
Satu bulan berlalu, Alex akhirnya menyandang status duda usai sidang keputusan pengadila. Sorenya Alex, Viona, Rafa , Arin, Adi juga Yessy merayakan status duda Alex di kafe miliknya. Alka kembali pulang bersama orang tua Arin yang memang masih selalu memberikan kesempatan kepada anak juga menantunya menghabiskan masa remaja dengan berkencan.
" Gue baru tahu hari ini kalu jadi duda harus di rayain " tawa Rafa menggoda sahabanya.
" Lah kan Gue duda tampan, udah gitu duda tersakiti jadi kalau status Gue sekarang duda ya wajar harus di rayain dong, artinya Gue bebas dari hati yang terluka " celetuk Alex gembira.
" Bentar lagi nikah lagi dong, pecah kendi lagi " goda kembali Rafa di pukul oleh istrinya tepat di lengan.
" Kendi baru lagi " tawa Alex bangga, memerahkan wajah Yessy.
" Gue kapan pecah kendi " memelas Adi di samping Yessy yang tersenyum walau tak mengerti.
" Tragis hidup Lo Di, sebelum pecah kendi kaya nya kepala Lo duluan yang bakal pecah " tawa Rafa menggoda bersama Alex.
" Rese Lo berdua, mentang mentang udah tau rasanya masuk kendi " gerutu kesal Adi makin ditertawakan kedua sahabatnya.
" Kendi apaan sih ?" polos Arin tak mengerti pembicaraan ketiga sahabat yang malah heboh tertawa.
Tanpa menjawab pertanyaan Arin ketiganya melanjutkan pembahasan bersama dan hanya mereka yang memahami akan apa yang tengah di bahas. Ketiga perempuan masih setia di samping pasangan masing masing itu hanya diam dengan sesekali tersenyum paksa, mendengar ketiganya berbicara.
Pembicaraan ke arah dewasa selalu mereka plesetkan sesuai dengan bahasa yang dapat mereka pahami saja. Karena memang tak mau jika ada yang mendengar dan berpikiran jika mereka adalah sekumpulan sahabat mesum, padahal mereka hanya sangat menikmati obrolan dewasa saja tanpa memiliki arti juga maksud khusus.
" Gila Lo berdua makan apa kerasukan sih ?" celetuk Alex melihat Yessy dan Arin makan dengan lahap.
__ADS_1
" Kita senasib " seru Adi dan Rafa high five dengan tersenyum.
" Lo engga makan Vio ?" tanya Adi melihat Viona hanya diam meminum air putih.
" Dia sih makannya dikit, minumnya air putih cepat tajir dong Gue " celetuk Alex bangga ke arah dua sahabatnya.
" Lo kira Gue bakal bikin suami Gue miskin apa ?' celetuk Arin dengan mulut penuh menatap jengkel ke arah Alex.
" Kunyah dulu sana jorok banget jadi cewek " melotot Alex menatap ke arah ibu satu anak itu.
" Gue bukan cewek jadi engga kenal jorok, Gue udah jadi emak emak " sahut jengkel Arin mengunyah makanan dalam mulutnya, hanya membuat suaminya tersenyum mengusap ujung kepala istrinya.
" Emak emak canti sayang ya " puji Rafa tersenyum ke arah istrinya tetap memegang ujung kepala dengan rambut tergerai panjang itu.
" Lo udah punya anak ?" terkejut Viona ke arah Arin, malah mengembangkan bangga senyum pada wajah cantik Arin.
" Gue kira Adik Lo, badan Lo engga kelihatan banget kalau udah pernah lahiran " ucap Viona mengembangkan kembali senyum bangga Arin juga Rafa.
" Gara gara itu tuh, suaminya setiap hari hampir gila engga pernah ijinin bini nya keluar sendiri " celetuk Adi tertawa bersama Alex.
" Tapi beneran, orang yang lihat Lo juga engga bakal percaya kalau Lo udah lahiran dan punya anak. Lo bilang udah nikah aja engga bakal ada yang percaya kali Rin " celetuk kembali Viona sudah mengagumi Arin dari pertama Ia ketemu di pengadilan.
" Istri siapa dulu dong ? iya gak sayang " ucap bangga Rafa mencium pipi istrinya, langsung di pelototi oleh Adi juga Alex.
__ADS_1
" Gila Lo, disini empat belum sah semua kagak usah main sosor deh Lo " jengkel Alex melempar sahabatnya dengan kotak yidu yang ada di meja.
" Nikah sana " celetuk Rafa mencium kembali istrinya dan malah di buat buat.
" Aduh telpon emak lah minta nikah " celetuk Adi dan Alex bersamaan.
Melihat Rafa bersama Arin makin membuat Alex dan Adi iri dan ingin secepatnya menikah. Tapi permasalahan Adi masih terganjal oleh restu dari Ayah Yessy, yang seakan begitu berat memberikan restu pada Adi walau sudah mencoba mendekati berulang kali.
Sedangkan Alex yang baru resmi bercerai, sengaja menunggu sedikit waktu agar tak terkesan buru buru di mata keluarga Viona. Baik Alex ataupun Adi menginginkan pernikahan bersama, dan dilakukan di tempat juga waktu yang sama. Keinginan keduanya pun sudah di setujui orang tua masing masing, namun dengan syarat sama yaitu sudah mengantongi restu dari calon mertua mereka masing masing.
Ai sudah lebih dulu memperkenalkan Yessy pada Mamanya, dan mendapat respon baik. Tapi Alex baru tadi berani memperkenalkan Viona pada kedua orangtuanya, namun mendapat ultimatum agar tak terburu buru dan menjadikan perceraiannya sebagai pelajaran juga pertimbangan untuk berani lagi melangkah menuju sebuah perjalanan rumah tangga bersama seseorang.
Orang tua Alex tak ingin jika Alex kembali merasakan duka akan kehancuran sebuah hubungan rumah tangga. Mereka meminta putranya untuk tetap berhati hati namun tak memiliki rasa trauma, karena memang tetap Alex harus melanjutkan hidup dan menikah dengan seseorang yang benar benar mencintainya, bukan hanya Alex saja yang mencintai.
" Yessy, Gue lamar Lo ya ' celetuk Adi tiba tiba mengejutkan semua yang ada di meja.
" Lamar aja Di, Lo kan udah pernah bilang sama Ayah soal itu, Kalau Gue setuju aja tapi tetap harus lewat Ayah sama Bunda ya ' lembut Yessy tersenyum.
" Berat kalau lewat Ayah, Bunda aja ya " rengek Adi di bals senyuman oleh Yessy dengan semua teman mereka menyimak dan diam.
" Engga bisa dong Di, kan yang nikahin Gie entar Ayah bukan Bunda. Yang serahin Gue ke Lo juga Ayah bukan Bunda " lembut kembali Yessy masih menghiasi wajah dengan senyuman.
" Bener juga sih, Gue tetap harus buat luluh Ayah dulu, entar deh Gue bawain martabak asin " memelas Adi.
__ADS_1
" Elah Di, martabak asin doang ? sekali kalai ke mertua tuh bawain BPKB gitu, nih Yah mobil baru buat Ayah " ucap Alex asal ke arah sahabatnya.
" Iya bawa BPKB tapi mau di gadai, Yah mau gadai BPKB buat modal nikah " tawa Rafa meledek dan dibalas tawa lainnya kecuali Adi dengan wajah jengkel.