siap berlatih, dengan adanya Yessy tak jauh dari trmpatnya.


Melihat Yessy juga Arin dengan tenaga menendang serta memukul punch mitt yang berada di tangan pelatih, membuat ketiganya bergidik ngeri namun takjub. Dua orang wanita cantik melakukan olahraga muathay adalah pemandangan menakjubkan bagi ketiganya, tak terkecuali Adi yang tak henti menatap Yessi dan di sadari oleh Alex.


" Kedip woy, loncat tuh mata " senggol Alex pada lengan sahabatnya yang terkejut.


" Gue kedip nih, tuh kan kedip " jengkel Adi terkejut dan memainkan matanya ke arah Alex.


" Fa, bakal ada yang move on nih dari bini Lo " celetuk Alex menggoda dan refleks membuat Rafa bersyukur.


" Sukur deh, aman bini Gue sekarang " tawa Rafa bersama Alex.

__ADS_1


" Diam Lo berdua, rese banget " jengkel Adi kembali memperhatikan gadis dihadapannya.


Melihat Yessy seperti itu, membuat Adi sedikit tertarik akan gadis cantik dengan ikat rambut ekor kuda itu. Bukan hanya pribadi menyerupai Arin namun semua kebiasaannya juga sangat mirip dengan Arin, seperti sebuah cermin jika di amati ketika mereka bersama.


Hampir 2 jam keduantnya berlatih, mereka menghampiri ketiga laki laki yang tak bosan menunggu, demgan Alka sudah tertidur dari tadi menunggu bunda nya.


" Lah kok tidur? " seru Arin lirih dengan berjongkok di hadapan putranya.


Rafa menarik ke atas tanktop hitam istrinya yang tanpa sengaja memperlihatkan belahan di sana. Sikap protektif Rafa tak pernah berubah sedikitpun, dan semakin menjadi setelah mereka memiliki anak terlebih dengan adanya kejadian Reta, juga membuatnya sedikit was was. Walaupun Ia tahu jika istrinya bukan tipe orang yang suka bergaul dengan laki laki kecuali Adi dan Alex, karena memang merupakan sahabat mereka berdua.


Yessy juga ikut menghampiri sahabat sahabat Arin, dan menjabat tangan mereka dengan masih menggunakan handwarp sama seperti Arin.


" Gila, cewek beneran Lo? " celetuk Alex melihat otot di tangan Yessy.


" Buset dah cewek cewek biasanya pengen lengan ramping, lah ini pengen banget punya lengan berotot " celetuk kembali Alex melihat lengan Arin juga Yessy.


" Cewek berotot tuh seksi lagi Lex " sahut Yessy menaikkan kedua alis ke arah Arin.


" Emanh seksi " malu malu Rafa menyahut ucapan Yessy.


" Lo lihatin Gue mulu Di? kenapa? " tanya Yessy berdiri di hadapan Adi daritadi dengan tatapan laki laki tersebut tak henti memandang.


" Kagak, siapa lihatin Lo ge er banget " kilah Adi memalingkan wajah.


Senyum Yessy mengembang melihat Adi seakan salah tingkah. Arin menyenggol lengan suaminya dengan mengisyaratkan mata agar melihat ke arah Adi, dan mulai mengembangkan senyum.

__ADS_1


" Udah biarin, jatuh cinta Dia " celetuk Alex suka mengatakan semua dengan asal tanpa berpikir, dan langsung diinjak kakinya oleh Adi hingga memekik kesakitan.


" Yank, skipping bentar ya " pamit Arin masih ingin mendapat keringat lebih.


" Engga, banyak cowok juga. Lihat tuh baju Kamu kaya gimana, mau lompat lompat lagi " jengah Rafa tak ingin tubuh istrinya menjadi bahan tontonan.


" Posesif Lo " tegur Adi menatap sahabatnya diiringi senyum Yessy juga Alex.


" Biarin, bini Gue! enak aja mau jadi tontonan " gerutu Rafa tetap tak mengijinkan istrinya pergi melakukan skipping.


" Udah, Lo disini aja Rin, Gue lanjut skipping sendiri ya bentar " pamit Yessy berlalu pergi.


" Ah yank, engga asik banget sih Kamu ikut " gerutu Arin sudah duduk di samping suaminya.


" Naikkin tuh bajunya! udah dikasih merah merah juga masih aja di buka. Engga mali apa Kamu " jengkel Rafa tak menyukai istrinya mengenakan pakaian terbuka diluar rumah.


" Lupa yank " cengengesan Arin tak menyadari adanya bekas bibir suaminya semalam.


Arin benar benar melupakan semua tanda merah pada dadanya, yang mungkin saja sudah terlihat oleh orang lain karena banyaknya bekas tertinggal pada dada putihnya bahkan juga leher.


Dengan malu Arin merqih jaket suaminya dan Ia kenakan meski merasa begitu gerah dan berkeringat. Rafa yang masih menggendong putranya tanpa henti bergumam kesal karena Arin tak menuruti perkataannya, dan tetap memaksa mengenakan tanktop untuk berlatih.


Ayah satu anak itu benar benar tak menyukai jika ada laki laki lain ikut melihat tubuh istrinya, oleh karena itu Dia selalu meminta istrinya mengenakan pakaian panjang ketika keluar rumah, dan hanya mengijinkan istrinya mengenakan pakaian mini ketika di apartemen bersama.


Mereka masih duduk menunggu Yessy yang rencananya akan ikut bermain ke mall menemani Alka. Karena Yessy sangat menyukai bicah kecil tampan tersebut, seperti semua ketampanan Rafa sudah turun semua pada anaknya di gabung dengan kecantikan bundanya, hingga menghasilkan wajah tampan menggemaskan Alka.

__ADS_1


__ADS_2