SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 59


__ADS_3

Rafa duduk di ruang tamu sembari memijat kening nya merasa sangat bodoh telah berkata hal yang menyakiti Arin hanya karena ia begitu sangat merindukan istri nya dan ingin memiliki Arin lagi. Diri nya pun tak mengerti kenapa penolakan Arin kali ini mampu memancing amarah nya, padahal penolakan penolakan Arin yang selalu ia terima selama kehamilan Arin bisa dia mengerti.


" Yank, buka pintu nya. Aku salah aku minta maaf " ucap Rafa mengetuk pintu kamar tamu.


" Bukannya kamu udah pergi? kenapa balik lagi? sana sama cewek cewek kamu dan tiduri mereka " seru Arin setengah berteriak dari dalam kamar.


" Kamu mau aku kaya gitu? ya udah kamu engga usah buka pintu aku bakal panggil mereka kesini dan lakuin itu di sini " tambah Rafa karena ia tahu jika Arin tak akan mengijinkan hal itu dan mulai membuka pintu.


" Terserah, ini apartemen kamu " sahut Arin yang belum membuka pintu.


" Oke kalau mau kamu gitu aku telfon mereka dan kamu dengerin ini " ucap Rafa mulai menelfon dengan menggunakan pengeras suara agar Arin mendengar padahal ia menghubungi nomor Adi.


Arin dengan cepat membuka pintu kamar dan keluar menemui Rafa dengan sangat emosi yang langsung di peluk suami yang berdiri tepat di hadapan pintu begitu Arin membuka nya.


" Lepasin aku, aku mau pergi dari sini daripada harus lihat suami aku sama perempuan lain dan lakuin hal itu di hadapan aku!! Lepasin!! " teriak Arin memberontak.

__ADS_1


" YANK!! " teriak Rafa agar Arin diam sambil memegang kedua pundak istri yang terus mengurai air mata.


" Aku cuma mau kamu, aku mau itu dari kamu bukan lain nya. Apa aku salah menginginkan hal itu dari kamu istri aku? " ucap Rafa membungkukkan tubuh agar wajah nya bisa berhadapan dengan Arin.


" Kamu nyakitin aku, ucapan kamu udah nyakitin aku!! " teriak Arin yang langsung di peluk Rafa agar istri nya tenang.


" Maaf, aku minta maaf yank. Aku sendiri engga sadar ngomong kaya gitu " jelas Arin.


" Sakit yank, aku lagi hamil sebesar ini dan kamu ngomong kaya gitu tuh sakit banget rasa nya " sahut Arin memeluk pinggang Rafa dan menangis di atas dada bidang pria yang ia cintai.


" Aku cuma kangen yank, berapa bulan aku nahan itu " ucap Rafa.


" Engga sayang, udah ya aku nyesel kita berantem tadi " jawab Rafa mengecup ujung kepala Arin.


" Aku juga yank " sahut Arin lirih.

__ADS_1


" Aku mau jalanin kewajiban aku ke kamu yank" tambah Arin.


Arin dan Rafa sama sama saling menyadari kesalahan mereka masing masing. Wajar saja jika Rafa sangat menginginkan istrinya sendiri, karena bagaimanpun juga Ia tetaplah seorang laki laki normal.


Dengan perasaan tulus, kembali Arin menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Tak ingin hal tersebut menjadi sebuah pertengkaran lagi di antara keduanya.


Sebenaranya hanya sebuah permintaan kecil yang berubah menjadi sebuah pertengkaran karena sifat mereka terkadang masih labil. Bagaimanapun juga tak bisa dipungkiri berapa usia mereka saat ini.


Pernikahan karena sebuah perjodohan masa kecil, memang harus mereka jalani dengan ketulusan juga keikhlasan. Bersama mencoba menjadi dewasa dalam sebuah rumah tangga di usia yang terbilang masih sangat remaja.


Keinginan untuk bisa terus saling bersama seperti seorang yang tengah pacaran dan di mabuk asmara juga terkadang dirasakan mereka berdua. Hingga menimbulkan sebuah pertengkaran pertengkaran kecil, namun mengeratkan kembali hubungan keduanya semakin dekat dan hangat.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2